<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Mathematics and Natural Sciences</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/52</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 04:08:41 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-03T04:08:41Z</dc:date>
<item>
<title>Perbandingan Peramalan Metode Double Moving Average, Holt's Method, dan ARIMA Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Tegallega (Studi Kasus: Penerimaan Pajak Pasal 21 Tahun 2015-2017)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63130</link>
<description>Perbandingan Peramalan Metode Double Moving Average, Holt's Method, dan ARIMA Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Tegallega (Studi Kasus: Penerimaan Pajak Pasal 21 Tahun 2015-2017)
Iryanto, Eko
Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara, pajak digunakan pemerintah sebagai salah satu kebijakan untuk mengatur roda perekonomian serta mengatur laju inflasi. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan dalam membiayai negara dan pembangunan nasional. Kontribusi penerimaan pajak terhadap penerimaan negara diharapkan semakin meningkatkan dari tahun ke tahun. Salah satu pungutan pajak yang paling besar kontribusinya adalah Pajak Penghasilan (PPh), dimana Pajak Penghasilan (PPh) terbagi menjadi beberapa macam. Tahun 2015 sampai tahun 2017 Pajak Penghasilan (PPh) berkontribusi lebih dari 50% dari Penerimaan Pajak, sehingga diperlukan analisis yang berguna untuk mengetahui adanya pendapatan dibulan berikutnya. Sehingga Metode yang digunakan adalah Metode Double Moving Average, Holt's Method, dan ARIMA untuk Forecast pendapatan dibulan berikutnya.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2018 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63130</guid>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Biaya dan Gambaran Terapi Pasien Gagal Jantung sebagai Pertimbangan dalam Penerapan INA-CBGs Jaminan Kesehatan Nasional di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63121</link>
<description>Analisis Biaya dan Gambaran Terapi Pasien Gagal Jantung sebagai Pertimbangan dalam Penerapan INA-CBGs Jaminan Kesehatan Nasional di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Agustina, Fitria Nur
Gagal jantung merupakan masalah yang sering diklaimkan pada pihak asuransi dan membutuhkan biaya banyak untuk terapinya dibanding diagnosis lain. Pada pelaksanaan asuransi kesehatan, masalah sering terjadi adalah adanya perbedaan biaya riil dengan tarif klaim INA-CBG’s yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran terapi dan biaya, serta besarnya perbedaan biaya riil dengan tarif INA-CBG’s dan LOS sebelum dan setelah diterapkannya JKN. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional menurut perspektif rumah sakit. Subjek penelitian adalah pasien gagal jantung peserta Jamkesmas dan JKN yang menjalani rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari catatan medik pasien dan unit teknologi informasi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode September–Desember 2013 (Jamkesmas) dan Januari–April 2014 (JKN). Analisis statistik One Sample T-test untuk membandingkan rata-rata biaya riil dengan tarif INA-CBG’s dan Independent T-test digunakan untuk membandingkan rata-rata biaya riil dan LOS sebelum dan setelah diterapkannya JKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat yang paling banyak digunakan untuk terapi gagal jantung adalah golongan diuretik sebesar 94,44% (Jamkesmas) dan 97,92% (JKN). Terdapat ketidaksesuaian rata-rata biaya riil dengan tarif klaim INA-CBG’s pada pasien Jamkesmas keparahan I dan JKN kelas 3 keparahan III, serta tidak terdapat perbedaan lama rawat inap pasien gagal jantung pada semua tingkat keparahan sebelum dan setelah diterapkannya JKN yang dibuktikan dengan nilai p&gt;0,05.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63121</guid>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Data Panel untuk Mengetahui Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Kemiskinan (Studi Kasus: Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63117</link>
<description>Analisis Data Panel untuk Mengetahui Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Kemiskinan (Studi Kasus: Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta)
Kustanti, Arifati
Kemiskinan adalah ketidak mampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan maupun non makanan yang bersifat mendasar. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan kabupaten/kota di DIY. Karena data yang digunakan merupakan data panel yaitu gabungan antara cross section dan time series, maka tingkat kemiskinan dimodelkan dengan regresi panel dengan model yang terbaik yaitu dengan model pooled regression, fixed effect, dan random effect. Variabel yang digunakan adalah tingkat kemiskinan sebagai variabel dependent dan Rumah tangga pengguna air bersih, Rumah tangga pengguna jamban, Luas lantai perkapita, Pengeluaran perkapita untuk makanan, Angka Melek Huruf dan Rata-Rata Lama Bersekolah sebagai variabel independent. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Luas lantai perkapita dan Angka Melek Huruf berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63117</guid>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penetapan Kadar Aspartam dan Asesulfam-K pada Minuman Kemasan Berperisa dengan Metode KCKT Fase Terbalik</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63112</link>
<description>Penetapan Kadar Aspartam dan Asesulfam-K pada Minuman Kemasan Berperisa dengan Metode KCKT Fase Terbalik
Rosita, Melia Eka
Badan standarisasi internasional European Commite for Standarization (CEN) merekomendasikan KCKT sebagai metode analisis pemanis buatan karena memiliki daya pemisahan yang baik, cepat, selektif dan kepekaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk verifikasi metode analisis aspartam dan asesulfam-K di dalam produk minuman kemasan berperisa dan memastikan kadar Aspartam dan asesulfam-K yang ditambahkan memenuhi syarat Badan POM. Analisis sistem dilakukan dengan menggunakan kolom C18 (10 μm; 300 mm x 3,9 mm), detektor UV-Vis 220 nm, dan menggunakan komposisi fase gerak asetonitril : bufer fosfat (20:80), volume injeksi 10 μL, dan flow rate 1 mL per menit. Linieritas kurva baku yang dihasilkan menunjukkan nilai yang baik r&gt; 0,99995-0.99998. Metode analisis yang digunakanmemiliki verifikasi yang baik. Metode analisis menunjukkan akurasi yang baik, persen recovery pada rentang 90,83–103,97%, presisi untuk aspartam dan asesulfam-K masing-masing 0,39% dan 0,21%. Kadar pemanis yang diperoleh dalam sampel untuk aspartam dan asesulfam-K yaitu sebesar 184,90 mg/kg dan 119,53 mg/kg. Kadar aspartam dan asesulfam-K yang diperoleh tidak melebihi batas maksimal yang diizinkan oleh Badan POM, yakni 600 mg/kg produk untuk aspartam dan 500 mg/kg produk untuk asesulfam-K.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63112</guid>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
