• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Sertifikasi Pekerja Operasional Konstruksi pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung di Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    94310051 Yanwar Prihantoro - 94310315 Bahruni Rahman.pdf (6.432Mb)
    94310051 Yanwar Prihantoro - 94310315 Bahruni Rahman-2.pdf (555.7Kb)
    Date
    2002
    Author
    Yanwar Prihantoro, 94310051
    Bahruni Rahman, 94310315
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dilatar belakangi oleh tuntutan profesionalisme di segala bidang termasuk sektor jasa konstruksi, maka pemerintah telah mengeluarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. Dalam undang-undang disebutkan bahwa diperlukan adanya sertifikasi ketrampilan dan keahlian kerja bagi tenaga kerja konstruksi. Termasuk di dalamnya adalah pekerja operasional konstruksi yaitu tukang. Terlebih lagi keberhasilan suatu proyek ditentukan antara lain oleh kualitas pekerja operasionalnya. Namun ternyata perangkat atau pun lembaga yang akan memberikan sertifikast tersebut belum siap, sehingga draft atau susunan materi apa saja yang akan dijadikan variabel sertifikasi tersebut belum ada. Oleh karena itu akan diadakan pemberian sertifikasi bagi pekerja operasional konstruksi atau tukang yang bermukim di wilayah Yogvakarta dan sekitarnya. Pada tahap awal adalah menyediakan perangkat atau sistem untuk memberikan sertifikat tersebut. Untuk mengetahui variabel-variabel apa saja yang menentukan proses sertifikasi, maka diadakan penelitian melalui kuisioner yang disebarkan ke masyarakat konstruksi di Yogyakarta yang dikelompokkan menjadi empat yaitu Asosiasi, Praktisi, Akademisi dan Pemerintah. Di dalam kuisioner tersebut ditanyakan variabel-variabel apa saja yang dianggap perlu untuk disertakan dalam proses sertifikasi, didasarkan pada teori dan praktek di lapangan. Kemudian data yang diperoleh diolah dengan metoda statistik guna mencan variabel-variabel mana saja yang menentukan dalam proses sertifikasi pekerja operasional konstruksi. Sekaligus mengetahui rangking dan variabel-variabel tersebut serta mencari ada atau tidak perbedaan persepsi dan masyarakat konstruksi terhadap variabel-variabel tersebut. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapat beberapa variabel yang menentukan dalam proses sertifikasi, yaitu : pendidikan formal, pendidikan non formal, pengalaman kerja, keikutsertaan tukang dalam suatu proyek, kemampuan kerja sama, kemampuan mencerna perintah atasan, faktor usia, kemampuan membaca gambar, kemampuan menggunakan alat, registrasi sertifikat ketrampilan dan klasifikasi ketrampilan kerja, kualifikasi tukang dan pengetahuan struktur bangunan/bahan bangunan. Diketahui pula bahwa tidak ada perbedaaan persepsi yang signifikan antar kelompok masyarakat konstruksi terhadap variabel-variabel yang telah didapat.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/19715
    Collections
    • Civil Engineering [4758]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV