• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pusat Seni Kerajinan Bambu di Yogyakarta Transformasi Karakter Fisiologis Bambu Sebagai Elemen Pembentuk Ruang dan Bentuk Bangunan

    Thumbnail
    View/Open
    00512080 Amir Ali Nahdi.pdf (5.370Mb)
    Date
    2006
    Author
    Amir Ali Nahdi, 00512080
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Permintaan dari pemerintah kepada setiap kepala daerah untuk membantu mengembangkan sektor kerajinan tangan di daerahnya supaya bisa dipasarkan secara lebih luas. Sebab selama ini, yang menjadi kendala bagi para perajin adalah keberadaan lokasi pemasaran, promosi dan perdagangan yang menyebar dan tidak memusat, lokasi para pengrajin dan konsumen potensial yang berjauhan, kurangnya memahami arti pentingnya usaha bersama berkoperasi dsb. sehingga sering timbul persaingan yang kuat dan yang lemah dan juga sikap tertutup dalam usaha memajukan usahanya. Penguasaan teknik produksi yang kurang, sehingga dasar keterampilannya kurang berkembang dan peralatan produksi yang sederhana dan kurang memadai. Kontrol kualitas produk yang kurang, dapat mengakibatkan menurunnya konsumen. Salah satu diantara kerajinan tangan yang berhasil menembus pasar ekspor dunia adalah kerajinan bambu. Sayangnya, pemanfaatan bambu masih sebatas untuk pemukiman dan masih minim dikembangkan untuk berbagai jenis kerajinan tangan yang dapat diekspor seperti di daerah lain. Di Yogyakarta budi daya tanaman bambu juga belum dikelola secara profesional namun masih dibiarkan secara liar di lahan-lahan pertanian yang tidak terpakai. Namun demikian, jika tanaman bambu diolah untuk berbagai kerajinan dan keperluan rumah tangga maka akan diperoleh nilai tambah yang sangat besar, Untuk itu, diperlukan upaya untuk mendorong dan memfasilitasi para produsen di sentra produksi bambu dalam mengolah tanaman bambu dan dapat menampung kegiatan pameran dan bisnis secara khusus dengan pengembangan di sektor pemasaran, budaya, pendidikan dan promosi dalam memanfaatkan peluang pasar bambu tersebut dan perkembangan pasar tujuan ekspor. Dari penyediaan pusat seni kerajinan bambu sebagai fasilitas pameran, promosi, pendidikan dan perdagangan tersebut diharapkan terciptanya bentukan arsitektural dan komposisi ruang yang dapat mencitrakan dan mampu mewadahi berbagai kegiatan tersebut dengan pendekatan melalui karakter fisiologis tanaman bambu.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/22233
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV