<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Psychology</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/56648</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 22:46:12 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-28T22:46:12Z</dc:date>
<item>
<title>Hubungan Tingkat Spiritualitas dan Illness Perception dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67149</link>
<description>Hubungan Tingkat Spiritualitas dan Illness Perception dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2
Syafiqoh, Fina Fairuz
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang tidak hanya&#13;
berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup&#13;
penderitanya. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam&#13;
kualitas hidup pasien adalah spiritualitas dan illness perception. Oleh&#13;
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan&#13;
spiritualitas dan illness perception dengan kualitas hidup pada pasien&#13;
diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif&#13;
dengan desain korelasional cross-sectional pada 207 pasien diabetes&#13;
melitus tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.&#13;
Instrumen penelitian meliputi Diabetes Quality of Life Brief Clinical&#13;
Inventory (DQOL-BCI), Spiritual Perspective Scale (SPS), dan Brief&#13;
Illness Perception Questionnaire (BIPQ). Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa kedua variabel independen secara simultan maupun parsial&#13;
berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe&#13;
2, dengan illness perception memberikan kontribusi yang lebih besar&#13;
dibandingkan spiritualitas. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas hidup&#13;
pasien diabetes melitus tipe 2 dipengaruhi oleh faktor psikologis,&#13;
khususnya spiritualitas dan illness perception. Oleh karena itu, upaya&#13;
meningkatkan kualitas hidup pasien perlu memperhatikan pembentukan&#13;
illness perception yang lebih adaptif serta penguatan aspek spiritual&#13;
sebagai bagian dari pengelolaan diabetes secara komprehensif.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67149</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Konsep Diri dan Optimisme Menghadapi Masa Pensin Pada Pegawa Negeri Sipil</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67114</link>
<description>Konsep Diri dan Optimisme Menghadapi Masa Pensin Pada Pegawa Negeri Sipil
Dinisa', Rahmi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara konsep diri dengan optimisme menghadapi masa pensiun pada pegawai negeri sipil. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan konsep diri terhadap optimisme dalam menghadapi masa pensiun. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang pegawai negeri sipil yang masih berstatus aktif dalam instansi tersebut namun sudah akan memasuki masa pensiun yang mana subjek tersebut berada di daerah Kabupaten Kampar Kecamatan Bangkinang. Penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu (1) skala Konsep Diri (21 aitem) yang mengacu pada dimensi-dimensi konsep diri yang teorinya dikembangkan oleh Hurlock dan Batican (2011) dengan p = 0,307 (p0,05) dan untuk skala Optimisme yang dikembangkan oleh Carver dun Scheier (1985) dengan p=0,061 (p&gt;0,05). Hasil analisis data menggunakan teknik korelasional Spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara konsep diri terhadap optimisme menghadapi masa pensiun. Hasil uji hipotesis yang diperoleh hasil koefisien korelasir sebesar -0,035 dengan p=0,396 (p&gt;0,05), namun terdapat satu aspek dari variable konsep diri yang mempengaruhi optimisme yaitu kapasitas keuangan (Financial Capacity). Berdasarkan hasil penelitian, maka hipotesis penelitian ini tidak diterima atau ditolak.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2015 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67114</guid>
<dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Resiliensi pada Mahasiswa Perantau</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67088</link>
<description>Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Resiliensi pada Mahasiswa Perantau
Alhaq, Nadzira Zahrawani
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan&#13;
resiliensi pada mahasiswa perantau. Penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan&#13;
purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 167 mahasiswa perantau&#13;
berusia 18-23 tahun yang sedang menempuh pendidikan tinggi di luar kota asal.&#13;
Pengumpulan data dilakukan menggunakan The Brief Resilience Scale (BRS)&#13;
untuk variabel resiliensi dan skala Interpersonal Support Evaluation List-Short&#13;
Form (ISEL-16) untuk variabel dukungan sosial. Analisis data dilakukan&#13;
menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman’s rho. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan&#13;
sosial dengan resiliensi pada mahasiswa perantau (r = 0.457, p &lt; 0.001). Temuan&#13;
ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa&#13;
perantau, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensinya. Dengan demikian,&#13;
dukungan sosial merupakan salah satu faktor penting yang berkaitan dengan&#13;
kemampuan mahasiswa perantau dalam menghadapi berbagai tantangan dan&#13;
beradaptasi selama menjalani kehidupan di lingkungan perantauan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67088</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Kerja pada Karyawan Generasi Z</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67060</link>
<description>Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Kerja pada Karyawan Generasi Z
Fatin, Syahnaz Putri Arundia
Persepsi Dukungan Organisasi merupakan cara pandang karyawan terkait sejauh&#13;
mana organisasi dapat memberikan kesejahteraan atas hasil kinerja karyawan.&#13;
Sementara itu, Keterikatan Kerja merupakan sebuah kondisi psikologi positif yang&#13;
menggambarkan sejauh mana individu sepenuhnya terlibat dalam pekerjaannya&#13;
baik secara kognitif, emosi dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui&#13;
hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan keterikatan kerja pada&#13;
karyawan generasi Z. Partisipan pada penelitian ini merupakan karyawan generasi&#13;
Z yang bekerja minimal enam bulan di perusahaan tempat mereka bekerja.&#13;
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian&#13;
dipilih dengan teknik purposive sampling dengan analisis data menggunakan&#13;
Spearman pada 145 partisipan. Alat ukur yang digunakan yaitu Utrecht&#13;
Engagement Scale (UWES) dan Survey of Persepsi Dukungan Organisasi (SPOS).&#13;
Hasil penelitian menunjukan hubungan yang positif dan signifikan antara Persepsi&#13;
Dukungan Organisasi dengan keterikatan kerja. Artinya, semakin tinggi Persepsi&#13;
Dukungan Organisasi yang dirasakan oleh karyawan, maka semakin tinggi pula&#13;
tingkat keterikatan kerja pada karyawan generasi Z.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67060</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
