• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Sistem Pengelolaan Limbah Domestik Terdesentralisasi dengan IPAL Komunal di Daerah Cokrodiningratan RT 25 / RW 06 Jetisharjo, Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    02513021 Achmad Yudhi Pratama.pdf (21.96Mb)
    02513021 Achmad Yudhi Pratama2.pdf (237.2Kb)
    Date
    2007
    Author
    Pratama, Achmad Yudhi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kualitas air sungai Code semakin menurun yang dikarenakan banyaknya limbah yang mencemari sungai. Adapun salah satu penyebabnya yaitu kebiasaan warga daerah bantaran sungai Code yang membuang limbah domestiknya ke sungai yang dikarenakan belum adanya IPAL komunal. Oleh karena itu KPDL (Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan) kota Yogyakarta bekerjasama dengan LSM DEWA TS setuju untuk membangun IPAL komunal di RT25 /RW 06 Jetisharjo. Pada tugas akhir ini akan membahas tentang efisiensi kinerja sistem pengolahan IPAL komunal dan juga pengelolaan sistem terdesentralisasi dalam menangani limbah domestik. Parameter yang akan diteliti efisiensi penurunannya yaitu COD, TSS, dan NH3 (Amoniak). Untuk pemeriksaan COD menggunakan metode spektrofotometri SNI M-70- 1990-03. pemeriksaan TSS menggunakan metode gravimetri SNI 06-6989.3-2004 dan pemeriksaan NH3 (Amoniak) menggunakan metode spektrofotometri SNI M-48- 1990-0. untuk analisa kuisioner menggunakan metode analisa statistik secara deskriftif dan analisa perbandingan antara inlet dan outlet menggunakan uji t-test. Dari hasil analisa penelitian diketahui bahwa IPAL komunal mampu mereduksi COD 44,12% TSS 34,18% dan amoniak 35,26%. Analisa data kuisioner secara deskriftif dapat disimpulkan bahwa kinerja IPAL belum optimal yang dikarenakan oleh faktor tidak adanya kepengurusan dalam mengelola IPAL komunal serta rasa memiliki dari warga terhadap IPAL dan faktor biaya pemeliharaan. Untuk analisa uji t-test dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara inlet dan outlet untuk kandungan COD, TSS, Amoniak.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/13330
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV