<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Chemical Engineering</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/57</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 20:41:59 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-13T20:41:59Z</dc:date>
<item>
<title>Pra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahun</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62264</link>
<description>Pra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahun
Yanuar, Muhammad Yusuf
Anilin merupakan salah satu bahan kimia yang saat ini banyak&#13;
dimanfaatkan dalam bidang industri. Selain sektor industri kimia, anilin juga&#13;
berperan penting dalam sektor lain seperti pertanian dan farmasi. Didirikannya&#13;
pabrik anilin menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan&#13;
negara dan mengurangi ketergantungan impor. Pra-rancangan pabrik anilin dengan&#13;
kapasitas 21.000 ton/tahun ini direncanakan akan dibangun di Kecamatan Jeru,&#13;
Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di atas lahan sebesar 53.136 m2. Pabrik ini akan&#13;
beroperasi pada tahun 2030 dengan 330 hari kerja dalam satu tahun. Bahan baku&#13;
yang digunakan adalah nitrobenzene dengan proses hidrogenasi. Proses hidrogenasi&#13;
nitrobenzene menjadi anilin dilakukan dengan reaktor fixed bed dengan sistem fase&#13;
uap. Nitrobenzene dialirkan ke dalam vaporizer untuk proses penguapan.&#13;
Selanjutnya, uap nitrobenzene bersama dengan hidrogen dimasukkan ke dalam&#13;
reaktor fixed bed yang mengandung katalis tembaga. Reaksi berlangsung pada&#13;
tekanan 3 atm dan suhu 250 ̊C. Proses hidrogenasi nitrobenzene fase uap dipilih&#13;
karena memiliki beberapa keunggulan seperti proses yang lebih sederhana,&#13;
menghasilkan yield yang lebih tinggi yaitu sebesar 98%, serta bahan yang&#13;
digunakan lebih sedikit dan lebih ekonomis. Bahan baku yang diperlukan adalah&#13;
hidrogen sebesar 362,923 kg/jam, nitrobenzena 3.719,9613 kg/jam, benzena 3,7237&#13;
kg/jam, dan produk utama anilin sebesar 2.651,51 kg/jam. Kebutuhan utilitas air&#13;
pendingin sebesar 209.795,1 kg/jam dan air pembuat steam sebesar 6.308,979&#13;
kg/jam. Kebutuhan pasokan listrik 7.545,7 kW, udara tekanan 2m3&#13;
&#13;
/jam, kebutuhan&#13;
bahan bakar boiler menggunakan fuel oil sebesar 433,53 liter/jam, bahan bakar&#13;
generator menggunakan solar sebesar 11.944,81 liter/tahun. Kelayakan pendirian&#13;
pabrik kimia di Indonesia memiliki beberapa parameter yang telah diperhitungkan.&#13;
Berdasarkan tinjauan konidisi operasi dan sifat-sifat bahan baku yang terlibat di&#13;
dalam operasi, maka pabrik anilin ini tergolong sebagai pabrik beresiko rendah (low&#13;
risk). Analisa ekonomi pabrik anilin menunjukan jumlah Fixed Capital Investment&#13;
sebesar Rp. 905.134.058.000,-, jumlah Working Capital sebesar Rp.&#13;
230.067.746.000,- dengan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp.&#13;
863.228.588.000,- dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp. 673.318.299.000,-.&#13;
Nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 25% dan Return On&#13;
Investment (ROI) setelah pajak sebesar 19%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak&#13;
2.9 tahun dan Pay Out Time (POT) setelah pajak 3.4 tahun. Break Even Point (BEP)&#13;
pada 44,9% dan Shut Down Point (SDP) pada 18,49%. Berdasarkan Analisa&#13;
ekonomi tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik anilin ini layak didirikan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62264</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahun</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62263</link>
<description>Pra Rancangan Pabrik Anilin dari Nitrobenzene dengan Kapasitas 21.000 Ton/tahun
Cahyaningrum, Regita
Anilin merupakan salah satu bahan kimia yang saat ini banyak&#13;
dimanfaatkan dalam bidang industri. Selain sektor industri kimia, anilin juga&#13;
berperan penting dalam sektor lain seperti pertanian dan farmasi. Didirikannya&#13;
pabrik anilin menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan&#13;
negara dan mengurangi ketergantungan impor. Pra-rancangan pabrik anilin dengan&#13;
kapasitas 21.000 ton/tahun ini direncanakan akan dibangun di Kecamatan Jeru,&#13;
Kabupaten Tuban, Jawa Timur, di atas lahan sebesar 53.136 m2. Pabrik ini akan&#13;
beroperasi pada tahun 2030 dengan 330 hari kerja dalam satu tahun. Bahan baku&#13;
yang digunakan adalah nitrobenzene dengan proses hidrogenasi. Proses hidrogenasi&#13;
nitrobenzene menjadi anilin dilakukan dengan reaktor fixed bed dengan sistem fase&#13;
uap. Nitrobenzene dialirkan ke dalam vaporizer untuk proses penguapan.&#13;
Selanjutnya, uap nitrobenzene bersama dengan hidrogen dimasukkan ke dalam&#13;
reaktor fixed bed yang mengandung katalis tembaga. Reaksi berlangsung pada&#13;
tekanan 3 atm dan suhu 250 ̊C. Proses hidrogenasi nitrobenzene fase uap dipilih&#13;
karena memiliki beberapa keunggulan seperti proses yang lebih sederhana,&#13;
menghasilkan yield yang lebih tinggi yaitu sebesar 98%, serta bahan yang&#13;
digunakan lebih sedikit dan lebih ekonomis. Bahan baku yang diperlukan adalah&#13;
hidrogen sebesar 362,923 kg/jam, nitrobenzena 3.719,9613 kg/jam, benzena 3,7237&#13;
kg/jam, dan produk utama anilin sebesar 2.651,51 kg/jam. Kebutuhan utilitas air&#13;
pendingin sebesar 209.795,1 kg/jam dan air pembuat steam sebesar 6.308,979&#13;
kg/jam. Kebutuhan pasokan listrik 7.545,7 kW, udara tekanan 2m3&#13;
&#13;
/jam, kebutuhan&#13;
bahan bakar boiler menggunakan fuel oil sebesar 433,53 liter/jam, bahan bakar&#13;
generator menggunakan solar sebesar 11.944,81 liter/tahun. Kelayakan pendirian&#13;
pabrik kimia di Indonesia memiliki beberapa parameter yang telah diperhitungkan.&#13;
Berdasarkan tinjauan konidisi operasi dan sifat-sifat bahan baku yang terlibat di&#13;
dalam operasi, maka pabrik anilin ini tergolong sebagai pabrik beresiko rendah (low&#13;
risk). Analisa ekonomi pabrik anilin menunjukan jumlah Fixed Capital Investment&#13;
sebesar Rp. 905.134.058.000,-, jumlah Working Capital sebesar Rp.&#13;
230.067.746.000,- dengan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp.&#13;
863.228.588.000,- dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp. 673.318.299.000,-.&#13;
Nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 25% dan Return On&#13;
Investment (ROI) setelah pajak sebesar 19%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak&#13;
2.9 tahun dan Pay Out Time (POT) setelah pajak 3.4 tahun. Break Even Point (BEP)&#13;
pada 44,9% dan Shut Down Point (SDP) pada 18,49%. Berdasarkan Analisa&#13;
ekonomi tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik anilin ini layak didirikan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62263</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pra Rancangan Pabrik Metanol dari H2 dan CO2 dengan Reaksi Hidrogenasi</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61957</link>
<description>Pra Rancangan Pabrik Metanol dari H2 dan CO2 dengan Reaksi Hidrogenasi
Ningrum, Anggraini Imarahim Sekar
Pra-rancangan pabrik metanol ini bertujuan untuk memanfaatkan gas karbon dioksida (CO2) dan gas hidrogen (H2) sebagai bahan baku dalam proses hidrogenasi untuk menghasilkan metanol dengan kapasitas 57.000 ton per tahun. Pabrik direncanakan akan didirikan di Bontang, Kalimantan Timur, karena daerah tersebut memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah dan berdekatan dengan sumber CO2 dari industri sekitar. Pendirian pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan metanol dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Proses produksi metanol meliputi tiga tahap utama, yaitu persiapan bahan baku, reaksi sintesis metanol melalui hidrogenasi CO2 dengan katalis Cu/ZnO/Al2O3, serta tahap pemisahan dan pemurnian produk menggunakan unit distilasi. Reaksi berlangsung pada suhu operasi sekitar 220°C dan tekanan 69 bar, menghasilkan metanol dengan kemurnian tinggi yang disimpan dalam fasa cair pada tangki penyimpanan. Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi, diperoleh beberapa parameter kelayakan yang menunjukkan bahwa proyek ini layak untuk direalisasikan. Nilai Return on Investment (ROI) sebesar 26,53% sebelum pajak dan 25,20% setelah pajak, sedangkan Pay Out Time (POT) tercatat 2,74 tahun sebelum pajak dan 2,84 tahun setelah pajak. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 46,86%, Shut Down Point (SDP) sebesar 22,83%, serta Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 26,04%. Berdasarkan kriteria kelayakan industri kimia, hasil ini menunjukkan bahwa pendirian pabrik metanol dari CO2 dan H2 dengan kapasitas 57.000 ton per tahun layak secara teknis dan ekonomis, serta memiliki prospek positif dari aspek lingkungan.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61957</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pra Rancangan Pabrik Asam Vinil Formiat dari Vinil Aldehid dan Udara Dengan Proses Oksidasi dengan Kapasitas</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61400</link>
<description>Pra Rancangan Pabrik Asam Vinil Formiat dari Vinil Aldehid dan Udara Dengan Proses Oksidasi dengan Kapasitas
Andryan, Audry
Pabrik Asam Vinil Formiat dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 40.000&#13;
ton per tahun dan beroperasi selama 330 hari dalam satu tahun. Bahan baku yang&#13;
digunakan dalam proses produksi adalah vinil aldehid (akrolein) dan udara dengan&#13;
metode reaksi oksidasi. Lokasi pendirian pabrik direncanakan di Jabon, Kabupaten&#13;
Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 165 orang.&#13;
Produk yang dihasilkan memiliki tingkat kemurnian mencapai 99%. Proses&#13;
produksi Asam Vinil Formiat tergolong memiliki risiko tinggi karena melibatkan&#13;
operasi pada suhu dan tekanan yang relatif besar serta penggunaan bahan baku yang&#13;
bersifat reaktif dan mudah terbakar. Oleh karena itu, diperlukan sistem&#13;
pengendalian proses dan keselamatan kerja yang ketat untuk menjamin keamanan&#13;
operasional pabrik. Dari hasil analisis ekonomi diperoleh keuntungan sebelum&#13;
pajak sebesar Rp 100.381.351.894 per tahun dan keuntungan setelah pajak sebesar&#13;
Rp 78.297.454.894 per tahun. Waktu pengembalian modal (Pay Out Time, POT)&#13;
sebelum pajak adalah 1,32 tahun dan setelah pajak 1,42 tahun. Nilai Return on&#13;
Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 24% per tahun dan setelah pajak sebesar&#13;
19% per tahun. Titik impas (Break Even Point, BEP) dicapai pada kapasitas&#13;
produksi 41%, sedangkan titik penghentian operasi (Shutdown Point, SDP) berada&#13;
pada 16%. Nilai Discounted Cash Flow (DCF) yang diperoleh sebesar 14% per&#13;
tahun. Berdasarkan hasil analisis teknis dan ekonomi tersebut, dapat disimpulkan&#13;
bahwa pendirian pabrik Asam Vinil Formiat dengan kapasitas 40.000 ton per tahun&#13;
layak untuk direalisasikan karena menunjukkan kelayakan dan potensi keuntungan&#13;
yang baik.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61400</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
