• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Museum Bahari pada Taman Wisata Budaya di Kawasan Wisata Benteng Kuto Besak Palembang

    Thumbnail
    View/Open
    93310072 Dessy Arfianto-95310136 Deden Tresno Yuwono.pdf (5.860Mb)
    Date
    1998
    Author
    Hikmah Jaya Pramana, 93340022
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dunia kebaharian mengalami kemajuan yang cukup pesat dari tahun ke tahun. Setiap negara-negara maju dan berkembang, seakan berlomba-lomba dalam mengembangkan teknologi kebaharian ini. Hal ini di buktikan dengan adanya pameran-pameran kebaharian yang sering diadakan di negara-negara tersebut. Museum bahari merupakan salah satu elemen penunjang dalam mewadahi kegiatan pameran kebaharian pada masa kesultanan Palembang. Museum identik dengan kegiatan pameran, baik pameran yang bersifat tetap ( materi pameran yang bernuansa sejarah kebaharian Kesultanan Palembang ) maupun pameran yang bersifat temporer ( dapat berubah-ubah materi koleksinya sesuai dengan perkembangan ). Palembang adalah tempat yang kental dengan nuansa kebaharian sehingga merupakan tempat yang tepat bagi museum bahari kawasan benteng kuto besak sebagi pusat kesultanan Palembang, merupakan saksi sejarah tentang kebaharian rakyat Sumatera Selatan. Untuk itu keberadaan museum bahari yang berlokasi di kawasan benteng kuto besak tersebut bisa menjadi jawaban dari rasa ingin tahu masyarakat, mengenai dunia kebaharian pada kesultanan Palembang dan perkembangannya, baik dalam hal sejarahnya maupun teknologi kebaharian untuk masa yang akan datang. Dalam mendesain bentuk museum bahari perlu adanya ekspresi atau kesan dari bangunan agar mempunyai makna khusus bagi pengamat. Ekspresi sebuah bangunan dapat dilihat dari penampilan tiga dimensinya (persfektif). Selain itu pengamat akan mendapat kesan bangunan bahari, apabila lokasi dan bentuk bangunan tersebut mencerminkan kesan kuat dari kebaharian tersebut. Bentuk kapal naga merupakan makna dan dunia kebaharian rakyat Sumatera Selatan. Untuk mengekspresikan makna tersebut pada museum bahari, maka bangunan museum dirancang dengan konsep bentuk yang mengekspresikan kapal naga Palembang.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21287
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV