• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PERAN KOREA SELATAN SEBAGAI NEGARA MIDDLE POWER DALAM KRISIS HUBUNGAN AMERIKA SERIKAT – KOREA UTARA TAHUN 2017 – 2018

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (111.5Kb)
    01 cover.pdf (197.8Kb)
    02 preliminari.pdf (696.6Kb)
    03 daftar isi.pdf (355.8Kb)
    04 abstract.pdf (192.5Kb)
    05.1 bab 1.pdf (163.2Kb)
    05.2 bab 2.pdf (692.1Kb)
    05.3 bab 3.pdf (496.0Kb)
    05.4 bab 4.pdf (597.7Kb)
    05.5 bab 5.pdf (489.2Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (535.4Kb)
    15323113.pdf (428.9Kb)
    Date
    2019-11-18
    Author
    Rhodatul Aisy Fentyum Nisa, 15323113
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tulisan ini menunjukkan puncak hubungan Amerika Serikat – Korea Utara mengalami ketegangan pada tahun 2017 yang kemudian disusul dengan perundingan pada tahun 2018. Krisis hubungan ini menimbulkan banyak ancaman bagi dunia internasional terutama di Semenanjung Korea. Uji coba nuklir yang terus dilakukan oleh Korea Utara mengancam negara-negara di kawasan, khususnya aliansi militer Amerika Serikat yaitu Korea Selatan. Korea Selatan sebagai negara middle power berusaha melakukan aktivitas diplomatik untuk mengatasi ketegangan diantara kedua negara tersebut. Variabel middle power Korea Selatan dalam penelitian ini adalah melalui peran catalyst, facilitator, manager. Peran catalyst menjadikan Korea Selatan menginisiasi hubungan kerjasama dan dialog dengan negara yang memperebutkan power di kawasan yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat. Sementara, peran facilitator mengharuskan Korea Selatan bekerja membentuk koalisi dengan aliansinya yaitu Amerika Serikat dan Jepang. Kemudian, manager dilakukan dengan membangun kepercayaan dengan Korea Utara yang setelahnya mengeluarkan deklarasi untuk menciptakan perdamaian. Demikian, tujuan penelitian ini untuk melihat hasil dari peran Korea Selatan menggunakan konsep middle power melalui tiga variabel yakni catalyst, facilitator, manager dalam krisis hubungan Amerika Serikat – Korea Utara di tahun 2017 – 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data sekunder yang akan dianalisa dalam bentuk deskriptif analisis. Hasil penemuan tulisan ini menyarankan strategi Korea Selatan dalam mengatasi krisis hubungan ini harus berkomitmen mengikat pada kerjasama tingkat multilateral karena keberhasilan diplomasi middle power membutuhkan kontribusi mitra koalisi yang mapan.
    URI
    http://dspace.uii.ac.id/123456789/18434
    Collections
    • International Relations [914]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV