• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Aplikasi Metode Analisis Jaringan untuk Menentukan Waktu Proyek dalam Pengendalian Biaya Tenaga Kerja Studi Kasus pada CV Padi Village Sleman Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    98522130 Bareta Devianto.pdf (48.23Mb)
    Date
    2006
    Author
    Devianto, Bareta
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perencanaan penjadwalan proyek merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan baik mengenai waktu pelaksanaan proyek, biaya proyek, dan penggunaan sumber daya yang ada. Sering dalam melaksanakan suatu proyek, perusahaan telah menentukan suatu taksiran jumlah sumber daya yang akan digunakan untuk melaksanakan proyek tersebut. Tetapi seringkali pada tahap pelaksanaannya biaya yang dianggarkan menjadi membengkak lebih besar dibandingkan dengan biaya yang telah direncanakan. Hal ini disebabkan antara lain adalah karena waktu penyelesaian proyek yang temyata lebih lama dari rencana awal, sehingga akan membawa dampak kepada meningkatnya biaya proyek yang menjadi beban perusahaan. Salah satu metode untuk mengendalikan proyek adalah metode PERT. Metode PERT direkayasa untuk merencanakan dan mengendalikan kegiatan dengan kurun waktu kegiatan yang memiliki ketidakpastian cukup tinggi. PERT memakai pendekatan yang menganggap kurun waktu kegiatan tergantung pada banyak faktor dan variansi, sehingga lebih baik diberi rentang (range), yaitu dengan memakai tiga angka estimasi. Dari hasil penelitian dan analisis data terlihat bahwa untuk kondisi percepatan penjadwalan menghasilkan kebutuhan lebih sedikit bila dibandingkan dengan kondisi proyek yang terlambat selama 23 hari. Biaya upah tenaga kerja untuk kondisi percepatan jadwal kerja memberikan hasil Rp. 52.459.000,00 untuk 2516 tenaga kerja sedangkan untuk kondisi proyek yang terlambat selama 23 hari memberikan hasil Rp 55.156.000,00 untuk 2647 tenaga kerja. Hal ini membuktikan bahwa apablia proyek direncanakan dan dikelola dengan baik maka akan menghasilkan biaya yang optimum bila dibandingkan dengan proyek yang dibiarkan terlambat.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/14921
    Collections
    • Industrial Engineering [2834]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV