Show simple item record

dc.contributor.advisorGeradi Yudhistira., S.Sos., M.A.
dc.contributor.authorMUHAMMAD HAFIZ FAESAL, 14323067
dc.date.accessioned2019-03-19T04:17:26Z
dc.date.available2019-03-19T04:17:26Z
dc.date.issued2019-02-14
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/14223
dc.description.abstractKebangkitan ekonomi Tiongkok yang pesat membuatnya perlu untuk melakukan strategi soft power guna memperbesar pengaruhnya melalui soft power. Soft power Tiongkok salah duanya ialah penyebaran budaya dan bahasa di seluruh dunia. Asia Tenggara sebagai kawasan yang secara geografis dekat dengan Tiongkok juga menjadi tujuan strategi soft power Tiongkok. Beberapa negara di Asia Tenggara telah memiliki hubungan dengan Tiongkok sejak era dinasti, seperti Kamboja. Hubungan Tiongkok dan Kamboja sempat mengalami fluktuasi akibat Tiongkok yang mendukung rezim Khmer Merah. Selama 10 tahun terakhir, Tiongkok dan Kamboja menikmati hubungan yang saling menguntungkan. Dengan hubungan ini, Tiongkok memanfaatkannya untuk melakukan strategi soft power di Kamboja. Kamboja menjadi salah satu target soft power Tiongkok karena ia memiliki kepentingan dan pengaruh tersendiri di Kamboja.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTiongkoken_US
dc.subjectAsia Tenggaraen_US
dc.subjectKambojaen_US
dc.subjectSoft Poweren_US
dc.subjectHubungan bilateralen_US
dc.titleSOFT POWER TIONGKOK DI ASIA TENGGARA, STUDI KASUS: HUBUNGAN TIONGKOK – KAMBOJA TAHUN 2010 - 2017en_US
dc.typeUndergraduate Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record