Show simple item record

dc.contributor.authorNovida Kartika Hadhi, 97512068
dc.date.accessioned2020-04-03T04:28:52Z
dc.date.available2020-04-03T04:28:52Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/19057
dc.description.abstractGedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo merupakan gedung perkantoran yang terletak di kota Administrasi Kulon Progo, dimana dalam perkembangannya dinilai tidak representative lagi atau tidak dapat mewakili status gedung sebagai wadah aktifitas anggota Dewan Legislatif Daerah. Ketidaksesuaian tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu tuntutan masyarakat terhadap pelayanan anggota DPRD setelah era Reformasi berlangsung, perubahan-perubahan pada sistem dan sistim pemerintahan saat era Reformasi serta ketidaksesuaian antara kebutuhan dan kapasitas ruang. Pada analisa, metode penulisan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu analisa fungsional bangunan yang membahas tentang kedudukan site, fungsi umum bangunan dan fungsi ruang serta besarannya. Kelompok yang kedua adalah analisa citra dan kesan bangunan yang membahas tentang dasar-dasar kesan keterbukaan dan kewibawaan yaitu dasar-dasar umum yang dapat membentuk ekspresi bangunan yang berkesan terbuka dan wibawa serta citra bangunan yang kontektual pada bangunan Joglo sebagai bangunan tradisional Kulon Progo yang membahas tentang metode penerapan arsitektur tradisional secara analogi dan simbolisasi dengan metode preseden. Kelompok ketiga dalah analisa dasar perancangan yang membahas penerapan dasar perancangan dengan unsur penampilan bangunan melalui kesesuaian penerapan kesan dan citra bangunan yaitu, kesesuaian dasar perancangan dengan kesan dan citra yang dapat diterapkan melalui unsur-unsur penampilan bangunan. Hasil pengembangan pada analisa merupakan dasar-dasar yang diambil untuk menyusun konsep perancangan, yaitu penerapan dari analisa satu dan dua yang diterapkan pada analisa ketiga meiiputi konsep penentuan site, konsep kebutuhan ruang, konsep hubungan dan organisasi ruang, konsep tata masa, konsep penataan ruang dan lanscape, konsep perletakan sirkulasi serta konsep pembentukan fasade, struktur dan utilitas yang semuanya dihubungkan dengan penerapan kesan dan citra bangunan yang kontektual dengan arsitektur tradisional Kulon Progo. Penerapan kesan Keterbukaan dimaksimalkan pada ruang-ruang publik sedangkan kesan Kewibawaan dimaksimalkan pada ruang-ruang prifat, serta citra bangunan yang kontektual pada bangunan Tradisional diterapkan pada vasade bangunan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGedung Perwakilan Rakyat Daerah Kulon Progoen_US
dc.subjectPenerapan Citra Keterbukaan dan Kewibawaanen_US
dc.subjectKontektual pada Bangunan Tradisional Kulon Progoen_US
dc.titleGedung Perwakilan Rakyat Daerah di Kulon Progo Penerapan Citra Keterbukaan dan Kewibawaan dengan Kontektual pada Bangunan Tradisional Kulon Progoen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record