• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Chemistry
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Chemistry
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGARUH WAKTU FERMENTASI TANDAN KELAPA SAWIT BERBANTUKAN ENZIM SELULASE BATANG JAMUR TIRAM PADA PEMBUATAN BIOETANOL MENGGUNAKAN METODE SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF)

    Thumbnail
    View/Open
    01 Cover.pdf (147.3Kb)
    02 Preliminary.pdf (656.8Kb)
    03 Daftar Isi.pdf (270.8Kb)
    04 Abstrak.pdf (203.1Kb)
    05 1 Bab 1.pdf (204.1Kb)
    05 2 Bab 2.pdf (169.8Kb)
    05 4 Bab 4.pdf (196.7Kb)
    05 5 Bab 5.pdf (980.5Kb)
    05 6 bab 6.pdf (133.3Kb)
    06 Daftar pustaka.pdf (427.6Kb)
    Date
    2019-09-19
    Author
    ARIF HIDAYAT, 15612209
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bioetanol dari tandan kelapa sawit menggunakan metode simultaneous saccharification and fermentation (SSF). Tandan kelapa sawit merupakan limbah pertanian yang mengandung lignoselulosa yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan energi alternatif seperti bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah tandan kelapa sawit dan menentukan waktu optimal fermentasi etanol yang dihasilkan. Metode yang dilakukan ialah metode SSF dimana metode ini memiliki kelebihan yaitu waktu yang relatif lebih singkat karena proses hidrolisis dan fermentasi dilakukan dalam satu reaktor, biaya yang relatif murah, dan lebih efisien. Proses hidrolisis menggunakan enzim selulase dari ekstrak batang jamur tiram, sedangkan proses fermentasi menggunakan ragi S. cerevisiae. Sampel bubuk tandan sawit, ekstrak batang jamur tiram, ragi, dan akuades dimasukan pada satu reaktor dalam 1, 2, dan 3 hari. Selulosa pada tandan sawit akan terhidrolisis melalui bantuan enzim selulase kemudian langsung dikonversi menjadi etanol oleh ragi S. Cerevisiae. Bioetanol kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer Uv-Vis double beam dan dimurnikan menggunakan distilasi lalu dianalisis menggunakan Gas Chromatography dengan membandingkan waktu retensi. Variabel yang dilakukan ialah waktu fermentasi yaitu selama 1, 2, 3 hari dengan volume enzim selulase 25 mL. Dari hasil penelitian didapatkan kadar bioetanol tertinggi 10,7% dengan waktu fermentasi selama 3 hari dan kemiripan waktu retensi.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/16913
    Collections
    • Chemistry [738]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV