• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemakaian Geotekstil sebagai Perkuatan Tanah Lunak pada Badan Jalan

    Thumbnail
    View/Open
    93310133 Didiet Adhitya Melle - 93310137 Popo Jatmiko.pdf (3.894Mb)
    Date
    1999
    Author
    Didiet Adhitya Melle, 93310133
    Popo Jatmiko, 93310137
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pada perencanaan konstruksi jalan, biasanya geotekstil digunakan bila daya dukung lapis tanah dasarnya lemah. Fungsi utama penggunaan geotekstil di dalam konstruksi jalan sebagai lapis pemisah (separation), tetapi di dalam metode perancangannya geotekstil cenderung diasumsikan sebagai perkuatan (reinforcement). Kemungkinan terjadi longsor pada setiap lereng selalu ada. Jadi perlu dilakukan pemeriksaan atau penilaian terhadap lereng tersebut untuk mengetahui apakah longsor atau tidak. Untuk tinggi rencana urugan mula-mula dan ketebalan lapisan jalan dapat dihitung dengan metode modifikasi AASHTO. Untuk metode Steward dkk (1977) mempertimbangkan jumlah bekas roda yang akan terjadi di bawah tekanan yang bekerja pada tanah dasar akibat beban lalu lmtas, tanpa dan dengan separasi geotekstil. Untuk pemenksaan lereng digunakan metode insan dengan permukaan gelincir yang diasumsi sebagai lengkung lingkaran. Dengan perencanaan metode modifikasi AASHTO dan metode Steward dkk (1977) tanpa dan dengan penggunaan geotekstil, didapat tebal lapisan pondasi bawah dan tebal tanah timbunan yang berbeda. Di mana tebal lapisan pondasi bawah tanpa penggunaan geotekstil sebesar 650 mm dan tebal tanah timbunan tanpa penggunaan geotekstil sebesar 525 mm, sedangkan tebal lapisan pondasi bawah dengan penggunaan geotekstil sebesar 620 mm dan tebal tanah timbunan dengan penggunaan geotekstil sebesar 300 mm. Setelah lereng yang ada didapatkan angka keamanannya maka kebutuhan geotekstil pada lereng dapat dihitung.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/19834
    Collections
    • Civil Engineering [4722]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV