PENGARUH WAKTU FERMENTASI TANDAN KELAPA SAWIT BERBANTUKAN ENZIM SELULASE BATANG JAMUR TIRAM PADA PEMBUATAN BIOETANOL MENGGUNAKAN METODE SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF)
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bioetanol dari tandan kelapa
sawit menggunakan metode simultaneous saccharification and fermentation
(SSF). Tandan kelapa sawit merupakan limbah pertanian yang mengandung
lignoselulosa yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan energi alternatif seperti
bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah tandan kelapa sawit
dan menentukan waktu optimal fermentasi etanol yang dihasilkan. Metode yang
dilakukan ialah metode SSF dimana metode ini memiliki kelebihan yaitu waktu
yang relatif lebih singkat karena proses hidrolisis dan fermentasi dilakukan dalam
satu reaktor, biaya yang relatif murah, dan lebih efisien. Proses hidrolisis
menggunakan enzim selulase dari ekstrak batang jamur tiram, sedangkan proses
fermentasi menggunakan ragi S. cerevisiae. Sampel bubuk tandan sawit, ekstrak
batang jamur tiram, ragi, dan akuades dimasukan pada satu reaktor dalam 1, 2,
dan 3 hari. Selulosa pada tandan sawit akan terhidrolisis melalui bantuan enzim
selulase kemudian langsung dikonversi menjadi etanol oleh ragi S. Cerevisiae.
Bioetanol kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer Uv-Vis double
beam dan dimurnikan menggunakan distilasi lalu dianalisis menggunakan Gas
Chromatography dengan membandingkan waktu retensi. Variabel yang dilakukan
ialah waktu fermentasi yaitu selama 1, 2, 3 hari dengan volume enzim selulase 25
mL. Dari hasil penelitian didapatkan kadar bioetanol tertinggi 10,7% dengan
waktu fermentasi selama 3 hari dan kemiripan waktu retensi.
Collections
- Chemistry [738]
