• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Variasi Konsentrasi Zat Perata dan Suhu Fiksasi pada Pencelupan Kain T/C 65/35 dengan Zat Warna Dispersi/Reaktif

    Thumbnail
    View/Open
    94320064 Haryo Puruhito N.pdf (46.41Mb)
    Date
    2000
    Author
    Puruhito N, Haryo
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan konsentrasi zat perata ( Cibaflow PAD) dan suhu fiksasi pada pencelupan kain TIC 65/35 dengan zat wama dispersi-reaktif, adapun sistem pencelupan yang digunakan adalah sistem pencelupan dua langkah yaitu, langkah pertama dalah mencelup serat poliester dengan menggunakan zat wama dispersi (Resolin Red F3BS), pada proses ini obat bantu yang digunakan Cibaflow PAD sebagai zat peraca yang divariasikan 0 g/1; 0,5 g/1; l g/1; 1,5 g/1 dan 2 g/1, Niccagum AGL sebagai zat anti migrasi, Asam cuka sebagi katalisator dan suhu fiksasi clivariasikan, 180 °C; 190 °C; 200 °C; 210 °C; 220 OC dan waktu fiksasi 90 detik. Kemudian langkah yang kedua adalah pencelupan dengan zat wama reaktif (Remazol Red RB) untuk mewamai serat kapas, dengan menggunakan obat bantu Urea sebagai stabilisator kondisi pencelupan, Cibacell DBC sebagai zat pembasah, NaOH sebagai alkali kuat dan Natrium Silikat merupakan garam yang bersifat basa. Mekanisme kerja zat perata adalah menghalangi masuknya zat warna kedalam serat secara berlebihan, sehingga warna yang masuk kedalam serat teratur dan merata, sedangkan suhu akan membantu zat wama untuk berikatan secara permanen dengan serat, akan tetapi efek samping yang dihasilkan dari pengaruh suhu adalah menurunnya kekuatan serat karena dimensi kain berubah yang disebabkan putusnya rantai molekul penyusun serat. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan zat perata yang paling optimal pada konsentrasi 1,5 g/1 dan suhu fiksasi 210 °c, sedangkan standar yang digunakan perusahaan adalah 1 g/1 untuk zat perata dan 210 °c untuk su_hu fiksasi. Dengan pemakaian zat perata 1,5 g/1 dan suhu fiksasi 210 °c diperoleh hasil nilai pengujian yang optimal sebagai berikut 1. Beda wama : 0,47 AN; 2. Ketuaan wama : 12,9104; 3. Kekuatan Tarik: - Arah lusi : 32,66 kg/cm² - Arah pakan : 38,44 kg/cm²
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/14936
    Collections
    • Chemical Engineering [1392]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV