• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ANALISIS PROSES PENINGKATAN 5S DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS: CV. SOGAN BATIK REJODANI)

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (175.9Kb)
    01 cover.pdf (74.29Kb)
    03 daftar isi.pdf (251.9Kb)
    04 abstract.pdf (44.56Kb)
    05.1 bab 1.pdf (371.2Kb)
    05.3 bab 3.pdf (417.8Kb)
    05.6 bab 6.pdf (113.7Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (543.8Kb)
    Date
    2019-09-25
    Author
    Intania Widyantari Kirana, 15 522 166
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Salah satu tanda perkembangan industri yang semakin bersaing yaitu banyak berdirinya usaha kecil menengah (UKM) dimana UKM mengalami perkembangan yang bagus. Salah satu UKM di Indonesia yaitu CV Sogan Batik Rejodani merupakan UKM produksi batik dimana sedang menjalankan budaya 5S. 5S telah berjalan dalam jangka waktu yang singkat selama 2 bulan namun belum mencapai maksimal sesuai target perusahaan dikarenakan 5S belum dijadikan sebagai budaya kerja oleh karyawan. Perlunya peningkatan 5S pada CV. Sogan Batik Rejodani untuk menjadikan 5S sebagai budaya kerja dengan mengetahui proses peningkatan 5S melalui Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP digunakan untuk mengetahui urutan dalam melakukan perbaikan dari aktivitas 5S sebelumnya dengan analisa dari akar permasalahan skor terkecil di setiap ruangan. Diketahui bahwa 5 area proses produksi memiliki proses perbaikan yang berbeda-beda dari hasil AHP seperti area pemotongan & pembatikan dan packaging yang memprioritaskan visual management yang paling utama, area inventory dan prapotong dimana mengenalkan 5S ke karyawan menjadi prioritas utama, area penjahitan yaitu membuat jadwal controlling rutin, dan Quality Control dan Finishing menghasilkan peringatan untuk selalu melaksanakan 5S ke karyawan. Untuk hasil peningkatan dimana kelima area tersebut mengalami peningkatan aktivitas 5S sesuai target perusahaan dengan memperoleh skor implementasi 5S diatas 70% dari skor tertinggi di setiap departemen seperti area Pemotongan & Pembatikan dan Packaging memperoleh skor 88% dari skor maksimal, 92% untuk area Inventory & Prapotong dan Penjahitan, dan 91% pada area Quality Control dan Finishing. Peningkatan tersebut diperoleh berdasarkan implementasi 5S dari perbaikan yang disarankan dengan metode AHP serta audit 5S selama 12 periode dengan form audit 5S. Proses tersebut dapat memberikan umpan balik dari karyawan yang berdampak pada lingkungan yang berkualitas dari penyebaran kuesioner. Dari hasil penyebaran kuesioner diperoleh nilai rata-rata 4 atau karyawan setuju dengan adanya peningkatan implementasi 5S untuk menjadikan 5S sebagai budaya kerja.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/17393
    Collections
    • Industrial Engineering [2936]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV