• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT (Fe, Cd, Cu, Zn, Pb dan Mn) PADA AIRTANAH DAN POTENSI RISIKO LINGKUNGAN DI KECAMATAN ASEMBAGUS SITUBONDO

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (303.5Kb)
    01 cover.pdf (11.17Kb)
    02 preliminari.pdf (826.5Kb)
    03 daftar isi.pdf (141.1Kb)
    04 abstract.pdf (15.32Kb)
    05.1 bab 1.pdf (24.77Kb)
    05.2 bab 2.pdf (290.6Kb)
    05.3 bab 3.pdf (530.2Kb)
    05.5 bab 5.pdf (14.94Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (135.8Kb)
    08. naskah publikasi.pdf (651.0Kb)
    Date
    2019-10-21
    Author
    TAUFIQUR RAHMAN PRISTIYANTO, 15513210
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sumber airtanah di Kecamatan Asembagus terkontaminasi effluent dari Kawah Ijen yang mengalir bersama aliran Sungai Banyupahit-Banyuputih. Sungai tersebut kaya akan kandungan logam berat Fe, Cd, Cu, Zn, Pb, serta Mn (Fe=1997 mg/L; Cu=0,19 mg/l; Zn=4,8 mg/L; Pb=4,9 mg/L). Hingga saat ini, sebagian besar masyarakat Asembagus masih menggunakan airtanah sebagai air minum dan irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsentrasi dari logam berat Fe, Cd, Cu, Zn, dan Pb pada airtanah Kecamatan Asembagus, kemudian membandingkannya dengan penelitian terdahulu, memperkirakan distribusi kontaminan serta potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, dan memberikan solusi teknis yang tepat untuk mengurangi dampak kontaminasi logam berat. Metode pengambilan sampel air dan pengujian laboratorium mengacu kepada SNI (Standar Nasional Indonesia) menggunakan instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil pengujian menunjukkan konsentrasi Fe, Cu, Zn, dan Mn masih berada di bawah baku mutu, sedangkan konsentrasi logam Cd dan Pb melebihi baku mutu. Persebaran logam berat pada tiap zona berbeda-beda dan cenderung meningkat pada zona bawah. Konsentrasi yang melebihi baku mutu ini menyebabkan naiknya angka penderita hipertensi dari tahun-tahun sebelumnya. Tingkat risiko tidak aman logam Fe (24% dewasa), Pb (65% anak-anak; 100% dewasa), dan Cd (53% dewasa). Dikarenakan sifat bioakumulasi dan biomagnifikasi logam-logam ini di lingkungan, maka perlu dilakukan pengolahan air agar aman untuk dikonsumsi, salah satunya dengan menggunakan metode koagulasi-flokulasi dan filter multimedia.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/17763
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV