• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemanfaatan Urine Sapi dan Lumpur (Sludge) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sewon Bantul sebagai Pupuk Organik Cair dengan Metode Fermentasi

    Thumbnail
    View/Open
    01513022 Selyana Febriyanti.pdf (3.980Mb)
    Date
    2006
    Author
    Selyana Febriyanti, 01513022
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sebagai produk samping dari Instalasi Pengolahan Air Limbah Sewon adalah berupa lumpur organik yang dihasilkan pada salah satu proses pengolahan air limbah. Lumpur tersebut kaya akan bahan-bahan organik karena berasal dari air limbah domestik yang diproses secara biologi. Namun selama ini lumpur tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pada penelitian ini digunakan lumpur dari Sludge Drying Bed pada IPAL Sewon Bantul dan Urine sapi untuk pembuatan pupuk organic cair. Penelitian ini dilakukan pada kondisi anaerobik dengan variasi bahan urine sapi : lumpur , dengan perbandingan 100 : 0 , 90 : 10 , 80 : 20. 70 : 30 untuk menemukan kadar urine sapi dan kadar lumpur yang optimal dalam pembuatan pupuk organik berkualitas baik dan untuk mengetabui lama kematangan fermentasi. Pupuk organik cair menjadi salah satu alternatif untuk mengolah limbah padat organik dan limbah cair, sehingga menghasilkan suatu produk akhir yang lebih bernilai dan dapat dikembangkan dengan pesat. terutama oleh mereka yang lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan, karena proses ini dipandang sebagai alternatif terbaik dalam manajemen pengelolaan limbah padat dan cair. Selain itu dapat dilakukan secara manual proses ini relatif mudah untuk dilakukan dan memungkinkan untuk dipasarkan. Metode yang digunakan yaitu fermentasi. Lama proses kematangan fermentasi berlangsung selama 15 hari sampai kriteria pupuk matang telah terpenuhi. Campuran bahan dengan kombinasi 70:10 menghasilkan pupuk organik cair yang paling baik dengan kandungan % C/N sebesar 12.22 %, % N (Nitrogen) sebesar 0.009 %. Untuk % P (Phosphat) sebesar 0.022 %, sedangkan % K (Kalium) sebesar 0.010 %. Kata kunci : pupuk organik cair , lumpur, urine sapi, fermentasi.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21347
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV