• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efektifitas Horizontal Flow Roughing Filter dalam Menurunkan Kekeruhan dan Total Suspended Solid (TSS) pada Air Permukaan

    Thumbnail
    View/Open
    01513103 Mais Malida.pdf (3.180Mb)
    Date
    2006
    Author
    Mais Malida, 01513103
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kepadatan penduduk yang terus meningkat secara nyata khususnya masyarakat kota Yogyakarta menyebabkan pencemaran air permukaan yang disebabkan oleh air hujan, buangan limbah domestik maupun limbah industri yang masuk ke badan air seperti sungai. Sehingga menyebabkan air permukaan berwarna keruh dan mengandung suspended solid yang tinggi karena keberadaanya sebagai saluran terbuka. Untuk itu pengolahan pretreatment diperlukan untuk mengurangi kekeruhan dan TSS sebelum air masuk ke pengolahan selanjutnya. Salah satu alternatif pengolahan yang sangat sederhana yang dapat diterapkan di negara berkembang adalah melewatkan air permukaan tersebut kedalam prefilter kerikil yang dialirkan dengan arah horizontal. Prefilter ini menggunakan media kerikil yang biasanya berukuran 24-2 mm, dengan perbandingan tiap kompartemen 1: 2: 3 atau sering disebut horizontal flow roughing filter, tiap kompartemen berisi kerikil kasar, sedang, halus. Horizontal flow roughing filter tidak hanya simpel, efesien, dan bebas alternatif bahan kimia, selain itu tidak membutuhkan peralatan canggih sehingga mudah dioperasikan. Penelitian ini menggunakan reaktor horizontal flow roughing filter dengan variasi ukuran media kerikil. Variasi pertama menggunakan gravel dengan ukuran (19; 15.8; 11.1)mm dan variasi kedua dengan menggunakan gravel ukuran (11.1; 6.3; 2.3)mm. yang keduanya dioperasikan dengan variasi kecepatan 0.3 m/jam, 0.6 m/jam, 0.9 m/jam. Luas permukaan reaktor adalah A = 0.3 m², tinggi h = 0.3 m Untuk analisa laboratorium, Metode Nephelometric digunakan untuk menguji Kekeruhan dengan menggunakan Turbidimeter. Sedangkan analisa laboratorium untuk TSS menggunakan metode Gravimetri. Berdasarkan hasil analisa laboratorium diperoleh efesiensi kekeruhan sebesar 72.43% dan TSS sebesar 94.68%. Dari hasil uji statistik diketahui bahwa ada pengaruh antara variasi gravel dan variasi kecepatan. Gravel yang paling baik yaitu (11.1; 6.3; 2.3)mm dengan kecepatan 0.9 m/jam.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/19075
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV