• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ANALISIS RESPON TIONGKOK DALAM SENGKETA PROGRAM NUKLIR KOREA UTARA PADA KEPEMIMPINAN XI JINPING (2013-2018)

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.pdf (93.88Kb)
    02 preliminari.pdf (1.334Mb)
    03 daftar isi.pdf (204.0Kb)
    04 abstract.pdf (257.6Kb)
    05. 1 bab 1 .pdf (1.515Mb)
    05. 2 bab 2.pdf (1.295Mb)
    05. 3 bab 3.pdf (1.350Mb)
    05. 4 bab 4.pdf (391.9Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (1012.Kb)
    08. naskah publikasi.pdf (6.399Mb)
    Date
    2019-07-16
    Author
    REKSI MERINDO, 14323080
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sejak adanya isu program nuklir Korea Utara, terjadilah ketegangan di kawasan Asia Timur. Hal ini dikarenakan Korea Utara telah melakukan pelanggaran NPT yang menimbulkan berbagai respon dari masyarakat internasional, apakah Korea Utara akan mengembangkan program nuklirnya sebagai sumber daya atau justru sebagai senjata pemusnah massal yang akan digunakan untuk alat provokasi. Pasalnya ketika Korea Utara dipimpin oleh kepemimpinan yang baru ini, nuklir tersebut justru berkembang sangat pesat dan seakan-akan digunakan sebagai alat provokasi, sehingga kondisi tersebut menimbulkan ketidakstabilan keamanan terutama di kawasan Asia Timur.Oleh sebab itulah beberapa negara mulai mengeluarkan respon dan sikapnya masing-masing tak terkecuali Tiongkok selaku sekutunya. Ketika Korea Utara terus melakukan proliferasi nuklirnya tanpa mengindahkan respon dari negara-negara lain, beberapa negara justru merespon dan bersikap secara keras atas aksi yang dilakukan oleh Korea Utara tersebut dengan cara yang menginginkan untuk penggantian rezim Korea Utara. Sehingga sikap yang dilakukan oleh beberapa negara tersebut justru berdampak kepada Tiongkok. Oleh karena itu, Tiongkok berupaya untuk menghentikan proliferasi nuklir Korea Utara tersebut agar tidak merusak kepentingannya. Namun upaya tersebut pada masa kepemimpinan Xi Jinping terlihat lebih tegas dan agresif dengan cara mau untuk menerapkan sanksi DK PBB. Hal itu berbeda pada kepemimpinan sebelumnya Hu Jintao yang justru tidak mengindahkan sanksi yang diberikan DK PBB. Oleh sebab itu menarik untuk diteliti dalam isu Nuklir Korea Utara ini adalah alasan mengenai Xi Jinping mau untuk menerapkan sanksi DK PBB.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/15421
    Collections
    • International Relations [914]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV