• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terdesentralisasi di Daerah Pingit Kecamatan Jetis Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    00513044 Dudy Chahyadi.pdf (26.09Mb)
    Date
    2007
    Author
    Chahyadi, Dudy
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Masyarakat Daerah Pingit sebelum adanya IPAL komunal membuang limbah cair domestik langsung ke sungai dan dari kegiatan tersebut menyebabkan kandungan Amonium, COD dan TSS yang terdapat di dalam air sungai Winongo menjadi tinggi. Dampak negatif dari hal tersebut adalah menurunnya kualitas air Sungai Winongo. Untuk itu KDLH (Kantor Dampak Lingkungan Hidup) kota Jogjakarta bekerjasama dengan DEWATS (Decentralized Wastewater Treatment System) setuju untuk membangun IPAL di Daerah Pingit. Tugas akhir ini membahas tentang efisiensi kinerja sistem pengolahan IPAL dan juga pengelolaan sistem terdesentralisasi dalam menangani limbah domestik. Dalam hal ini data yang dibutuhkan adalah kuisioner, observasi, sampel air limbah (data primer) dan juga peta wilayah, data teknis instalasi DEWATS, topografi (data sekunder). Analisa yang digunakan untuk menganalisis data adalah deskriptif dan juga pengolahan data dengan metode t-test. Analisis untuk ketiga parameter tersebut mengacu pada SNIM-70- 1990-03 (COD), SNI06-6989.3-2004 (TSS), SK SNI M-48-1990-03 (NH₄). Hasil analisa menunjukkan IPAL mampu mereduksi COD sebesar 44,77%, TSS 86,97%, Amonium 1,91%. Untuk hasil analisa kuisioner secara deskriptif menunjukkan 40 % penduduk menetap >20 th; pekerjaan masyarakat 46,7% swasta, 20 % PNS, 6,6% karyawan; tingkat pendidikan masyarakat rata-rata 53,3 % tamatan SD,SMA/SMK; pemakaian rata-rata air bersih 50 - 100 L/hr; sumber air diambil kebanyakan dari sumur, air sisa yang sering dihasilkan rata-rata dari sisa air mandi, cuci,WC; sebagian besar masyarakat setuju dengan dibangunnya IPAL komunal dan juga setuju untuk melakukan pemeliharaan IPAL, selain itu hasil evaluasi menunjukkan kadar COD diatas standar baku mutu Keputusan KepMen LH 112/2003, untuk TSS dibawah standar, akan tetapi untuk Amonium tidak ada penurunan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/14619
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV