• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Stadion Internasional Hangtuah di Pekanbaru Perancangan Stadion Sepakbola Sebagai Landmark Kota Melalui Pendekatan Multifungsi yang Dapat Menampung Kegiatan Olahraga, Rekreasi, dan Komersial

    Thumbnail
    View/Open
    02512105 Andrey Brilliansyah.pdf (6.293Mb)
    02512105 Andrey Brilliansyah-2.pdf (900.4Kb)
    Date
    2006
    Author
    Andrey Brilliansyah, 02512105
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Stadion. Indonesia hanya memiliki 3 stadion yang berskala Internasional, yaitu Stadion utama Senayan di Jakarta, Daka Baring di Sumatera Selatan dan siJalakHarupat di Jawa Barat,ini lebih sedikit dibanding dengan negara-negara asia yang sepakbolanya lebih maju. Sebenarnya majunya persepakbolaan didukung oleh fasilitas, dan manajemen yang baik, jadi jika fasilitas kurang, kemungkinan majunya persepakbolaan itu sangat kecil. Stadion yang mewah sebenarnya tidak lebih dari sekedar gengsi, stadion yang standar dengan fasilitas memadai juga tidak menghalangi prestasi. Stadion merupakan bangunan yang mahal dari segi biaya pembangunan maupun perawatan. Oleh karena itu, memasukkan fungsi lain sebagai pelengkap, dan pendukung adalah hal yang menguntungkan, misalnya fungsi edukasi, rekreasi, komersial, perkantoran bahkan penginapan. Fungsi-fungsi tersebut bisa mendukung stadion dari segi biaya, sebagai timbal balik stadion memasukkan unsur tersebut. Jadi bisa dikatakan fungsi tersebut saling terkait dan menjadikan stadion sebagai bangunan multifungsi. Landmark adalah simbol. Sebuah kota yang mudah diingat oleh orang adalah jika kota itu memiliki sebuah simbol. Stadion bisa menjadi simbol sebuah kota. Sebuah konsep perencanaan yang jarang (langka) seperti perpaduan modern dan kultur akan memberi kesan yang berbeda kepada penikmatnya. Hangtuah adalah nama tokoh yang termasyhur dalam legenda sejarah Melayu. Nama ini cocok dijadikan sebagai nama sebuah bangunan yang besar juga. Populasi penduduk Melayu Indonesia yang terbesar,dan kebudayaan yang Melayu yang kental adalah di Riau. Sejak diberikan otonomi daerah, pembangunan di Riau maju dengan pesat baik pembangunan fisik maupun non fisik. Sejalan dengan itu,stadion berskala internasional dengan desain yang unik pantas dihadirkan sebagai bangunan bergengsi. Pekanbaru adalah ibukota propinsi Riau. Dipilihnya Pekanbaru sebagai lokasi perancangan karena pusat aktifitas segala bidang di Riau lebih terkonsentrasi di Pekanbaru.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21717
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV