• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ANALISA FAKTOR IMPLEMENTASI PROYEK BELT AND ROAD INITIATIVE TIONGKOK DI SRI LANKA

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.pdf (101.5Kb)
    03 daftar isi.pdf (152.5Kb)
    04 abstract.pdf (89.30Kb)
    05.2 bab 2.pdf (443.2Kb)
    05.4 bab 4.pdf (156.4Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (241.5Kb)
    Date
    2020-01-06
    Author
    Muhammad Dimas Audi Nurapraja, 16323023
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    One Belt One Road yang pada akhirnya dirubah nama menjadi Belt and Road Initiative merupakan program luar negeri milik Tiongkok ketika Xi Pinjing terpilih sebagai Presiden ke-7 Republik Rakyat Tiongkok. Secara sederhana, BRI adalah program yang dapat membantu negara – negara mitra BRI dalam mengatasi permalasahan ekonomi baik domestiknya sendiri atau urusan mancanegara seperti utang, pinjaman dan lain sebagainya. Sri Lanka yang memiliki Pelabuhan Colombo dan adanya keinginan Tiongkok untuk membangun dan meningkatkan fasilitas Pelabuhan Colombo mendapat respon yang kooperatif dari Pemerintahan Sri Lanka. Tetap dengan menyetujui semua kesepakatan yang terjadi dan penerapan, adopsi dan adaptasi akibat perjanjian dalam BRI tersebut juga menjadi pertimbangan lain Sri Lanka untuk menanda tangani perjanjian BRI milik Tiongkok tersebut. Munculnya kerja sama tersebut menjadi salah satu alasan penulis dalam pemilihan tema besar untuk dibahas. Penggunaan teori sebagai yang menjadi sudut pandang penulis yaitu dependence theory karena berkaitan dengan pelaksanaan program BRI di Sri Lanka. Tiongkok dengan visi luar negerinya dapat mewujudkannya di Sri Lanka melalui program BRI. Dari pelaksanaan program BRI, Tiongkok mampu menekan biaya transportasi dalam jasa pengirimannya, mendapatkan suplai energi dan memberikan alternatif pengaruhnya dengan soft power yang dimiliki Tiongkok. Sri Lanka yang terlewati rute BRI selain Pelabuhan Colombo terdapat pengadaan dibangunnya bandara internasional untuk mendukung program BRI. Beiringan dengan pembangunan bandara internasional tersebut, Sri Lanka memperoleh transfer ilmu pengetahuan dan teknologi Tiongkok serta bertambahnya koneksi di dunia Internasional.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/18604
    Collections
    • International Relations [914]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV