<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Chemistry</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/54</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 01:05:26 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-13T01:05:26Z</dc:date>
<item>
<title>Pengembangan Sensor Elektrokimia Berbasis Elektroda Pensil Grafit Termodifikasi Nanopartikel Emas (Pge-aunps) untuk Deteksi Merkuri (Hg2+) dalam Kosmetik</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62327</link>
<description>Pengembangan Sensor Elektrokimia Berbasis Elektroda Pensil Grafit Termodifikasi Nanopartikel Emas (Pge-aunps) untuk Deteksi Merkuri (Hg2+) dalam Kosmetik
Aini, Azizah Nurul
Industri kosmetik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, sejalan dengan&#13;
peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya merkuri.&#13;
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sensor elektrokimia berbasis pencil&#13;
graphite electrode (PGE) termodifikasi nanopartikel emas (AuNPs) untuk&#13;
mendeteksi ion Hg2+ dalam sampel kosmetik. Nanopartikel emas disintesis&#13;
melalui metode Turkevich dengan reduktor natrium sitrat. Dalam penelitian ini&#13;
juga dipelajari pengaruh variasi konsentrasi sitrat terhadap pembentukan AuNPs.&#13;
Spektrum UV-Vis mengkonfirmasi terbentuknya AuNPs melalui serapan khas&#13;
pada panjang gelombang 542 nm yang diperkuat analisis FTIR keberadaan gugus&#13;
fungsi sitrat di bilangan gelombang 3331, 1635, dan 1387 cm-1&#13;
. Ukuran&#13;
hidrodinamik rata-rata partikel diperoleh 199,9 nm membentuk puncak relatif&#13;
sempit oleh pengukuran PSA. Selaras dengan citra TEM inti AuNPs berbentuk&#13;
spherical hingga quasi-spherical, distribusi ukuran relatif seragam, unimodal, dan&#13;
diameter rata-rata 8,82 ± 3,50 nm. Modifikasi PGE dilakukan dengan meneteskan&#13;
larutan AuNPs ± 20 μL di atas permukaan elektroda berongga dan didiamkan&#13;
selama 24 jam. Kinerja elektroda PGE-AuNPs dievaluasi menggunakan CV,&#13;
menunjukkan peningkatan respon elektrokimia pada sistem ferricyanide.&#13;
Sementara itu, hasil pengujian PGE-AuNPs terhadap variasi larutan kerja HgCl2&#13;
dan sampel kosmetik dengan elektrolit HCl 30 mM diperoleh respon puncak arus&#13;
oksidasi yang baik sesuai Hukum Ilcovič dengan nilai linearitas (R2&#13;
) 0,9945;&#13;
presisi (%RPD) 0,66%; nilai %recovery sebesar 104,48%; LOD 0,078 mM dan&#13;
LOQ 0,26 mM.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62327</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengembangan Sediaan Lotion Kombinasi Asam Laurat sebagai Terapi Topikal Herpes</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62128</link>
<description>Pengembangan Sediaan Lotion Kombinasi Asam Laurat sebagai Terapi Topikal Herpes
Aprianti, Novita
Penggunaan antivirus sintetis seperti asiklovir dalam jangka panjang dapat&#13;
menyebabkan resistensi dan efek samping, sementara infeksi Herpes Simplex Virus&#13;
(HSV) tipe 1 dan tipe 2 masih menjadi permasalahan kesehatan. Oleh karena itu,&#13;
diperlukan alternatif terapi berbasis bahan alam yang lebih aman dan berkelanjutan.&#13;
Komponen utama minyak inti sawit (PKO), asam laurat, memiliki sifat antivirus,&#13;
antibakteri, dan antijamur yang berpotensi dikembangkan sebagai obat herpes topikal&#13;
alami. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi antivirus asam laurat secara in&#13;
silico serta mengembangkan sediaan lotion asam laurat yang diuji stabilitas fisik dan&#13;
aktivitas antibakterinya. Studi in silico dilakukan dengan optimasi struktur asam laurat&#13;
dan turunannya menggunakan metode DFT B3LYP/6‐311G(d,p) untuk menentukan&#13;
energi HOMO‐LUMO dan molecular docking terhadap protein target thymidine kinase&#13;
HSV‐1 (2KI5) dan glikoprotein B HSV‐2 (4MYV) menggunakan AutoDock Vina&#13;
untuk analisis energi ikatan dan interaksi ligan-reseptor. Tahap eksperimental&#13;
mencakup formulasi lotion dengan konsentrasi asam laurat 0, 10, 15, dan 20%&#13;
menggunakan PKO sebagai fase minyak, diikuti evaluasi organoleptik, homogenitas,&#13;
pH, uji hedonik dan daya sebar. Komposisi asam lemak PKO terderivatisasi&#13;
dikarakterisasi dengan GC‐MS dan FTIR untuk mengidentifikasi gugus fungsi utama&#13;
PKO, serta memastikan keberhasilan penginkorporasian asam laurat dalam lotion.&#13;
Ukuran partikel lotion dianalisis menggunakan PSA, sedangkan aktivitas antibakteri&#13;
terhadap Staphylococcus aureus diuji dengan metode difusi sumuran. Hasil docking&#13;
menunjukkan binding energy -4,0 kcal/mol (2KI5) dan -4,6 kcal/mol (4MYV) dengan&#13;
RMSD 0 Å. Seluruh formula stabil secara fisik dengan pH sesuai kulit, meskipun daya&#13;
sebar belum memenuhi standar. Analisis dengan FTIR menunjukkan bahwa asam&#13;
laurat berhasil terinkorporasi ke dalam sediaan lotion. Ukuran partikel lotion dalam&#13;
kisaran 100-200 nm dan menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan. Secara&#13;
keseluruhan, lotion asam laurat berpotensi dikembangkan sebagai terapi topikal alami&#13;
untuk herpes, namun masih diperlukan optimalisasi formulasi agar memenuhi seluruh&#13;
persyaratan mutu fisik tanpa mengurangi stabilitas dan keamanan sediaan.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62128</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis dan Penapisan Senyawa Turunan Kalkon Sebagai Antikanker Payudara Melalui Docking Molecular</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62022</link>
<description>Analisis dan Penapisan Senyawa Turunan Kalkon Sebagai Antikanker Payudara Melalui Docking Molecular
Oktaviany, Cindy
Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada&#13;
perempuan di dunia, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis&#13;
potensi enam turunan kalkon sebagai kandidat antikanker payudara secara in silico&#13;
melalui pendekatan docking molecular serta evaluasi farmakokinetika dan toksisitas&#13;
menggunakan pkCSM. Tahapan penelitian meliputi uji aturan Lipinski, prediksi&#13;
aktivitas biologis dengan PASS Online, analisis farmakokinetik–toksikologi&#13;
menggunakan pkCSM, dan simulasi docking molecular terhadap protein reseptor&#13;
estrogen α (PDB ID: 1QKM) menggunakan AutoDock Vina. Hasil uji Lipinski&#13;
menunjukkan seluruh senyawa memenuhi kriteria obat oral. Prediksi aktivitas&#13;
biologis menegaskan potensi senyawa sebagai caspase-3 stimulant, apoptosis&#13;
agonist, dan feruloyl esterase inhibitor yang berperan penting dalam mekanisme&#13;
kematian sel kanker. Analisis ADMET menunjukkan tingkat absorpsi usus manusia&#13;
tinggi (&gt;95%), toksisitas rendah, serta permeabilitas membran yang baik. Hasil&#13;
docking molecular memperlihatkan turunan kalkon 5 dan 6 memiliki nilai binding&#13;
affinity lebih negatif dibandingkan ligan pembanding doksorubisin, dengan interaksi&#13;
stabil pada residu asam amino penting seperti LEU149, CYS185, PRO150, dan&#13;
MET279. Berdasarkan hasil keseluruhan, kalkon 5 dan 6 menunjukkan afinitas&#13;
pengikatan serta stabilitas kompleks terbaik, sehingga berpotensi kuat&#13;
dikembangkan sebagai kandidat inhibitor kanker payudara yang selektif dan aman.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62022</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Komposisi Kimia Minyak Kayu Putih (Melaleuca Cajuputi) Segar dan Layu</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61539</link>
<description>Analisis Komposisi Kimia Minyak Kayu Putih (Melaleuca Cajuputi) Segar dan Layu
Tampilang, Jainudin Adhan
Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan daun kayu putih segar dan layu.&#13;
Penelitian bertujuan untuk membandingkan komposisi kimia minyak kayu putih&#13;
(Melaleuca cajuputi) yang diperoleh dari daun segar dan daun layu. Proses&#13;
penyulingan dilakukan menggunakan metode distilasi uap, sedangkan identifikasi&#13;
senyawa dilakukan dengan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC–MS).&#13;
Minyak hasil penyulingan dari kedua jenis daun menunjukkan warna tidak&#13;
berwarna dan jernih dengan aroma khas minyak kayu putih. Hasil analisis fisik&#13;
menunjukkan bahwa bobot jenis minyak dari daun segar sebesar 0,925 g/mL dan&#13;
daun layu sebesar 0,9277 g/mL, dengan indeks bias pada keduanya 1,4685 nD.&#13;
Putaran optik pada daun segar berkisar 0,1 0C–2,23 0C dan pada daun layu -0,15&#13;
0C–2,27 0C. Rendemen minyak daun layu (1,6124%) lebih tinggi dibandingkan&#13;
daun segar (1,278%). Analisis GC–MS menunjukkan bahwa minyak daun segar&#13;
mengandung sekitar 32 komponen senyawa volatile, sedangkan daun layu&#13;
mengandung sekitar 30 komponen. Komponen utama yang terdeteksi pada&#13;
keduanya adalah 1,8-sineol, α-terpineol, dan limonene. Namun, jumlah dan kadar&#13;
beberapa senyawa monoterpena utama pada daun layu mengalami penurunan. Hasil&#13;
ini menunjukkan bahwa kondisi bahan baku sebelum proses distilasi mempengaruhi&#13;
komposisi kimia minyak yang dihasilkan, namun keduanya masih sesuai dengan&#13;
karakteristik standar SNI 06-3954-2014.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61539</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
