Analisis Teknis, Ekonomis, dan Lingkungan dari Penambangan Pasir pada Muara Kali Progo
Date
2001Author
Imam Dermawan, 95310137
Risdianto Budi Wiratmo, 95310199
Metadata
Show full item recordAbstract
Pada kegiatan penambangan pasir di muara Kali Progo yang dilakukan
baik secara mekanis maupun secara tradisional telah menimbulkan dampak positif
dan dampak negatif. Dampak positif yang ditimbulkan yaitu penduduk di sekitar
daerah penambangan pasir dapat menjadi buruh tambang sehingga dapat
menggurangi tingkat pengangguran yang ada. Dampak negatif yang ditimbulkan
yaitu dapat mengakibatkan rusaknya lingkungan seperti terjadinya perubahan arah
aliran sungai serta erosi, patahnya jembatan Srandakan, dan tidak berfungsinya
intake Sapon. Karena kegiatan penambangan pasir tersebut dilakukan dalam
jumlah yang sangat besar maka terjadi ketidakseimbangan antara jumlah volume
pasir yang ditambang dengan jumlah volume sedimen yang masuk ke Kali Progo.
Tugas Akhir ini menganalisis tentang kegiatan penambangan pasir
dengan meninjau dari tiga aspek yaitu dari aspek teknis, ekonomis, dan
lingkungan. Dari aspek teknis yaitu menganalisis teknis penambangan pasir secara
tradisional dan secara mekanis. Sedangkan dari aspek ekonomis mengkaji nilai
tambali dari kegiatan penambangan pasir. Metode yang digunakan yaitu : Benefit
Cost Ratio (BCR) dan Break Even Point (BEP). Untuk aspek lingkungan yaitu
menghitung besarnya degradasi dasar sungai, sedimentasi, kondisi hidrologi, dan
tata guna lahan bantaran sungai.
Dari hasil analisis teknis didapat hasil produksi dari alat-alat yang
digunakan untuk melakukan penambangan, yaitu untuk penambangan secara
tradisional dan secara mekanis. Hasil analisis besarnya harga dasar pasir per m³
yaitu Rp 16.328,- untuk penambangan secara tradisional dan Rp 23.679,- untuk
penambangan secara mekanis. Pada analisis ekonomis diketahui besarnya
keuntungan bagi pengusaha penambang pasir secara tradisional sebesar
Rp 9.071,- dan untuk penambangan secara mekanis sebesar Rp 20.391,-.
Pada analisis lingkungan dampak-dampak yang ditimbulkan akibat dari
penambangan pasir di muara Kali Progo yaitu : seperti degradasi dasar sungai
untuk penambangan pasir secara tradisional sebesar 0,06 m/tahun dan untuk
penambangan pasir secara mekanis sebesar 0,08 m/tahun, dalam waktu 20 tahun
penambangan secara tradisional telah merusak fungsi jembatan Srandakan dan
intake Sapon. Bila penambangan dilakukan secara mekanis dengan produksi pasir
galian yang sama yaitu 3,09 juta m³, jembatan dan intake akan rusak lebili cepat
lalah 18,1 tahun. Untuk kondisi hodrologi kemungkinan akan terjadi intrusi air
laut sehingga dapat merusak kualitas air tanah.
Collections
- Civil Engineering [4722]
