• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Media Penelitian dan Pengembangan Potensi Air Preseden Air + Arsitektur

    Thumbnail
    View/Open
    96340058 Muhammad Subhan.pdf (3.067Mb)
    Date
    2000
    Author
    Muhammad Subhan, 96340058
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Air adalah misteri. Ia dimitoskan secara beragam dalam berbagai budaya: melambangkan kesucian, kesuburan, kekuasaan, kehidupan dan atau kematian. Sebab itu, menifestasi fisiknya -yakni bentukan arsitekturalnya- memiliki kesamaan sekaligus keragaman, ini terlihat dalam hal pembentukan ruang dan massa, perbandingan antara air dan bangunan, penentuan orientasi visual, dan penyelesaian detail-detailnya. Tamansari di Yogyakarta melam bangkan keintiman dan saling keterkaitan sebagaimana hubungan antara pria dan wanita, pada taman Sunyaragi dikatakan sebagai lambang penyucian dengan pintu menuju Mekkahnya dan pengkonsentrasian kekuasaan, sedangkan di Angkor Kamboja melambangkan kekuasaan. Perbandingan antara bangunan dan air pada Tamansari 1: 2, dan pada Angkor 1 :2. Orientasi visual di Tamansari adalah air (kolam) itu dominan, di Sunyaragi air (grotto dan cascade) sebagai tirai pintu menuju Mekkah, dan di Angkor air (pond dan pool) sebagai pergumulan sang Naga dan baginda Raja. Elemen yang banyak di Tamansari adalah pool, basin, grilles, dan barceau, di Sunyaragi terdapat grotto, barceau, cascade, basin, dan pond, sedangkan di Angkor adalah basin dan pool sebagai reflektor. Perencangan Media Penelitian dan Pengembangan Potensi Air mengadopsi konsep-konsep dari tiga bangunan tersebut untuk menciptakan tatanan yang menunjukkan sifat air (pergerakan, ketenangan dan warna dasar air). Water is mysterious. It's myth differs among cultures: symbolize sacredness, fertility, power, death and or life. Therefore, its physical manifestation -i.e. architectural form—shows both similarities and variations. This could be in arrangementof mass and space, proportion between the water and the building, domination of visual orientation, andfinishing of the detail. Tamansari Yogyakarta symbolize sexual relation as woman and man, Taman Sunyaragi Cirebon symbolize sacredness and the way to Makkah while Angkor Cambodia symbolize power. Proportion between the building and the water in Tamansari is 1:2, while in Angkor 1:2 too. Visual orientation in Tamansari is domination the water (pool), in Sunyaragi domination the water (cascade andgrotto) is veil to Makkah, and while in Angkor the water (pond and pool) is struggle the dragon and the king. Element in Tamansari are pool, basin, grilles dan barceau, in Sunyaragi are grotto, barceau, cascade, basin, and pond, in Angkor are basin, pool, and pond. The design of Water Research Centre adopts those concepts to create an architectural form thatthe wateraspect.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/19660
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV