• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Gedung Pentas dan Padepokan Seni Tari di Kota Bandar Lampung

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (72.05Kb)
    02 preliminary.pdf (129.6Kb)
    03 daftar isi.pdf (122.4Kb)
    04 abstract.pdf (87.31Kb)
    05.1 bab 1.pdf (846.1Kb)
    05.2 bab 2.pdf (953.8Kb)
    05.3 bab 3.pdf (593.2Kb)
    07.1 Lampiran 1.pdf (244.5Kb)
    Date
    2005
    Author
    Roni, Juzlan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Bandar Lampung merupakan pintu gerbang pulau Sumatra yang mempunyai beraneka seni dan budaya, salah satunya seni pertunjukan (seni tari). Pementasan atau pagelaran seni dan budaya khususnya seni tari, saat ini di kota Bandar Lampung masih menggunakan gedung-gedung multi fungsi (panggung tertutup) dan area yang luas (panggung terbuka) tanpa mempertimbangkan kenyamanan akustik dan kenyamanan visual. Untuk pementasan di kota Bandar Lampung ada dua jenis pementasan event kecil dan event besar, dimana pada event besar jumlah penonton lebih banyak dibandingkan pada event kecil. Dalam pelestarian (padepokan) seni dan budaya di kota Bandar Lampung kurang memadai karena kurang adanya sarana pendukung. Dalam tugas akhir ini penulis membuat tugas akhir yang berjudul: "Gedung Pentas dan Padepokan di Kota Bandar Lampung" yang menekankan kepada pemanfaatan ruang (fleksibelitas ruang), yang bertujuan pada saat event besar jumlah penonton dapat tertampung di satu tempat. Lokasi pembuatan tugas akhir ini bertempat di jalan Sultan Agung Way Halim kecamatan Kedaton. Di sekitar lokasi terdapat bentuk bangunan yang beraneka ragam (besar dan kecil). Untuk merancang gedung pentas dengan mempertimbangkan kenyamanan akustik dan visual, pada panggung tertutup kenyamanan akustik dibuatnya bentuk plafon yang miring sehingga suara dapat didengar para penonton yang berada di belakang. Pada panggung terbuka kenyamanan akustik menggunakan system suara terpusat dengan pengeras suara. Untuk kenyamanan visual pada kedua panggung, bentuk lantai penonton dibuat miring sehingga penonton yang berada di belakang tidak terhalang dengan penonton yang di depanya. Untuk mengatasi jumlah penonton yang banyak pada event besar (panggung tertutup) maka dimanfaatkan ruang latihan (padepokan) sebagai ruang penonton dengan menggunakan system suara distribusi agar penonton dapat menikmati suatu pertunjukan. Pada panggung terbuka dimanfaatkan sarana panggung hiburan sebagai ruang penonton. Untuk mengatasi bentuk bangunan yang ada di sekitar lokasi yang beraneka ragam, maka bentuk bangunan yang dirancang berbagai macam bentuk (besar dan kecil) begitu pula dengan atapnya.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1172
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV