• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Museum Sejarah "Gajah Mada" Sidoarjo Transformasi Spirit Kejuangan Gajah Mada ke dalam Citra Visual Bangunan

    Thumbnail
    View/Open
    01512076 Kumalasari Bhekti Indriyani.pdf (5.826Mb)
    Date
    2005
    Author
    Kumalasari Bhekti Indriyani, 01512076
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Museum Mpu Tantular adalah kelanjutan dari Stedelijk Historich Museum Surabaya, yang didirikan oleh Von Vaber berkebangsaan Jerman yang sudah menjadi warga Surabaya. Lembaga kebudayaan ini didirikan pada tahun 1933, namun baru diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937 di gedung sendiri di Jalan Pemuda 33 Surabaya. Sebelum Von Vaber sampai pada ide untuk mendirikan sebuah museum, terdapat ide-ide dan pemikiran pokoknya yaitu: 1. Mengungkapkan sejarah kota Surabaya sebagai kota kelahiran 2. Mempersembahkan suatu Lembaga Kebudayaan yang pada akhirnya diwujudkan dalam bentuk museum Usaha-usaha ini dirintis oleh Von Vaber dimulai dengan mengumpulkan data secara sistematis sebagai bahan penulisan buku "OLD SURABAYA" (Surabaya Lama). Setelah buku tersebut dapat diterbitkan, langkah berikutnya adalah penulisian buku "NEW SURABAYA" (Surabaya Baru) yang diterbitkan tahun 1933. Museum yang dirintis oleh Von Vaber dimulai dengan wujud yang sangat kecil dalam suatu ruangan Readhuis Ketabang. Kemudian muncul tawaran dari Nyonya Janda Han Tjiong untuk menempatkan museum ini dalam suatu ruangan di Tegal Sari yang luasnya lima kali dari luas semula. Karena perkembangannya maka ruangan tadi juga dirasakan kurang memadai lagi, untuk itu diusahakan agar mendapat ruangan yang lebih luas dan memadai untuk museum. Usaha tersebut terlaksana berkat diperolehnya sebuah bangunan baru di Jalan Simpang yang sekarang disebut sebagai Jalan Pemuda Surabaya, dan dibiayai oleh masyarakat. Von Vaber meninggal dunia pada tanggal 30 September 1955. Sepeninggal Von Vaber, museum tersebut tidak terawat, koleksinya banyak yang rusak atau hilang. Kemudian museum ditempatkan di bawah yayasan Pendidikan Umum yang menjaga kelangsungan hidup museum. Selanjutnya timbul inisiatif untuk menyerahkan museum ini kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur. Peresmian dilakukan pada tanggal 1 Nopember 1974. Selanjutnya Museum Negeri Jawa Timur ini diberi nama Mpu Tantular dengan lokasi awalnya di jalan Pemuda 3 Surabaya. Karena penambahan koleksinya maka pada pertengahan bulan September -Oktober 1975 museum ini dipindahkan ke jalan Taman Mayangkara no.6 Surabaya.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/19988
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV