• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perbandingan Karakteristik Marshall antara Campuran Beton Aspal yang Menggunakan Agregat Asal Cepu dan Clereng

    Thumbnail
    View/Open
    01511091 Bagus Kurniawan - 01511284 Anjar Krisniawan.pdf (6.423Mb)
    Date
    2005
    Author
    Bagus Kurniawan, 01511091
    Anjar Krisniawan, 01511284
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkerasan jalan merupakan lapisan yang terletak diatas lapisan tanah dasar yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi, dan selama masa pelayanan diharapkan tidak terjadi kerusakan yang berarti. Agar perkerasan mempunyai daya dukung dan keawetan yang memadai, tetapi juga ekonomis, maka perkerasanjalan dibuat berlapis-lapis. Potensi alam yang ada pada suatu daerah terkadang tidak maksimal dimanfaatkan, khususnya untuk perkerasan jalan. Peneliti mencoba meneliti agregat dari Cepu Blora. Sebagaimana diketahui, agregat kasar maupun halus merupakan komponen penting dalam sebuah perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perilaku agregat kasar dan halus Cepu dibandingkan agregat kasar dan halus Clereng, dan bagaimana kualitas agregat kasar Cepu ketika dikombinasikan dengan agregat halus Clereng dan sebaliknya. Metode penelitian yang digunakan mengacu pada petunjuk pelaksanaan LASTON Bina Marga 1987, dengan parameter antara lain : Stabilitas, flow, Marshall Quotient, VITM dan VMA, ditambah dengan Immersion test yang digunakan untuk mengetahui indeks kekuatan sisa Marshall. Kadar aspal yang digunakan dari variasi 5% sid 7%, dengan interval 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan agregat kasar dan halus Cepu dalam campuran memiliki stabilitas yang lebih rendah dari Clereng namun selisihnya tidak begitu besar. Penggunaan agregat kasar atau halus Cepu akan menurunkan nilai stabilitas jika dikolaborasikan dengan agregat kasar atau halus Clereng. Nilai flow campuran agregat kasar dan halus Cepu dalam campuran 2,3 mm lebih tinggi dari kombinasi lain, hal itu bisa dijadikan scbagai pcrtimbangan bahwa campuran agregat kasar dan halus Cepu memiliki fleksibilitas dan dmabilitas yang lebih tinggi.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/20673
    Collections
    • Civil Engineering [4722]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV