• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Museum Etnografi Sulawesi Selatan Penciptaan Karakter Ruang Dalam Bangunan Melalui Transformasi Kisah dalam Kitab / Lagaligo

    Thumbnail
    View/Open
    02512067 Muhammad Nasrullah.pdf (15.20Mb)
    02512067 Muhammad Nasrullah2.pdf (193.4Kb)
    Date
    2007
    Author
    Nasrullah, Muhammad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang geografis, prasejarah dan sejarah Sulawesi Selatan telah melahirkan unsur budaya yang menarik. Seseorang dapat mengamati, menikmati dan merasakan pengalaman pada keunikan budaya yang hanya dapat ditemukan di daerah ini. Semisal upacara-upacara, tari-tarian, seni ukir, tenunan cantik yang ditenun dari bahan benang kapas dan sutera serta arsitektur tradisional rumah Tongkonan yang sangat khas. Dan salah satu program jangka panjang PEMDA - Makassar adalah mendirikan museum yang dapat memberikan gambaran dan sejarah mengenai propinsi ini. Produk kebudayaan dari etnis Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar menjadi koleksi utama museum ini yang didukung oleh Pusat Kajian Budaya Sulawesi Selatan. Sebagai sebuah karya kuno yang lahir ditanah Bugis, maka transformasi kisah dalam kitab / Lagaligo menjadi landasan utama dalam konseptual perancangan, kisah heroik dan patriotik akan dituangkan dalam bentuk petualangan dalam museum Penyajian kisah / Lagaligo akan disuguhkan kedalam dua bagian yakni kehadiran Bataraguru di bumi dan petualangan Sawerigading. Ruang Bataraguru akan ditampilkan pada satu ruangan khusus dengan mengangkat tema kehadiran Bataraguru di bumi, sedangkan penyajian ruang Sawerigading ditampilkan melalui sirkulasi pengunjung dengan mencoba menggambarkan situasi/kejadian yang dihadapi oleh Sawerigading dalam pengembaraannya, Untuk lebih menarik minat masyarakat, beberapa fasilitas pendukung juga akan disediakan seperti tempat pertunjukan serta restoran dan caffetaria yang lebih mengutamakan sisi visual pengunjung pada view yang menarik baik alami (luar site) maupun buatan (dalam site) Diharapkan dengan adanya perpaduan diatas sedikit mampu mengikis paradigma masyarakat bahwa museum bukanlah tempat menarik untuk dikunjungi, namun lebih dari itu bahwa museum sebenarnya banyak menyimpan rahasia tentang masa lalu suatu bangsa dan penting baginya untuk menginformasikan ini kepada generasi selanjutnya.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/13329
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV