<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Mathematics and Natural Sciences</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/52</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 23:45:17 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-23T23:45:17Z</dc:date>
<item>
<title>Sintesis dan Karakterisasi Cufe2o4/Hidroksiapatit dari Tulang Ayam untuk Dekolorisasi Bromophenol Blue Dengan Metode Fotokatalisis</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63602</link>
<description>Sintesis dan Karakterisasi Cufe2o4/Hidroksiapatit dari Tulang Ayam untuk Dekolorisasi Bromophenol Blue Dengan Metode Fotokatalisis
Maulana, Ibnu
Metode sederhana untuk pembuatan nanokomposit hidroksiapatit yang&#13;
didukung oleh CuFe2O4 (CuFe2O4/HAp) dilakukan dengan menggunakan limbah&#13;
tulang ayam sebagai sumber kalsium. Reaksi prseipitasi dilakukan dengan&#13;
mencampurkan larutan FeCl3∙6H2O dan CuSO4∙5H2O sebagai prekursor ferit&#13;
tembaga, serta Ca yang berasal dari limbah tulang ayam yang dibakar dan&#13;
(NH4)2HPO4 prekursor HAp. Endapan yang diperoleh dinetralkan, dikeringkan,&#13;
dan dibakar. Karakterisasi fisiko-kimia material dilakukan menggunakan&#13;
XRD,FTIR, dan DRS-UV. Uji aktivitas fotokatalitik sampel yang disiapkan&#13;
dilakukan pada reaksi fotodegradasi BPB di bawah paparan sinar UV. Hasil&#13;
karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan pembentukan CuFe2O4/HAp&#13;
dengan kristalinitas tinggi. Uji fotokatalitik menunjukkan efisiensi degradasi&#13;
sebesar 96.97% dalam 120 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa CuFe2O4/HAp&#13;
memiliki potensi sebagai fotokatalis ekonomis dengan memanfaatkan limbah&#13;
ternak dan makanan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63602</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Efektivitas Biaya dan Dampak Klinis Intervensi Farmasis Klinis pada Pasien Sepsis : Studi Komparatif di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63574</link>
<description>Analisis Efektivitas Biaya dan Dampak Klinis Intervensi Farmasis Klinis pada Pasien Sepsis : Studi Komparatif di Rumah Sakit An-Nisa Tangerang
Ariawan, Deddy Setyagus
Sepsis merupakan kegawatdaruratan medis dengan mortalitas tinggi dan beban biaya&#13;
besar. Kompleksitas terapi meningkatkan risiko Drug-Related Problems (DRPs),&#13;
sehingga diperlukan manajemen pengobatan yang optimal. Intervensi farmasi klinis&#13;
berpotensi meningkatkan efisiensi biaya dan luaran klinis, namun bukti dalam sistem&#13;
pembiayaan Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs) masih terbatas.&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya intervensi farmasi klinis pada&#13;
pasien sepsis dengan membandingkan biaya rawat inap, insidensi DRPs, dan luaran&#13;
klinis. Studi kohort retrospektif dilakukan di RS AN-NISA Tangerang (Januari 2023–&#13;
Agustus 2025) terhadap 350 pasien sepsis. Data diambil dari Neural Universal&#13;
Healthcare Application (NUHA) dan unit keuangan rumah sakit berdasarkan klaim&#13;
BPJS Kesehatan (INA-CBGs) serta biaya aktual rawat inap. DRPs diidentifikasi&#13;
menggunakan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.0.&#13;
Luaran klinis dinilai berdasarkan mortalitas, perbaikan status neurologis (Glasgow&#13;
Coma Scale) dan lama rawat inap. Analisis data meliputi statistik deskriptif, regresi&#13;
logistik dan linier, analisis survival (Cox regression), serta Cost Effectiveness&#13;
Analysis (CEA) dengan perhitungan Cost Effectiveness Ratio (CER) dan Incremental&#13;
Cost Effectiveness Ratio (ICER).&#13;
Hasil menunjukkan kelompok intervensi memiliki biaya per hari rawat inap yang lebih&#13;
rendah, meskipun total biaya perawatan tidak berbeda signifikan.&#13;
Analisis survival menunjukkan intervensi farmasi klinis secara signifikan&#13;
meningkatkan kecepatan pemulangan pasien (HR 1,601; p=0,030). Insidensi DRPs&#13;
pada kelompok intervensi adalah 24,3%, didominasi masalah terkait efektivitas terapi.&#13;
Intervensi juga berkaitan dengan penurunan mortalitas yang signifikan (43,1% vs&#13;
79,1%; p&lt;0,001). Hasil CEA menunjukkan nilai CER yang lebih rendah dan ICER&#13;
yang menguntungkan, menempatkan intervensi farmasi klinis pada Kuadran I yang&#13;
menunjukkan peningkatan biaya yang sebanding dengan manfaat klinis yang&#13;
diperoleh. Intervensi farmasis klinis terbukti cost-effective dengan nilai tambah klinis-&#13;
ekonomi, sehingga layak diintegrasikan dalam kebijakan pelayanan dan pembiayaan&#13;
kesehatan nasional.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63574</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Aktivasi Karbon Aktif Tempurung Kelapa Sawit dengan Asam Nitrat sebagai Adsorben Fenol dan 2-Klorofenol</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63556</link>
<description>Aktivasi Karbon Aktif Tempurung Kelapa Sawit dengan Asam Nitrat sebagai Adsorben Fenol dan 2-Klorofenol
Winarsih, Ririn
Karbon aktif yang diperoleh dari tempurung kelapa sawit diaktifasi menggunakan asam nitrat (HNO3). Identifikasi gugus fungsi dilakukan dengan Spekrometer fourier transform infrared (FTIR). Karakterisasi karbon aktif mengikuti tipe 1 isoterm adsorspsi dan nitrogen yang menunjukkan material mikropori. Luas permukaan Langmuir yang dipeoleh yaitu 512,7 mg/g dan luas permukaan BET 336,0 mg/g. Karbon aktif yang diaktifasi dengan asam nitrat ini digunakan sebagai adsorben untuk menjerap fenol dan 2-klorofenol. Pengujian penentuan kadar fenol dan 2-klorofenol setelah terjadi penjerapan oleh karbon aktif dilakukan dengan spketrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan waktu optimum adsorpsi fenol 2-klorofenol oleh karbon aktif adalah 45 menit untuk kedua senyawa tersebut, adsorpsi kedua senyawa tersebut memenuhi persamaan laju orde dua semu dengan jumlah maksimum fenol dan 2-klorofenol yang teradsorpsi yaitu 1,897 mg/g dan 3,016mg/g. Isotermal adsorpsi kedua senyawa fenol memenuhi persamaan Langmuir dan Freundlich. Kapasitas adsorpsi 2-klorofenol lebih besar dari kapasitas adsorpsi fenol.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2015 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63556</guid>
<dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Studi Peresepan Antiplatelet dan Antihiperlipidemia Pada Pasien Rawat Jalan dengan Riwayat Stemi di RSUD Sleman</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63469</link>
<description>Studi Peresepan Antiplatelet dan Antihiperlipidemia Pada Pasien Rawat Jalan dengan Riwayat Stemi di RSUD Sleman
Fadillah, Nur
Latar belakang : ST-segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI)&#13;
merupakan salah satu bentuk sindrom koroner akut yang menjadi penyebab utama&#13;
morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Pencegahan sekunder dengan terapi&#13;
antiplatelet dan antihiperlipidemia terbukti mampu menurunkan resiko kejadian&#13;
iskemik berulang. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang menilai&#13;
kesesuaian peresepan kedua golongan obat tersebut pada pasien rawat jalan dengan&#13;
riwayat STEMI di RSUD Sleman.&#13;
Tujuan : Mengetahui gambaran peresepan serta tingkat kesesuaian antiplatelet dan&#13;
antihiperlipidemia dengan pedoman klinis pada pasien rawat jalan dengan riwayat&#13;
STEMI di RSUD Sleman.&#13;
Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional cross-sectional (potong&#13;
lintang). Data diambil secara retrospektif dari rekam medis pasien rawat jalan di&#13;
RSUD Sleman periode Januari 2022 hingga Desember 2025. Sampel ditentukan&#13;
menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data&#13;
dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kesesuaian peresepan serta&#13;
inferensial menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara&#13;
karakteristik pasien dengan kesesuaian peresepan obat.&#13;
Hasil : Sebanyak 109 pasien STEMI di RSUD Sleman periode 2022–2025&#13;
dianalisis dalam penelitian ini. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki&#13;
(82,57%) dan berada pada kelompok usia ≥50–65 tahun (59,63%). Terapi&#13;
revaskularisasi yang paling banyak diberikan adalah fibrinolisis (47,71%), dengan&#13;
hipertensi sebagai komorbiditas tersering (44,04%). Sebagian besar pasien&#13;
menerima terapi antiplatelet ganda (80,73%), dengan tingkat kesesuaian terhadap&#13;
pedoman klinis sebesar 80,73%. Terapi antihiperlipidemia diberikan pada hampir&#13;
seluruh pasien (99,08%), didominasi oleh statin (94,50%), dan tingkat&#13;
kesesuaiannya juga mencapai 94,50%.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63469</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
