<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Chemical Engineering</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/57</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 04:08:41 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-03T04:08:41Z</dc:date>
<item>
<title>Prarancangan Pabrik Allyl Chloride dari Propylene dan Chlorine Kapasitas 15.000 Ton/Tahun</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63111</link>
<description>Prarancangan Pabrik Allyl Chloride dari Propylene dan Chlorine Kapasitas 15.000 Ton/Tahun
Sari, Lutfi Komala; Mahanani, Bening Salsabila
Pabrik allyl chloride dirancang untuk mengurangi ketergantungan impor serta mendukung&#13;
pengembangan industri hilir berbasis kimia di Indonesia, seperti resin dan epoksi. Allyl chloride&#13;
diproduksi melalui proses klorinasi propilena tanpa katalis dalam fase gas menggunakan reaktor&#13;
alir pipa (RAP). Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 15.000 ton per tahun,&#13;
dengan kebutuhan bahan baku propilena sebesar 12.674 ton per tahun yang hanya memanfaatkan&#13;
sebagian kecil dari kapasitas propilena nasional, sehingga ketersediaan bahan baku relatif&#13;
terjamin. Proses reaksi berlangsung pada suhu tinggi dan bersifat eksotermik, sehingga&#13;
diperlukan pengendalian kondisi operasi untuk menjaga kestabilan termal serta meminimalkan&#13;
pembentukan produk samping.&#13;
Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi, diperoleh nilai Return on Investment (ROI) sebesar 28,58%&#13;
sebelum pajak dan 22,29% setelah pajak. Nilai Pay Out Time (POT) masing-masing sebesar 2,7&#13;
tahun sebelum pajak dan 3,3 tahun setelah pajak. Break Even Point (BEP) tercapai pada 44,96%&#13;
kapasitas produksi dan Shut Down Point (SDP) berada pada 25,70% kapasitas produksi. Selain&#13;
itu, hasil analisis Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFR) menunjukkan bahwa pabrik&#13;
layak secara ekonomis. Berdasarkan tinjauan teknis dan ekonomi tersebut, pabrik allyl chloride&#13;
dengan kapasitas 15.000 ton per tahun dinilai layak untuk dikaji lebih lanjut.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63111</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Prarancangan Pabrik Kimia Butil Asetat dari Butanol dan Asam Asetat Kapasitas 20.000 Ton/Tahun</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62807</link>
<description>Prarancangan Pabrik Kimia Butil Asetat dari Butanol dan Asam Asetat Kapasitas 20.000 Ton/Tahun
Ramadhana, Ahada; Rasid
Butil asetat merupakan salah satu ester yang berperan penting dalam industri kimia, utamanya digunakan sebagai pelarut. Selain itu, juga digunakan dalam proses coating dan painting, sebagai bahan tambahan soft drinks, es krim, dan keju. Butil asetat juga diaplikasikan pada industri farmasi dan bahan tambahan kosmetik, sebagai komponen perasa buatan buah-buahan. Proses produksi butil asetat dari butanol dan asam asetat bekerja secara kontinyu di dalam reaktor alir tangki berpengaduk pada fase cair-cair. Dioperasikan pada suhu 100 °C dan tekanan 1 atm dengan menggunakan katalis asam sulfat. Pabrik dirancang dengan kapasitas 20.000 ton/tahun dengan bahan baku yang dibutuhkan antara lain butanol sebanyak 1872,0587 kg/jam dan asam asetat sebanyak 1379,8959 kg/jam, katalis asam sulfat sebanyak 9,6593 kg/jam. Pabrik bekerja selama 24 jam per hari, 7 hari per minggu, 330 hari per tahun. Pabrik direncanakan didirikan di Gresik, Jawa Timur di atas tanah seluas 22.400 m2 dengan karyawan sejumlah 248 orang. Diperlukan total modal investasi (total capital investmet) yang meliputi modal tetap (fixed capital investment) dan modal kerja (working capital) sebesar Rp 421.890.555.904,00. Total biaya produksi yang dikeluarkan setiap tahun yang terdiri atas biaya pembuatan (manufacturing cost) dan biaya pengeluaran umum (general expense) adalah sebesar Rp 526.435.450.880,00. Keuntungan yang diperoleh sebelum pajak Rp 133.564.563.456,00 dan sesudah pajak sebesar Rp 66.782.281.728,00. Dari analisis kelayakan diperoleh return on investment sebelum pajak 53,47% dan sesudah pajak 26,74%. Pay out time sebelum pajak adalah 1,6 tahun dan sesudah pajak adalah 2,7 tahun. Break even point sebesar 40,45% kapasitas, shut down point sebesar 18,18% kapasitas, serta discounted cash flow rate sebesar 30,60%. Untuk pabrik beresiko rendah, ROI sebelum pajak adalah 44%, POT maksimum sebelum pajak adalah 5 tahun, BEP 40-60%, serta suku bunga di bank berkisar 10,5%. Berdasarkan hasil analisis ekonomi di atas, maka pabrik butil asetat dari butanol dan asam asetat dengan kapasitas 20.000 ton/tahun layak dan dapat didirikan dan patut untuk ditindaklanjuti.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2015 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62807</guid>
<dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahun</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62264</link>
<description>Pra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahun
Yanuar, Muhammad Yusuf
Anilin merupakan salah satu bahan kimia yang saat ini banyak&#13;
dimanfaatkan dalam bidang industri. Selain sektor industri kimia, anilin juga&#13;
berperan penting dalam sektor lain seperti pertanian dan farmasi. Didirikannya&#13;
pabrik anilin menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan&#13;
negara dan mengurangi ketergantungan impor. Pra-rancangan pabrik anilin dengan&#13;
kapasitas 21.000 ton/tahun ini direncanakan akan dibangun di Kecamatan Jeru,&#13;
Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di atas lahan sebesar 53.136 m2. Pabrik ini akan&#13;
beroperasi pada tahun 2030 dengan 330 hari kerja dalam satu tahun. Bahan baku&#13;
yang digunakan adalah nitrobenzene dengan proses hidrogenasi. Proses hidrogenasi&#13;
nitrobenzene menjadi anilin dilakukan dengan reaktor fixed bed dengan sistem fase&#13;
uap. Nitrobenzene dialirkan ke dalam vaporizer untuk proses penguapan.&#13;
Selanjutnya, uap nitrobenzene bersama dengan hidrogen dimasukkan ke dalam&#13;
reaktor fixed bed yang mengandung katalis tembaga. Reaksi berlangsung pada&#13;
tekanan 3 atm dan suhu 250 ̊C. Proses hidrogenasi nitrobenzene fase uap dipilih&#13;
karena memiliki beberapa keunggulan seperti proses yang lebih sederhana,&#13;
menghasilkan yield yang lebih tinggi yaitu sebesar 98%, serta bahan yang&#13;
digunakan lebih sedikit dan lebih ekonomis. Bahan baku yang diperlukan adalah&#13;
hidrogen sebesar 362,923 kg/jam, nitrobenzena 3.719,9613 kg/jam, benzena 3,7237&#13;
kg/jam, dan produk utama anilin sebesar 2.651,51 kg/jam. Kebutuhan utilitas air&#13;
pendingin sebesar 209.795,1 kg/jam dan air pembuat steam sebesar 6.308,979&#13;
kg/jam. Kebutuhan pasokan listrik 7.545,7 kW, udara tekanan 2m3&#13;
&#13;
/jam, kebutuhan&#13;
bahan bakar boiler menggunakan fuel oil sebesar 433,53 liter/jam, bahan bakar&#13;
generator menggunakan solar sebesar 11.944,81 liter/tahun. Kelayakan pendirian&#13;
pabrik kimia di Indonesia memiliki beberapa parameter yang telah diperhitungkan.&#13;
Berdasarkan tinjauan konidisi operasi dan sifat-sifat bahan baku yang terlibat di&#13;
dalam operasi, maka pabrik anilin ini tergolong sebagai pabrik beresiko rendah (low&#13;
risk). Analisa ekonomi pabrik anilin menunjukan jumlah Fixed Capital Investment&#13;
sebesar Rp. 905.134.058.000,-, jumlah Working Capital sebesar Rp.&#13;
230.067.746.000,- dengan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp.&#13;
863.228.588.000,- dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp. 673.318.299.000,-.&#13;
Nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 25% dan Return On&#13;
Investment (ROI) setelah pajak sebesar 19%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak&#13;
2.9 tahun dan Pay Out Time (POT) setelah pajak 3.4 tahun. Break Even Point (BEP)&#13;
pada 44,9% dan Shut Down Point (SDP) pada 18,49%. Berdasarkan Analisa&#13;
ekonomi tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik anilin ini layak didirikan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62264</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahun</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62263</link>
<description>Pra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahun
Cahyaningrum, Regita
Anilin merupakan salah satu bahan kimia yang saat ini banyak&#13;
dimanfaatkan dalam bidang industri. Selain sektor industri kimia, anilin juga&#13;
berperan penting dalam sektor lain seperti pertanian dan farmasi. Didirikannya&#13;
pabrik anilin menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan&#13;
negara dan mengurangi ketergantungan impor. Pra-rancangan pabrik anilin dengan&#13;
kapasitas 21.000 ton/tahun ini direncanakan akan dibangun di Kecamatan Jeru,&#13;
Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di atas lahan sebesar 53.136 m2. Pabrik ini akan&#13;
beroperasi pada tahun 2030 dengan 330 hari kerja dalam satu tahun. Bahan baku&#13;
yang digunakan adalah nitrobenzene dengan proses hidrogenasi. Proses hidrogenasi&#13;
nitrobenzene menjadi anilin dilakukan dengan reaktor fixed bed dengan sistem fase&#13;
uap. Nitrobenzene dialirkan ke dalam vaporizer untuk proses penguapan.&#13;
Selanjutnya, uap nitrobenzene bersama dengan hidrogen dimasukkan ke dalam&#13;
reaktor fixed bed yang mengandung katalis tembaga. Reaksi berlangsung pada&#13;
tekanan 3 atm dan suhu 250 ̊C. Proses hidrogenasi nitrobenzene fase uap dipilih&#13;
karena memiliki beberapa keunggulan seperti proses yang lebih sederhana,&#13;
menghasilkan yield yang lebih tinggi yaitu sebesar 98%, serta bahan yang&#13;
digunakan lebih sedikit dan lebih ekonomis. Bahan baku yang diperlukan adalah&#13;
hidrogen sebesar 362,923 kg/jam, nitrobenzena 3.719,9613 kg/jam, benzena 3,7237&#13;
kg/jam, dan produk utama anilin sebesar 2.651,51 kg/jam. Kebutuhan utilitas air&#13;
pendingin sebesar 209.795,1 kg/jam dan air pembuat steam sebesar 6.308,979&#13;
kg/jam. Kebutuhan pasokan listrik 7.545,7 kW, udara tekanan 2m3&#13;
&#13;
/jam, kebutuhan&#13;
bahan bakar boiler menggunakan fuel oil sebesar 433,53 liter/jam, bahan bakar&#13;
generator menggunakan solar sebesar 11.944,81 liter/tahun. Kelayakan pendirian&#13;
pabrik kimia di Indonesia memiliki beberapa parameter yang telah diperhitungkan.&#13;
Berdasarkan tinjauan konidisi operasi dan sifat-sifat bahan baku yang terlibat di&#13;
dalam operasi, maka pabrik anilin ini tergolong sebagai pabrik beresiko rendah (low&#13;
risk). Analisa ekonomi pabrik anilin menunjukan jumlah Fixed Capital Investment&#13;
sebesar Rp. 905.134.058.000,-, jumlah Working Capital sebesar Rp.&#13;
230.067.746.000,- dengan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp.&#13;
863.228.588.000,- dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp. 673.318.299.000,-.&#13;
Nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 25% dan Return On&#13;
Investment (ROI) setelah pajak sebesar 19%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak&#13;
2.9 tahun dan Pay Out Time (POT) setelah pajak 3.4 tahun. Break Even Point (BEP)&#13;
pada 44,9% dan Shut Down Point (SDP) pada 18,49%. Berdasarkan Analisa&#13;
ekonomi tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik anilin ini layak didirikan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62263</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
