• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Tingkat Pelayanan Persimpangan Bersinyal Janti dan Babarsari Pasca Pembangunan Fly Over Janti

    Thumbnail
    View/Open
    00511095 Taufikurrahmani - 00511102 Kris Istiartanto.pdf (15.10Mb)
    Date
    2004
    Author
    Taufikurrahmani
    Istiartanto, Kris
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kondisi arus lalu lintas pada simpang bersinyal Janti dan Babarsari yang tinggi salah satu penyebabnya adalah simpang Janti dan simpang Babarsari merupakan pusat pertemuan arus lalu lintas dari luar kota dan dari dalam kota Jogjakarta. Akibat tingginya arus lalu lintas pada kedua simpang tersebut, diperkirakan akan timbul ganguan ganguan lalu lintas terutama pada saat jam jam sibuk. Evaluasi dan analisa pada masing masing simpang ini perlu dilakukan sehingga diharapkan dapat mengantisipasi masalah yang timbul agar terciptanya pelayanan dan efisiensi perjalanan yang baik. Dalam menganalisa simpang bersinyal mengacu pada manual yang sesuai dengan keadaan dan kondisi lalu lintas di Indonesia, seperti perilaku lalu lintas dan perilaku pengemudi. Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) digunakan sebagai manual untuk menghitung perilaku lalu lintas pada simpang bersinyal baik untuk kondisi aktual maupun untuk perencanaan. Analisis ini meliputi waktu sinyal, kapasitas, rasio kendaraan terhenti, panjang antrian, dan tundaan rata rata. Hasil analisis data didapatkan untuk simpang Janti pada kondisi aktual menunjukan bahwa kondisi simpang tersebut cukup baik, hal ini terlihat pada nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,73 sedangkan untuk nilai tundaan (D) sebesar 13,10 det/smp, dan cenderung meningkat pada tahun 2009 dengan nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,82 sedangkan untuk nilai tundaan (D) sebesar 19,30 det/smp, sehingga belum diperlukannya perubahan. Sedangkan hasil analisis pada simpang Babarsari pada kondisi aktual menunjukan bahwa kondisi simpang tersebut telah melampaui batas jenuh, hal ini terlihat pada nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 1,13 sedangkan untuk nilai tundaan (D) sebesar 243,13 det smp, sehingga diperlukannya perubahan geometrik berupa pemanjangan Fly Over Janti sampai melewati simpang Babarsari dan pelebaran pada masing masing lengan pendekat. Akhirnya didapat nilai derajat kejenuhan (DS) untuk tahun 2004 sebesar 0,68 dengan tundaan (D) sebesar 18,66 det smp, dan cenderung meningkat pada tahun 2009 yaitu dengan nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,78 dengan tundaan (D) sebesar 24,79 det/smp.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/13825
    Collections
    • Civil Engineering [4783]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV