<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Industrial Technology</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/56</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 12:03:57 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-21T12:03:57Z</dc:date>
<item>
<title>Penentuan Prioritas Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (Studi Kasus: SP Aluminium, Umbulharjo, Yogyakarta)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61808</link>
<description>Penentuan Prioritas Kecelakaan Kerja dengan Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (Studi Kasus: SP Aluminium, Umbulharjo, Yogyakarta)
Balany, Muh Syafriandi
SP Aluminium merupakan perusahaan berawal dari memproduksi sendok,irus dan entong. Hingga kini SP Aluminium sudah memiliki 2 pabrik dengan total karyawan saat ini 120 orang. Namun, SP Aluminium belum mempunyai divisi EHS (Environment, Health and Safety) yang mengatur tentang training (work instruction, pemakaian APD, Job Safety Analysis, ergonomi, dan aturan keselamatan kerja) kepada karyawan untuk mengurangi kejadian kecelakaan kerja yang terjadi akibat kesalahan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas penanganan kecelakaan kerja yang terjadi di SP Aluminium. Metodologi penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi kejadian kecelakaan kerja berdasarkan kasus, penyebab dan akibat kemudian mengkategorikan kasus kecelakaan tersebut. Ada 12 kategori kecelakaan kerja, yang kemudian digunakan sebagai failure mode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas penanganan. FMEA berfungsi untuk mengetahui nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi dari failure mode yang ada. Hasil dari penelitian diketahui bahwa 1 kategori kecelakaan kerja dengan nilai RPN tertinggi adalah Terkena benda yang berada dalam kondisi tetap ataupun bergerak. Nilai RPNnya sebesar 392.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61808</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Kinerja Industri dengan Pendekatan Sustainable Balanced Scorecard dan Fuzzy Analytical Network Process (Studi Kasus: CV Sogan Batik Rejodani)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61804</link>
<description>Evaluasi Kinerja Industri dengan Pendekatan Sustainable Balanced Scorecard dan Fuzzy Analytical Network Process (Studi Kasus: CV Sogan Batik Rejodani)
Rifai, Fika
Pesatnya persaingan di era bisnis menyebabkan perusahaan dituntut untuk selalu menjaga performa serta mempunyai keunggulan kompetitif dalam bersaing pada kondisi apapun. Di lain hal perusahaan juga dituntut untuk sekedar memaksimalkan keuntungan, namun juga diharuskan memiliki concern terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. CV. Sogan Batik Rejodani merupakan salah satu Industri Kecil Menengah yang fokus pada pembuatan pakaian berbahan batik cap dan tulis. Untuk mencapai keuntungan dan memenangkan persaingan dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan aspek sustainability maka diperlukan pengukuran kinerja perusahaan. Pendekatan Sustainable Balance Scorecard dan Fuzzy Analytical Network Process dilakukan guna melihat seberapa jauh perusahaan dalam menghadapi isu-isu sosial dan lingkungan serta dampaknya terhadap ekonomi perusahaan dengan menghilangkan keambiguan dalam pembobotan pada masing-masing indikator Sustainable Balance Scorecard. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posisi kinerja berkelanjutan perusahan berada pada standar cukup baik dengan persentase sebesar 52,63%. Indikator yang memiliki tingkat kepentingan tertinggi pada CV. Sogan Batik adalah pertumbuhan pelanggan, customer retention rate, tingkat utilitas kapasitas, inovasi desain, ketepatan pengiriman, retensi karyawan, indeks kepuasan karyawan, dan training karyawan dengan masing-masing bobot adalah sama 12%. Berdasarkan hasil pengukuran pada SBSC dan Fuzzy ANP, maka indikator yang sangat perlu dilakukan perbaikan oleh CV. Sogan Batik adalah pertumbuhan pelanggan, customer retention rate, tingkat utilitas kapasitas, ketepatan pengiriman, dan indeks kepuasan karyawan.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61804</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Risiko Penundaan Pemberangkatan Jemaah Umrah dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus: PT Wisata Pahala Utama)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61803</link>
<description>Analisis Risiko Penundaan Pemberangkatan Jemaah Umrah dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus: PT Wisata Pahala Utama)
Puspita, Diah
Manajemen risiko merupakan suatu proses pengelolaan risiko yang meliputi identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan aktivitas perusahaan. Risiko operasional sebagai salah satu elemen risiko yang mempengaruhi kinerja perusahaan. PT. Wisata Pahala Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa keberangkatan Umrah dan Haji Plus di Balikpapan, Kalimantan Timur. Di dalam sistem operasional persiapan pemberangkatan jamaah Umrah dapat memungkinkan terjadinya penundaan hingga kegagalan keberangkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko dan menentukan risiko yang dominan untuk dilakukan strategi mitigasi. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi risiko dan nilai Risk Priority Number (RPN). Terdapat 6 risiko yang teridentifikasi dari hasil wawancara kepada expert dan 3 risiko di antaranya menjadi fokus untuk dilakukan mitigasi risiko yaitu Ministry of Foreign Affairs (MOFA) terlambat diterbitkan, stiker VISA Umrah di Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) habis dan paspor calon jamaah ditolak. Strategi penanganan yang direncanakan terdapat 6 strategi mitigasi risiko.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61803</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengendalian Kualitas Kabinet Small Upright Piano dengan Pendekatan TRIZ (Studi Kasus: PT Yamaha Indonesia)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61797</link>
<description>Pengendalian Kualitas Kabinet Small Upright Piano dengan Pendekatan TRIZ (Studi Kasus: PT Yamaha Indonesia)
Aditya, Muhammad Desfian Dimasda
Proses produksi merupakan suatu tahapan guna mengubah input menjadi output yang diharapkan. Dalam proses produksi tersebut, kualitas adalah salah satu hal penting yang menjadi parameter bagi perusahaan untuk selalu di jaga. Terdapat 7 macam pemborosan yang dapat terjadi dalam industri manufaktur, salah satunya adalah pemborosan produk cacat. Di PT. Yamaha Indonesia masih sering terjadi waste produksi berupa produk cacat. Oleh karena itu pengendalian kualitas penting dilakukan guna menurunkan angka produk cacat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model piano (Polished Ebony/PE, Polished Mahogany/PM, Polished White/PWH, dan Polished Walnut/PW) yang mengalami cacat dan menjadi prioritas perbaikan, mengetahui jenis dan jumlah cacat yang terjadi pada model piano yang menjadi prioritas perbaikan, serta menemukan solusi guna memperbaiki atau meminimalkan kejadian cacat tersebut dengan menggunakan pendekatan TRIZ. Pendekatan TRIZ merupakan pendekatan guna menemukan solusi-solusi berdasarkan prinsip inventif yang ditemukan dari hasil kontradiksi antara parameter teknik pada Improving Feature dan dengan parameter teknik pada Worsening Feature. Penelitian dilakukan di PT. Yamaha Indonesia khusus pada section Sanding Buffing Small Upright Piano. Adapun hasil dari penelitian ini adalah model yang menjadi prioritas diteliti adalah Polished Ebony (PE) dan Polished White (PWH) dengan akumulasi persentase sebesar 90.25%, kemudian jenis cacat yang menjadi prioritas perbaikan adalah muke permukaan, dekok dan alur, serta ditemukannya prinsip inventif berdasarkan kontradiksi yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada yakni dengan menerapkan prinsip inventif #1 Segmentation untuk penyebab masalah 4, #10 Prior action untuk penyebab masalah 1 dan 3, #13 Inversion, The other way around untuk penyebab masalah 5, serta #15 Dynamicity, Optimization untuk penyebab masalah 2.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61797</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
