Show simple item record

dc.contributor.authorWan Fardiyansyah, 9951302
dc.date.accessioned2020-06-18T10:12:54Z
dc.date.available2020-06-18T10:12:54Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/21486
dc.description.abstractTrickling filter ialah suatu unit pengolahan air limbah secara biologi dengan media yang tersusun oleh materi kasar dan keras. Kegunaannya untuk mengolah air limbah dengan mekanisme aliran air yang jatuh dan mengalir perlahan-lahan melalui lapisan batu yang kemudian tersaring. Perencanaan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan trickling filter dalam menurunkan parameter BOD, COD, dan TSS air buangan domestik kota Jogjakarta, pada konsentrasi berapa trickling filter paling efisien dalam menurunkan parameter BOD, COD dan TSS air buangan kota Jogjakarta dan mengetahui perbandingan luas area yang dibutuhkan trickling filter dengan aeration pond pada IPAL Jogjakarta. Hipotesis perencanaan ini adalah trickling filter dapat menurunkan kadar pencemar atau memperbaiki kualitas parameter BOD, COD dan TSS air buangan domestik kota Jogjakarta sesuai dengan SK. Gubernur DI Jogjakarta No 417/1991 tentang Baku Mutu Limbah Cair yang sudah beroperasi. Untuk mengolah air buangan domestik kota Jogjakarta yang masuk ke IPAL BantuI dengan kapasitas Q= 11.903 m³/hari dan BOD = 144,4 mg/l, dibutuhkan 6 buah trickling filter dengan D=53 m dan h = 2,5 m setiap baknya. Media filter yang digunakan adalah batu kali dengan diameter antara 2,5 - 7,5 cm. Penelitian trickling filter skala laboratorium dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi air limbah sebesar 25 %, 50 %, 75 % dan 100 % serta variasi waktu pengambilan pada menit 30 dan 60. Efisiensi terbesar pengolahan air buangan domestik kota Jogjakarta dengan menggunakan trickling filter terjadi pada konsentrasi 100 % pada waktu pengambilan menit 60 dengan removal parameter BOD sebesar 55,56 %, removal parameter COD sebesar 55,84% dan removal parameter TSS sebesar 28,57 %. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan trickling filter dalam meremoval air limbah domestik kota Jogjakarta sangat dipengaruhi oleh beban organik yang terdapat didalamnya. Luas area yang dibutuhkan trickling filter jauh lebih kecil dibandingkan dengan aerated lagoon dan maturation pond yang terdapat pada IPAL BantuI dengan perbandingan 13.230,39 m² : 36.120 m² atau 1 : 2,73. Kata Kunci : Trickling Filter, Air Buangan Domestik , Efisiensi dan Luasen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTrickling Filteren_US
dc.subjectAir Buangan Domestiken_US
dc.subjectEfisiensi dan Luasen_US
dc.titlePerencanaan Unit Biologis Air Buangan Domestik Kota Jogjakarta dengan Menggunakan Trickling Filteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record