• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Museum Batik di Pekalongan Penampilan Bangunan yang Mencitrakan Karakter Batik Pekalongan

    Thumbnail
    View/Open
    01512033 Maria Ulfa.pdf (3.825Mb)
    Date
    2006
    Author
    Maria Ulfa, 01512033
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Setiap kota akan mengekspresikan aktifitas dan karakter kehidupan masyarakatnya, yakni ekspresi yang akan membentuk citra yang mencirikan suatu kota, membedakan terhadap kota-kota lain. Pekalongan adalah salah satu kota penghasil kerajinan batik yang terletak pada jalur utama antara Jakarta Semarang.Kerajinan batik merupakan komoditi potensial dan merupakan andalan utama Pekalongan yang perlu dikembangkan di dunia perdagangan dan kepariwisataan. . Batik bukan cuma menjadi ikon utama Pekalongan, tetapi juga telah menjadi heritage dan sekaligus lapangan usaha bagi sebagian besar warga masyarakat di daerah ini. Oleh karena itu segala bentuk usaha untuk mengembangkan, memasarkan dan melestarikan kerajinan batik ini terus dilakukan baik oleh Pemerintah daerah maupun masyarakat setempat. Sebagai bukti usaha yang dilakukan antara lain dapat kita lihat dengan bertambahnya jumlah pusat pemasaran batik di sepanjang jalan Dr.sutomo, dan didirikannya institusi pendidikan perbatikan, namun sangat disayangkan kondisi museum batik Pekalongan yang sebenarnya telah ada sejak 1988 hingga kini belum menunjukkan gambaran kemajuan yang berarti bahkan cenderung menurun, hal ini dikarenakan luas bangunan dan koleksi yang minim serta letaknya susah dijangkau dan diketahui oleh masyarakat. Batik sebagai khasanah budaya bangsa tidak bisa dihilangkan begitu saja, dan sejarah akan hanya menjadi cerita tanpa makna, jika bukti-bukti telah tiada Dengan adanya beberapa permasalahan tersebut menimbulkan gagasan untuk merancang sebuah museum batik yang representatif dan berada di lokasi yang strategis sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Pekalongan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21389
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV