<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Pharmacy</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/55</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 22:26:10 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-28T22:26:10Z</dc:date>
<item>
<title>Drug Related Problems (DRPs) pada Pengobatan Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta selama tahun 2005</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67148</link>
<description>Drug Related Problems (DRPs) pada Pengobatan Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta selama tahun 2005
Ekawati, Diah Sri
Stroke iskemik memerlukan pengobatan yang komples dan rumit. Beberapa obat akan memberikan efek maksimal jika diberikan beberapa saat setelah onset stroke sehingga ketepatan dalam pemilihan obat sangat berpengaruh pada keberhasilan terapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi drug related problems pada pengobatan stroke iskemik di instalasi rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta selama tahun 2005 yang meliputi indikasi tanpa obat; obat tanpa indikasi; sub dose; over dose; efek samping obat; interaksi obat; kesalahan pemberian obat dan kegagalan penerimaan obat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode cross sectional secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Bahan penelitian berupa data rekam medis yang ditulis oleh klinisi medis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk pasien stroke iskemik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada pasien stroke iskemik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta selama tahun 2005, dapat disimpulkan yaitu prevalensi pasien stroke iskemik berdasarkan jenis kelamin adalah 57,14% kasus terjadi pada pasien laki-laki, dan 42,86% kasus terjadi pada pasien perempuan. Prevalensi pasien berdasarkan usia, 26,79% kasus dialami oleh kelompok usia dewasa dan 73,21% kasus dialami oleh pasen usia lanjut. Berdasarkan analisis pengaruh hipertensi terhadap terjadinya stroke iskemik diperoleh hasil bahwa pasien stroke iskemik yang memiliki tekanan darah yang normal sebanyak 10,71%, pasien dengan tekauan darah kategori pre hipertensi sebanyak 25%, pasien dengan tekanan darah kategori hipertensi stage 1 sebanyak 30,36% dan pasien dengan tekanan darah kategori hipertensi stage 2 sebanyak 33,93%. Setelah dilakukan analisis, diperoleh Drug Related Problems pada pasien rawat inap stroke iskemik yang terdiri dari 8,93% indikasi tanpa obat; 19,64% sub dose; 16,07% over dose; 3,57% efek samping obat; 26,79% interaksi obat; dan 1,79% gagal menerima obat.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67148</guid>
<dc:date>2007-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Gambaran Pelayanan Farmasi Klinik oleh Apoteker dan Waktu Pelayanan Resep di Puskesmas Ngemplak 1 dan Ngemplak 2</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67136</link>
<description>Gambaran Pelayanan Farmasi Klinik oleh Apoteker dan Waktu Pelayanan Resep di Puskesmas Ngemplak 1 dan Ngemplak 2
D.I., Azzahrah
Latar belakang: Pelayanan farmasi klinik di Puskesmas belum sepenuhnya&#13;
dilaksanakan, dan waktu pelayanan resep, terutama resep racikan, cenderung lebih&#13;
lama dibanding resep sediaan jadi akibat proses peracikan yang lebih kompleks.&#13;
Gambaran pelaksanaan farmasi klinik sekaligus waktu pelayanan resep di&#13;
Puskesmas terutama di Puskesmas Ngemplak 1 dan Puskesmas Ngemplak 2 belum&#13;
ada di telitih.&#13;
Tujuan: Menggambarkan pelaksanaan farmasi klinik oleh apoteker, waktu&#13;
pelayanan resep, serta waktu peracikan resep racikan dan resep sediaan jadi di&#13;
Puskesmas Ngemplak 1 dan Puskesmas Ngemplak 2&#13;
Metode: Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan prospektif,&#13;
di mana pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling&#13;
dan data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara. Total resep yang&#13;
terkumpul di Puskesmas Ngemplak 1 sebanyak 433 resep, sedangkan di Puskesmas&#13;
Ngemplak 2 total resep yang terkumpul sebanyak 532 resep.&#13;
Hasil : Pelaksanaan farmasi klinik di kedua Puskesmas telah sesuai standar pada&#13;
pengkajian resep, PIO, PTO, dan EPO, sementara konseling dan MESO tetap&#13;
dijalankan meski menghadapi keterbatasan, dan visite pasien dilaksanakan di&#13;
Puskesmas Ngemplak 1. Rerata waktu pelayanan resep sediaan jadi 15,12±5,55&#13;
menit di Ngemplak 1 dan 12,64±7,53 menit di Ngemplak 2; resep racikan&#13;
20,33±6,72 menit di Puskesmas Ngemplak 1 dan 16,87±7,93 menit di Puskesmas&#13;
Ngemplak 2. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima&#13;
pada kedua kategori resep, dengan waktu pelayanan di Ngemplak 1 konsisten lebih&#13;
lama.&#13;
Kesimpulan : Pelaksanaan farmasi klinik dan waktu pelayanan resep racikan di&#13;
kedua Puskesmas telah sesuai standar nasional. Waktu pelayanan resep sediaan jadi&#13;
menunjukkan perbedaan bermakna, dengan Ngemplak 1 secara konsisten lebih&#13;
lama dibanding Ngemplak 2.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67136</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Ekstrak Etanol Serbuk Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) untuk Efek Hipoglikemikn pada Tikus Jantan Wistar</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67125</link>
<description>Pengaruh Ekstrak Etanol Serbuk Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) untuk Efek Hipoglikemikn pada Tikus Jantan Wistar
Hasibuan, Hilman Wahyudi
Daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) merupakan tanaman obat yang dianggap dapat membantu menurunkan kadar glukosa yang berlebihan atau disebut juga antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol serbuk daun mimba terhadap kadar glukosa darah tikus jantan. Ekstrak etanol serbuk daun mimba diperoleh dengan proses memaserasi serbuk daun mimba. Proses penelitian ini dilakukan dengan metode UTGO (Uji Toleransi Glukosa Oral), menggunakan 30 ekor tikus jantan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola searah. 30 ekor tikus ini dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok 1 sebagai kontrol negatif, kelompok 2 dengan pemberian suspensi glibenklamid 0,09 mg/200 g BB, kelompok 3 dengan pemberian suspensi ekstrak etanol serbuk daun mimba 3,15/200 g BB, kelompok 4 dengan pemberian suspensi ekstrak etanol serbuk daun mimba 6,3 mg/200 g BB dan kelompok 5 dengan pemberian suspensi ekstrak etanol serbuk daun mimba 12,6 mg/200 g BB. Kemudian dilakukan sampling darah pada jam ke 1,2,3,4,5,6 dan 7 dihitung dari saat pemberian glukosa. Data berupa kadar glukosa versus waktu, kemudian dilakukan penghitungan AUC dengan metode trapezoid dan dilanjutkan dengan menghitung persentase daya hipoglikemik. Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak etanol serbuk daun mimba dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus jantan. Hasil uji Mann-Whitney dan Kruskall-Wallis dengan taraf kepercayaan 95% menjukan bahwa ekstrak etanol serbuk daun mimba dengan cara maserasi menyebabkan penurunan kadar glukosa darah dengn daya hipoglikemik sebesar 21-39 % dibandingkan dengan kontrol.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2006 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67125</guid>
<dc:date>2006-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Surveilans Adulterasi pada Kopi dan Madu Penambah Stamina Pria di Yogyakarta Menggunakan KCKT-UV</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67087</link>
<description>Surveilans Adulterasi pada Kopi dan Madu Penambah Stamina Pria di Yogyakarta Menggunakan KCKT-UV
Rifqi, Muhammad Nurur
Latar belakang: Produk kopi dan madu penambah stamina pria berpotensi&#13;
mengalami adulterasi melalui penambahan bahan kimia obat (BKO) seperti&#13;
sildenafil sitrat dan tadalafil yang tidak diperbolehkan dalam produk pangan karena&#13;
berisiko terhadap kesehatan. Kasus adulterasi BKO pada produk penambah stamina&#13;
masih ditemukan di Indonesia, sedangkan data di Kota Yogyakarta dan Kabupaten&#13;
Sleman masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan surveilans untuk mengetahui&#13;
keberadaan adulterasi pada produk yang beredar.&#13;
Tujuan: Melakukan surveilans adulterasi sildenafil sitrat dan tadalafil pada produk&#13;
kopi dan madu penambah stamina pria yang beredar di Kota Yogyakarta dan&#13;
Kabupaten Sleman menggunakan metode KCKT-UV.&#13;
Metode: Penelitian dilakukan menggunakan metode surveilans dengan&#13;
pengambilan sampel secara purposive sampling pada produk kopi dan madu&#13;
penambah stamina pria yang beredar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.&#13;
Analisis dilakukan menggunakan KCKT-UV fase terbalik dengan kolom C18 dan&#13;
fase gerak asetonitril-buffer fosfat 0,020 M pH 3 (50:50), panjang gelombang 220&#13;
nm, laju alir 1 mL/menit, dan volume injeksi 20 μL. Validasi metode meliputi uji&#13;
spesifisitas, linearitas, akurasi, presisi, batas deteksi (LOD), dan batas kuantifikasi&#13;
(LOQ) sesuai pedoman AOAC dan ICH. Selanjutnya, metode yang tervalidasi&#13;
diterapkan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif sampel.&#13;
Hasil: Metode KCKT-UV memenuhi seluruh parameter validasi sesuai pedoman&#13;
AOAC dan ICH. Hasil surveilans menunjukkan bahwa 10 sampel kopi dan 4&#13;
sampel madu penambah stamina pria yang beredar di Kota Yogyakarta dan&#13;
Kabupaten Sleman terdeteksi mengandung sildenafil sitrat dengan kadar yang&#13;
bervariasi. Kadar sildenafil sitrat yang terdeteksi pada sampel kopi berkisar antara&#13;
0,499-5,161% (b/b), sedangkan pada sampel madu berkisar antara 0,002-0,662%&#13;
(b/b). Tadalafil tidak terdeteksi pada seluruh sampel yang dianalisis.&#13;
Kesimpulan: Surveilans adulterasi pada produk kopi dan madu penambah stamina&#13;
pria yang beredar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman menunjukkan adanya&#13;
sildenafil sitrat pada sejumlah sampel dengan kadar yang bervariasi, sedangkan&#13;
tadalafil tidak terdeteksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik penambahan&#13;
bahan kimia obat (BKO) secara ilegal pada produk yang dipasarkan sebagai produk&#13;
alami.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67087</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
