<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Industrial Engineering</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/58</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 19:06:29 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-28T19:06:29Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Tingkat Kesiapan Digitalisasi UMKM Makanan dan Minuman di DIY Menggunakan Metode Multi Criteria Decision Making dalam Transformasi Industri 5.0</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67102</link>
<description>Analisis Tingkat Kesiapan Digitalisasi UMKM Makanan dan Minuman di DIY Menggunakan Metode Multi Criteria Decision Making dalam Transformasi Industri 5.0
Novalentina, Rani
Transformasi menuju Industri 5.0 mendorong UMKM untuk tidak hanya mengadopsi&#13;
teknologi digital, tetapi juga menerapkannya berdasarkan prinsip Human-Centricity,&#13;
Sustainability, dan Resilience. Penelitian ini bertujuan menyusun dan memvalidasi&#13;
instrumen pengukuran kesiapan digitalisasi UMKM berbasis Industri 5.0, menganalisis&#13;
tingkat kesiapan digitalisasi UMKM makanan dan minuman di Daerah Istimewa&#13;
Yogyakarta, serta menyusun rekomendasi strategi peningkatan kesiapan digitalisasi.&#13;
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung wawancara dengan&#13;
melibatkan 100 UMKM makanan dan minuman yang dipilih menggunakan teknik&#13;
purposive sampling. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan tiga dimensi&#13;
Industri 5.0 menjadi 15 indikator, kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya.&#13;
Selanjutnya, dilakukan pembobotan menggunakan metode CRITIC, pemeringkatan&#13;
menggunakan metode TOPSIS, serta analisis akar permasalahan menggunakan Root&#13;
Cause Analysis melalui diagram fishbone sebagai dasar penyusunan framework&#13;
rekomendasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator dinyatakan valid dan&#13;
reliabel sehingga layak digunakan untuk mengukur kesiapan digitalisasi UMKM berbasis&#13;
Industri 5.0. Hasil pembobotan CRITIC menghasilkan bobot indikator pada rentang&#13;
0,058–0,083, sedangkan hasil TOPSIS menunjukkan nilai preferensi (Vi) pada rentang&#13;
0,110–1,000. Berdasarkan klasifikasi tingkat kesiapan digitalisasi, sebanyak 11%&#13;
UMKM berada pada kategori Belum Siap, 36% Cukup Siap, 43% Siap, dan 10% Sangat&#13;
Siap. Berdasarkan hasil pembobotan CRITIC, analisis TOPSIS, wawancara, dan Root&#13;
Cause Analysis, rekomendasi difokuskan pada penguatan Digital Capability, Digital&#13;
Recruitment &amp; Development, Digital Documentation, Data Utilization for Decision&#13;
Making, Food Waste Reduction, Data Backup, Technology Adaptability, dan Digital&#13;
Supply Chain Resilience melalui kolaborasi antara pelaku UMKM, pemerintah, dan&#13;
perguruan tinggi untuk mendukung implementasi Industri 5.0.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67102</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Biaya Pembuatan Pelet dari Limbah Bulu dan Jeroan Ayam Menggunakan Metode Cost Benefit Analisis (CBA)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67085</link>
<description>Analisis Biaya Pembuatan Pelet dari Limbah Bulu dan Jeroan Ayam Menggunakan Metode Cost Benefit Analisis (CBA)
D’abelamsyah
Limbah bulu dan jeroan ayam yang dihasilkan dari aktivitas rumah potong unggas&#13;
memiliki potensi untuk dimanfaatkan ebagai bahan baku pembuatan pelet ikan sehingga&#13;
dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen biaya produksi, menganalisis&#13;
manfaat ekonomi, serta menilai kelayakan finansial pembuatan pelet dari limbah bulu dan&#13;
jeroan ayam menggunakan metode Cost Benefit Analysis (CBA). Penelitian dilaksanakan&#13;
di UD. Saiful Boiler, bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Data diperoleh melalui&#13;
observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan&#13;
indikator Net present value (NPV) Benefit Cost Ratio (BCR) Internal Rate of Return&#13;
(IRR),dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukan bahwa total investasi awal&#13;
yang dibutuhkan sebesar Rp32.150.000 dengan biaya operasional tahunan sebesar&#13;
Rp183.228.00 dan manfaat tahunan sebesar Rp352.800.000. Analisis kelayakan&#13;
menghasilkan nilai NPV sebesar Rp390.084.280, BCR sebesar 1,93, IRR melebihi&#13;
tingkat diskonto 10%, serta Payback Period selama 0,19 tahun atau sekitar 2–3 bulan.&#13;
Berdasarkan hasil tersebut, usaha pemanfaatan limbah bulu dan jeroan ayam menjadi&#13;
pelet dinyatakan layak untuk dikembangkan karena mampu memberikan keuntungan&#13;
finansial sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67085</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peningkatan Beban Kerja Operator melalui Pendekatan Yamazumi Chart untuk Mengurangi Idle Time pada Area Finish Good PT GS Battery Semarang</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67064</link>
<description>Peningkatan Beban Kerja Operator melalui Pendekatan Yamazumi Chart untuk Mengurangi Idle Time pada Area Finish Good PT GS Battery Semarang
Amna, Haical Mustafid
PT GS Battery Semarang sebagai perusahaan manufaktur baterai memiliki target&#13;
peningkatan produktivitas pada area Finish Good. Berdasarkan hasil observasi, area&#13;
tersebut masih mengalami ketidakseimbangan beban kerja yang ditandai dengan&#13;
tingginya idle time pada tiga operator, dengan rata-rata sekitar 10.000 detik per operator&#13;
dalam satu shift. Kondisi tersebut menunjukkan pemanfaatan tenaga kerja yang belum&#13;
optimal sehingga diperlukan upaya perbaikan untuk meningkatkan produktivitas.&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengurangan jumlah operator terhadap&#13;
beban kerja dan pemenuhan takt time, mengurangi idle time melalui peningkatan total&#13;
work content, serta menyeimbangkan beban kerja menggunakan pendekatan Yamazumi&#13;
Chart.&#13;
Metode yang digunakan meliputi pengukuran processing time, perhitungan cycle&#13;
time, total work content, takt time, dan analisis beban kerja. Selanjutnya dilakukan&#13;
Process Activity Mapping (PAM) untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah (Value&#13;
Added), tidak bernilai tambah (Non Value Added), dan perlu tetapi tidak bernilai tambah&#13;
(Necessary Non Value Added). Perbaikan proses disusun menggunakan metode ECRS&#13;
(Eliminate, Combine, Rearrange, Simplify) dan dievaluasi melalui Yamazumi Chart.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usulan pengurangan operator dari tiga&#13;
menjadi dua orang masih mampu memenuhi takt time setelah dilakukan redistribusi&#13;
elemen kerja. Penerapan ECRS berhasil menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai&#13;
tambah, mengurangi waktu proses melalui penggabungan dan penyusunan ulang&#13;
aktivitas, serta meningkatkan efisiensi kerja. Rata-rata total work content meningkat dari&#13;
16.123,64 detik menjadi 23.492,61 detik, sehingga persentase beban kerja operator naik&#13;
dari 57% menjadi 83% atau meningkat sebesar 26%. Dengan demikian, pendekatan&#13;
Yamazumi Chart yang dipadukan dengan PAM dan ECRS terbukti mampu mengurangi&#13;
idle time, menyeimbangkan beban kerja operator, serta meningkatkan produktivitas pada&#13;
area Finish Good PT GS Battery Semarang.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67064</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Perang M23 dan Pemerintah Republik Demokratik Kongo Tahun 2021–2026 dengan Konsep New Wars</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67056</link>
<description>Analisis Perang M23 dan Pemerintah Republik Demokratik Kongo Tahun 2021–2026 dengan Konsep New Wars
Zahra, Regitha Maura Hanindafa
Penelitian ini membahas perang antara M23 dan Pemerintah Republik Demokratik&#13;
Kongo (RDK) dengan menyoroti bahwa konflik tersebut tidak hanya dipicu oleh&#13;
perebutan kekuasaan politik, tetapi juga oleh penguasaan wilayah strategis,&#13;
identitas, dan ekonomi konflik di wilayah timur RDK. Masalah utama yang&#13;
diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana karakter perang antara M23 dan&#13;
Pemerintah RDK dapat dipahami melalui kerangka new wars Mary Kaldor.&#13;
Kerangka tersebut digunakan untuk menganalisis empat unsur utama, yaitu aktor&#13;
konflik, tujuan perang, metode perang, dan bentuk pembiayaan perang. Konflik ini&#13;
memperlihatkan ciri perang baru karena melibatkan aktor negara dan non-negara,&#13;
tujuan yang berkaitan dengan kontrol wilayah serta identitas, metode kekerasan&#13;
terhadap penduduk sipil, serta pembiayaan melalui pungutan, sumber daya alam,&#13;
dan jaringan ekonomi ilegal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan&#13;
konflik M23 tidak hanya disebabkan oleh lemahnya kapasitas negara, tetapi juga&#13;
oleh keterhubungan antara kepentingan politik, dukungan eksternal, penguasaan&#13;
lokal, dan ekonomi perang.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67056</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
