• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Aplikasi Soft Balancing Australia Sebagai Upaya Mengimbangi Pengaruh Tiongkok Di Papua Nugini Pada Tahun 2015-2019

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.pdf (36.47Kb)
    02 preliminari.pdf (480.2Kb)
    03 daftar isi.pdf (187.0Kb)
    04 abstract.pdf (59.95Kb)
    05.1 bab 1.pdf (277.6Kb)
    05.2 bab 2.pdf (459.4Kb)
    05.3 bab 3.pdf (471.5Kb)
    05.4 bab 4.pdf (108.9Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (270.9Kb)
    08. naskah publikasi .pdf (839.4Kb)
    Date
    2019-09-19
    Author
    Purnama, Wa Ode Siti Rahmawati
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pengaruh Tiongkok di Papua Nugini dikhawatirkan dapat menentang posisi Australia sebagai hegemonic power di Papua Nugini. Pengaruh Tiongkok terdiri dari kerjasama dari segi keamanan dan militer, bantuan luar negeri, ekonomi dan politik. Akumulasi dari pengaruh tersebut direspon dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Australia. Setiap kebijakan yang dikeluarkan Australia kemudian dijelaskan berdasarkan konsep soft balancing oleh Robert A Pape. Soft balancing adalah konsep yang menjelaskan bagaimana suatu negara mengimbangi negara lain dengan cara mengimbagi negara musuh, superior atau negara yang menentang tanpa menggunakan kekerasan. Soft balancing terdiri dari dengan empat indikator yakni penolakan akses teritorial terhadap negara superior atau disebut dengan territorial denial, penyertaan diplomasi atau disebut entangling diplomacy yakni manuver diplomatik menggunakan norma institusi internasional, penguatan ekonomi atau disebut economic strengthening dengan cara membuat blok perdagangan tanpa negara rival dan sinyal tekad menyeimbangkan atau disebut signal of resolve to balance yakni melakukan tindakan kolektif bersama negara second-ranked powers untuk menjaga komitmen dalam rangka perimbangan negara superior. Dengan demikian penelitian ini akan menganalisis bagaiaman Australia mengaplikasikan empat indikator soft balancing untuk mengimbangi pengaruh Tiongkok Di Papua Nugini dengan rentang waktu sepanjang 2015-2019.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/16704
    Collections
    • International Relations [914]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV