• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemanfaatan Ampas Kelapa Hasil Pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) dengan Lumpur IPAL Sewon sebagai Media Tanam Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill)

    Thumbnail
    View/Open
    02513108 Yanuar Dipo Atmoko.pdf (13.95Mb)
    Date
    2007
    Author
    Atmoko, Yanuar Dipo
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Peran bahan organik tanah dalam budi daya tanaman sudah lama diketahui. Kandungan bahan organik dalam tanah dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk organik dan limbah hasil pertanian. Limbah ampas kelapa hasil VCO dan lumpur kering IPAL Sewon dianggap menguntungkan karena mengandung bahan organik dan nutrisi tanaman. Penggunaan hasil limbah lumpur dan ampas mempunyai kandungan N, P, K yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman tomat. Pada penelitian ini digunakan ampas kelapa, lumpur dan tanah sebagai media tanam tomat. Percobaan pada penelitian ini menguji pengaruh lima konsentrasi lumpur kering, ampas kelapa dan tanah di dalam media tanam tomat. Ke lima konsentrasi tersebut adalah 25%, 50%, 75% dan 100% dengan satu perlakuan kontrol berupa media tanam tanpa lumpur kering dan ampas kelapa. Adapun ampas kelapa sebelum dimasukan sebagai media tanam dikeringkan terlebih dahulu dengan sinar matahari selama satu minggu dan lumpur kering ditumbuk agar menjadi homogen setelah bercampur dengan tanah dan ampas kelapa. Adapun indicator tanaman yang diukur yakni tinggi tanaman, lebar daun, jumlah buah dan berat buah tomat. Hasil penelitian menunjukan perbandingan pertumbuhan tanaman tomat yang diberi campuran ampas kelapa dan lumpur kering IPAL Sewon dengan tanaman kontrol berbeda dalam hal :tinggi batang, lebar daun, jumlah buah. Tanaman kontrol memiliki tinggi batang maksimal 104,7 cm. Lebar daun maksimal 2,31 cm, jumlah buah 10 buah dalam sekali panen. Variasi 25%, 50%, 75%, 100% memiliki tinggi batang maksimal 83,6cm; 84,35cm; 76,25cm; 69,85cm. Lebar daun rata-rata 2,31cm; 2,02cm; 1,78cm; 2,01cm; 1,86cm. jumlah buah rata-rata 10 bh; 8bh; 7bh; 5bh; 2bh. dalam sekali panen. Bila di bandingkan dengan standar mutu batang (75-100cm) maka variasi 100% ampas tidak masuk dalam standar mutu varietas kaliurang, sedangkan bila pada standar mutu daun (1,75 - 2,5 cm) maka semua variasi tanaman sesuai standar mutu dan untuk standar mutu jumlah buah maka hanya variasi 25%, 50%, 75%, yang sesuai dengan standar mutu varietas Kaliurang.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/12279
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV