• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penurunan Amonium, Nitrat, dan TSS pada Air Limbah Domestik dengan Menggunakan Anaerobik Roughing Filter Bermedia Gravel

    Thumbnail
    View/Open
    00513024 Rini Pujiastuti.pdf (4.862Mb)
    Date
    2006
    Author
    Rini Pujiastuti, 00513024
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Roughing filter merupakan teknologi untuk pengolahan air yang telah digunakan sejak lama. Berdasarkan berbagai penelitian dan aplikasi pada skala proyek yang telah dilakukan, maka perlu dikembangkan tentang pemanfaatan roughing filter untuk pengolahan air buangan, khususnya air buangan di kota Yogyakarta. Dalam penelitian ini mencoba memeriksa kadar konsentrasi Amonium, Nitrat, dan TSS air limbah domestik pada reaktor anaerobik roughing filter bermedia gravel. Dengan tujuan untuk menentukan seberapa besar tingkat efisiensi removal pada parameter air limbah domestik (Amonium, Nitrat, TSS). Air limbah yang digunakan dalam penelitian adalah air limbah domestik yang berasal dari IPAL Sewon, Bantul. Adapun pengambilan titik sampel dilakukan pada inlet, kompartemen 1,2,3 dan outlet pada reaktor tersebut. Pengambilan sampel dilakukan selama 16 hari. Selanjutnya pemeriksaan parameter dilakukan di Laboratorium Kualitas Lingkungan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia. Metode yang digunakan untuk analisa Amonium mengacu pada SK SNI M-48-1990-03, Nitrat mengacu pada SK SNI M-49-1990-03 dan untuk TSS mengacu pada SK SNI M-03-1990-F. Uji statistik dengan menggunakan anova satu jalur digunakan untuk mengetahui signifikan perbedaan antara inlet, dengan kompartemen 1,2,3 dan outlet untuk masing-masing parameter. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil efisiensi parameter amonium mengalami penurunan 9,67%, nitrat mengalami kenaikan sebesar 6,49%, sedangkan TSS mengalami penurunan 82,41%). Hal tersebut dapat dikarenakan oleh keadaan reaktor yang belum sepenuhnya mencapai kondisi anaerobik, sehingga masih ada oksigen didalam reaktor. Dikarenakan hasil yang didapatkan tidak terlalu bagus maka diharapkan untuk penelitian selanjutnya, ketelitian dan kesiapan dalam uji laboratorium harus lebih diperhatikan dan pengukuran suhu dan gas metan sebaiknya dilakukan. Kata kunci : Anerobik Roughing Filter, kondisi anaerobik
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21387
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV