• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Museum Kapal dan Perahu Tradisional di Makassar

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (54.13Kb)
    02 preliminari.pdf (142.5Kb)
    03 daftar isi.pdf (228.9Kb)
    04 abstract.pdf (99.37Kb)
    05.1 bab 1.pdf (569.6Kb)
    05.2 bab 2.pdf (1.959Mb)
    05.3 bab 3.pdf (1.526Mb)
    05.4 bab 4.pdf (1.041Mb)
    06 daftar pustaka.pdf (80.83Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (331.4Kb)
    Date
    2002
    Author
    Astuti, Niken Probondani
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang pernah menjadi pusat perniagaan dan kegiatan laut pada zaman dahulu, yang melahirkan pelaut-pelaut yang tangguh. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, kapal dan perahu tidak hanya dipandang sebagai alat angkut semata tetapi juga sebagai produk budaya, hasil cipta, rasa, karya dan karsa yang dipandang memiliki makna dan simbolik yang sangat berpengaruh pada kebudayaan bahari masyarakat Sulawesi Selatan. Salah satu perahu yang sangat terkenal dan merupakan kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan adalah perahu Pinisi. Sebagai usaha pewarisan yang dianggap terbaik adalah melalui suatu wadah yang dapat mengungkapkan secara objektif nilai budaya dan pendidikan yang terkandung dalam hasil peninggalan dalam bidang maritim adalah museum.Namun permasalahan museum-museum yang ada sekarang ini adalah atensi masyarakat sangat minim, karena tidak memancing minat dan aspirasi masyarakat akibat dari kemonotonan penyajian obyek dan ruang pamer. Oleh karena itu butuhkan penciptaan tata ruang dalam yang mampu menunjang proses penyampaian informasi yang rekreatif dan informatif yang pada akhimya penampilan fisik merupakan faktor penunjang bersama agar bisa menarik pengunjung yang menghadirkan bentuk bangunan dengan pendekatan konsep pada bentuk dan simbol-simbol perahu Pinisi. Dalam menciptakan tata ruang yang rekreatif dan informatif, digunakan konsep dari tahapan proses pembuatan kapal Pinisi yaitu proses pencarian kayu pembuatan kapal dan peluncuran yang ditransformasikan kedalam tata ruang pamer menjadi proses pencarian, pengenalan.pemahaman yang pada akhimya dapat menghasilkan kepuasan batin bagi pengunjung itu sendiri. Konsep ini diwujudkan melalui organisasi ruang, hubungan ruang, sirkulasi dan tata ruang pamer. Untuk penampilan bangunan konsep yang digunakan penganalogian dari unsur-unsur dan symbol-simbol yang menjadi karakteristik dari Kapal Pinisi. Yang dituangkan ke dalam bentuk dan elemen-elemen bangunan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1730
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV