<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Students &amp; Alumnae</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/6</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 10:49:49 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-23T10:49:49Z</dc:date>
<item>
<title>Pembiasaan Shalat Berjama'ah dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa SMA Negeri Piyungan Kabupaten Bantul</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61882</link>
<description>Pembiasaan Shalat Berjama'ah dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa SMA Negeri Piyungan Kabupaten Bantul
Nuryati, Heni
Pembiasaan (habituation) merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Pilar seluruh agama adalah sholat. shalat jama'ah dalam shalat fardhu lima waktu adalah wajib 'ain (fardhu ain) bagi orang laki-laki yang mukallaf dan mampu baik sedang tidak bepergian maupun dalam perjalanan, Karakter dimaknai sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, karakter disiplin adalah suatu keadaan yang menunjukkan suasana tertib dan teratur yang dihasilkan oleh organisasi-organisasi yang berbeda di bawah naungan sebuah organisasi, karena peraturan- peraturan yang berlaku di hormati dan diikuti. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research) dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif artinya adalah bahwa bahan keterangannya tidak berujud angka. Dengan pendekatan yang digunakan adalah studi observasi. fokus pertanyaan dalam penelitian ini mengungkap bagaimana pembiasaan sholat jama'ah dapat membentuk karakter disiplin siswa di SMA Negeri Piyungan kabupaten Bantul, dengan lakah-langkah yang dilakukan guru dengan prinsip sholat yang dilakukan adalah jama'ah sholat di Masjid secara ontime (JMO) sehingga akan dapat membentuk jiwa karakter Disiplin Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah- langkah yang digunakan guru dalam rangka pembiasaan sholat dengan cara mendatangi siswa ke kelas, absensi sholat dan sangsi bagi siswa yang tidak sholat dapat merubah sikap siswa enjadi disiplin, sehingga siswa dengan sendirinya sudah terbiasa melakukannya secara rutin, tanpa harus di bimbing dan diarahkan guru, hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan sholat berjama'ah yang dilakukan di sekolah dapat membentuk karakter disiplin siswa SMA Negeri Piyungan Kabupaten Bantul. Berdasarkan hasil penelitian. Saran kepada guru agar segala usaha dan upaya yang telah dilakukan dalam proses ibadah sholat jama'ah di sekolah dipertahankan dengan melakukan pengawasan dan bimbingan serta pemberian tauladan kepada siswa. Kepada siswa agar mempunyai kesadaran dalam menjalankan ibadah sholat berjama'ah.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2018 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61882</guid>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Sanksi Tindak Pidana Klitih yang Dilakukan Anak dibawah Umur di Yogyakarta dalam Tinjauan Maqasid Syari'ah</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61881</link>
<description>Sanksi Tindak Pidana Klitih yang Dilakukan Anak dibawah Umur di Yogyakarta dalam Tinjauan Maqasid Syari'ah
Caang, Dia Tri
Aksi klitih tercermin dalam beragam aktifitas kenakalan remaja yang dikenal oleh warga Yogyakarta. Seperti aksi menghentikan pengendara kendaraan bermotor dengan aksi kekerasan yang identik dengan penganiayaan dan Gank (geng). Berbagai motif menjadi alasan tersendiri dari adanya kejahatan begal dan klitih tersebut. Baik itu motif. pergaulan, lingkungan maupun hanya demi kesenangan semata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis proses penanganan terhadap para pelaku tindak pidana klitih yang masih di bawah umur di Yogyakarta serta menganalisis sanksi tindak pidana klitih yang dilakukan anak di bawah umur di Yogyakarta perspektif magāshid syari'ah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah hukum normatif yang bersifat kualitatif yang digali sumber-sumber kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah: 1. Penanganan terhadap anak pelaku tindak pidana klitih di Yogyakarta dilakukan dengan menerapkan pasal pada KUHP, dengan pertimbangan melihat kondisi korban dan dasar yuridisnya yaitu Pasal 351 KUHP. 2.Seorang anak yang belum berusia 15 tahun tidak dikenakan pertanggung jawaban. Sedangkan jika pelaku tindak pidana klitih yang berusia diatas 15 tahun akan diberikan sanksi pidana atas perbuatannya karena sudah baligh sudah dianggap cakap secara hukum. Yang menjadi tujuan hukum (maqāshid al-syari'ah) menurut al-Syathibi. bukan untuk membalas dendam tetapi bertujuan untuk mewujudkan kelangsungan hidup. keamanan. keadilan. dan ketentraman dalam masyarakat.
</description>
<pubDate>Sat, 01 Jan 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61881</guid>
<dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kebersyukuran dan Kualitas Kehidupan Kerja pada Guru</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61880</link>
<description>Kebersyukuran dan Kualitas Kehidupan Kerja pada Guru
Nadhirah, Syarifah
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan kualitas kehidupan kerja pada guru. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kebersyukuran dan kualitas kehidupan kerja pada guru. Responden pada penelitian ini melibatkan 131 orang guru SMA (35 laki-laki dan 96 perempuan) pegawai negeri dan pegawai yayasan. Penelitian ini menggunakan skala kualitas kehidupan kerja yang dimodifikasi dari skala Attamimi (2016) yang disusun berdasarkan aspek-aspek kualitas kehidupan kerja yang dungkapkan oleh Zin (2004). Adapun skala kebersyukuran yang digunakan adalah Short Form Gratitude Resentment and Appreciation Test (GRAT) yang mengacu pada Watkins dkk (2003) yang kemudian diterjemahkan dan dimodifikasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi product moment pearson dengan bantuan program computer untuk analisis statistik yaitu SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 21.0 for Windows. Hasil analisis data koefisien korelasi antara kebersyukran dan kualitas kehidupan kerja adalah menunjukkan nilai r = 0.416 dan p = 0.000 (p &lt; 0,01). Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kebersyukuran dan kualitas kehidupan kerja. Hubungan tersebut memiliki arah positif, yang berarti bahwa semakin tinggi skor kebersyukuran maka semakin pula tinggi skor kualitas kehidupan kerja.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61880</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Pertumbuhan Perbankan Syariah Terhadap Kesejahteraan (Studi Perbandingan Pengukuran Berdasarkan Human Development Index dan Islamic Human Development Index) di Indonesia Tahun 2011-2015</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61879</link>
<description>Pengaruh Pertumbuhan Perbankan Syariah Terhadap Kesejahteraan (Studi Perbandingan Pengukuran Berdasarkan Human Development Index dan Islamic Human Development Index) di Indonesia Tahun 2011-2015
Putri, Intan Khusnul Khotimala
Angka kesejahteraan manusia baik yang diukur berdasarkan Human Development Index dan Islamic Human Development Index di Indonesia dalam kurun waktu 2011-2015 cenderung mengalami kenaikan, begitu juga dengan penyaluran pembiayaan bank syariah yang mengalami peningkatan dari tahun 2011-2015. Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui apakah pertumbuhan perbankan syari'ah di Indonesia yang diproksikan dengan pertumbuhan pembiayaan berpengaruh terhadap Kesejahteraan manusia baik yang diukur berdasarkan Human Development Index dan Islamic Human Development Index Pada Tahun 2011-2015. Kedua dengan mengetahui adanya pengaruh antar variabel, maka dilakukan perbandingan pengukuran besaran pengaruh antar variabel tersebut (Human Development Index dan Islamic Human Development Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pembiayaan perbankan syariah terhadap kesejahteraan baik yang diukur dengan Human Development Index dan yang diukur dengan Islamic Human Development Index pada tahun 2011-2015. Pengaruh pembiayaan yang dilakukan perbankan syariah terhadap kesejahteraan yang diukur dengan human development index memiliki kontribusi sebesar 11,17% sedangkan pengaruh pembiayaan yang dilakukan perbankan syariah terhadap kesejahteraan yang diukur dengan Islamic Human Development Index hanya berkontribusi sebesar 3,83%. Artinya pengaruh pembiayaan yang dilakukan perbankan syariah terhadap kesejahteraan yang diukur dengan human development index lebih besar jika dibandingkan dengan kesejahteraan yang diukur dengan Islamic Human Development Index walaupun keduanya berpengaruh secara signifikan.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61879</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
