• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Museum Wayang di Yogyakarta Implementasi Ekspresi Wayang ke Dalam Desain Bangunan

    Thumbnail
    View/Open
    99512039 Taufik Yudhananta.pdf (2.828Mb)
    Date
    2002
    Author
    Taufik Yudhananta, 99512039
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Wayang sebagai warisan karya budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke berkembang sejak jaman prasejarah hingga mencapai kemerdekaannya, hal ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia mempunyai kebudayaan yang tinggi dan diwariskan secara turun temurun sehingga terpelihara keasliannya. Dalam perkembangannya seni pewayangan tidak terlepas dari perjalanan sejarah yang pada suatu waktu keberadaan wayang berbeda - beda, misalnya dari bahan pembuatannya, cerita wayang, jenis wayang, dll. Dalam rangka pelestarian budaya tersebut berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dimana salah satu usahanya adalah memasukkan dan menyimpannya didalam museum. Yogyakarta dikenal sebagai Kota Budaya yang banyak menyimpan warisan budaya dikarenakan peninggalan dari Kesultanan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat dan jaman dahulu sampai sekarang yang tiada habisnva. Potensi-potensi seni dan budaya Kota Yogyakarta sampai saat ini masih lestari dan banyak berkembang baik seni rupa tradisional, klasik, maupun modern yang tersebar diseluruh penjuru kota. Oleh karena itu banyak para wisatawan baik dalam maupun mancanegara memilih Kota Yogyakarta sebagai kota kunjungan wisata. Dari sekian banyak warisan budaya yang diwariskan adalah seni pewayangan yang sampai sekarang masih diangap"sakral" oleh kebanyakan orang. Seni pewayangan merupakan salah satu perbendaharaan budaya bangsa yang mempunyai arti penting bagi bangsa Indonesia, terutama bagi mereka yang mendalami dan menekuni isi ajaran tokoh-tokoh wayang dan ceritanya. Dalam kehidupan masyarakat sekarang ini, seni pewayangan sudah sedikit banyak ditinggalkan karena sudah dianggap kuno, mereka cenderung memilih kesenian yang lebih modern, kesenian yang mengikuti perkembangan jaman. Dalam upaya pelestarian wayang tersebut maka diperlukan suatu wadah yang dapat menampung kegiatan didalamnya, dalam hal ini adalah "museum wayang". Dalam pembahasan ini adalah bagaimana membuat sebuah bangunan museum untuk wayang yang meng-implementasikan ekspresi dari wayang tersebut sebagai konsep desain perancangannya, sehingga ekspresi dari wayang tersebut dapat menjiwai dan menyatu dalam bangunannya. Adapun yang menjadi batasan dari ekspresi wayang tersebut yang menjadi konsep desainnya yaitu Tokoh wayang Pandawa dan Gunungan wayang. Keduanya mempunyai hubungan yang erat dimana Gunungan merupakan bentuk universal dari wayang dalam arti simbol dari dunia pewayangan dan Pandawa merupakan salah tokoh yang diceritakan dalam pewayangan. Tokoh Pandawa ditransformasikan kedalam desain massa-massa bangunan, baik posisi atau perletakan bangunannya, bentuk bangunannya, dan fungsi bangunannya. Selain itu Tokoh Pandawa juga ditransformasikan ke dalam ruang-ruang pamernya yang berjumlah 5 sesuai dengan periodisasi jaman perkembangannya. Gunungan wayang ditransformasikan ke dalam desain pintu gerbang atau gapura di masing - masing bangunan sebagai elemen pengikat antara bangunan yang satu dengan yang lain. Selain itu gunungan wayang ini juga ditransformasikan ke dalam desain pintu pada ruang - ruang utama sebagai penanda peralihan atau transisi antar ruang. Didalam museum ini juga didukung dengan fasilitas penunjang berupa auditorium, tempat pertunjukan, pembuatan kerajinan wayang, perpustakaan, gallery, dan restoran/cafetaria. Sehingga diharapkan museum wayang ini nantinya mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam seni pewayangan sehingga warisan budaya wayang ini tidak akanluntur dan hilang dari pandangan dan jiwa bangsa Indonesia.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/21065
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV