• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penurunan Konsentrasi Amonia (NH₃) dan Chemical Oxygen Demand (COD) pada Limbah Cair Laboratorium Universitas Islam Indonesia Menggunakan Reaktor Aero Karbon Filter

    Thumbnail
    View/Open
    02513085 Wahyu Mulyani.pdf (4.897Mb)
    Date
    2006
    Author
    Wahyu Mulyani, 02513085
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Secara umum proses pengolahan limbah cair pada dasarnya adalah suatu perlakuan tertentu terhadap limbah cair sebelum limbah tersebut dibuang ke lingkungan, sehingga limbah tersebut tidak mengganggu media/lingkungan penerimanya. Air buangan dari laboratorium disinyalir mengandung bahan-bahan organik dan anorganik yang tinggi. Salah satunya adalah parameter COD dan Amoniak (NH₃). Berdasarkan data pengujian awal, konsentrasi parameter COD dan Amoniak (NH₃) pada limbah cair laboratorium Universitas Islam Indonesia adalah 1727.88 mg/It dan 40 mg/It, dimana konsentrasi tersebut melebihi standar baku mutu. Salah satu alternatif pengolahan limbah yang mengandung bahan-bahan organik tinggi ini adalah dengan menggunakan reaktor aerokarbonfilter. Reaktor ini tersusun dari aerator, adsorben-zeolit dan filter pasir kuarsa dan kerikil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kcmampuan reaktor aerokarbonfilter dalam menurunkan konsentrasi COD dan NH₃, untuk mengetahui besarnya efisiensi penurunan konsentrasi COD dan NH₃ dengan menggunakan reaktor aerokarbonfilter, dan mengetahui lama waktujenuh zeolit dalam menurunkan konsentrasi COD dan NH₃. Metode penelitian dilakukan yaitu dengan mengalirkan air limbah melewati proses aerasi, adsorpsi dengan zeolit serta penyaringan dengan filter pasir kuarsa. Reaktor ini mcmiliki panjang 30 cm dan lebar 30 cm, ketinggian total 135 cm; dengan ketebalan zeolit 40 cm dan filter pasir 32 cm dan ketebalan kerikil 8 cm. Variasi pengambilan sampel adalah mulai dari 0, 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Pengambilan sampel air limbah dilakukan pada outlet aerasi, outlet adsorpsi, dan outlet filtrasi dengan waktu pengambilan sampel tiap 30 menit. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa reaktor aerokarbonfiIter mampu menurunkan konsentrasi COD dengan efisiensi penurunan sebesar 15,09% yang terjadi pada menit ke 0 dan NH₃ dengan efisiensi penurunan sebesar 86,08% yang terjadi pada menit ke 30. Penurunan ini karena proses aerasi dan filtrasi. Proses adsorpsi oleh zeolit tidak dapat menurunkan konsentrasi COD dan NH₃ karena limbah laboratorium terlalu pekat. Karena limbah laboratorium terlalu pekat sehingga merusak kerangka zeolit. Kata Kunci: Limbah laboratorium, Reaktor Aerokarbonfilter, COD, Amoniak (NH₃).
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/20617
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV