<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Medical Education</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/51</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 22:03:08 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-12T22:03:08Z</dc:date>
<item>
<title>Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Self-acceptance Pada Penyandang Disabilitas Fisik di Yayasan Wisma Cheshire Jakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62483</link>
<description>Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Self-acceptance Pada Penyandang Disabilitas Fisik di Yayasan Wisma Cheshire Jakarta
Syahidah, Salimah
Latar Belakang: Self-acceptance memiliki peran penting dalam membantu&#13;
disabilitas fisik menyadari kelebihan dan kekurangan mereka, sehingga dapat&#13;
mengembangkan potensi secara optimal. Namun, proses ini seringkali terhambat&#13;
oleh stigma, persepsi diri negatif, dan kurangnya dukungan lingkungan. Yayasan&#13;
Wisma Cheshire Jakarta telah berupaya mendukung penyandang disabilitas&#13;
melalui pelatihan keterampilan hidup dan kerja, namun masih diperlukan penelitian&#13;
lebih lanjut untuk mendalami faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi&#13;
pencapaian self-acceptance mereka. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini&#13;
bertujuan untuk memahami lebih dalam kontribusi faktor pendukung internal dan&#13;
eksternal dalam membentuk penerimaan diri penyandang disabilitas fisik.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi&#13;
kasus untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi&#13;
self-acceptance pada penyandang disabilitas fisik di Yayasan Wisma Cheshire&#13;
Jakarta. Data primer didapat melalui wawancara dan observasi langsung di&#13;
lapangan.&#13;
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri pada penyandang&#13;
disabilitas fisik di Yayasan Wisma Cheshire dipengaruhi oleh berbagai faktor&#13;
internal dan eksternal. Faktor internal seperti pengaturan emosi, rasa percaya diri,&#13;
daya juang, harga diri, kesehatan mental, pemahaman diri, usia, dan pengalaman&#13;
pendidikan memiliki peran signifikan dalam membentuk penerimaan diri mereka.&#13;
Sementara itu, faktor eksternal seperti dukungan keluarga, dukungan sosial,&#13;
keberhasilan, dan waktu adaptasi juga berkontribusi besar dalam peningkatan&#13;
penerimaan diri.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62483</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kelor terhadap Kadar MDA Darah Tikus Model Iskemia Otak Global Bilateral Common Carotid Artery Occlusion</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62481</link>
<description>Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kelor terhadap Kadar MDA Darah Tikus Model Iskemia Otak Global Bilateral Common Carotid Artery Occlusion
Zahro, Mei Erfina Maulida
Latar Belakang: Stroke iskemik merupakan penyebab utama kematian dan&#13;
disabilitas di dunia dengan angka kematian global sekitar 6,5 juta per tahun serta&#13;
peningkatan prevalensi lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1990. Di Indonesia,&#13;
stroke merupakan penyebab kematian tertinggi, yaitu sekitar 18,5% dari seluruh&#13;
kematian, dengan prevalensi 8,3 per 1.000 penduduk. Stroke iskemik ditandai oleh&#13;
peningkatan stres oksidatif akibat produksi radikal bebas yang memicu peroksidasi&#13;
lipid membran sel saraf, yang ditandai dengan peningkatan kadar&#13;
malondialdehyde (MDA) sebagai biomarker stres oksidatif. Terapi stroke iskemik&#13;
masih terbatas, sehingga diperlukan eksplorasi agen neuroprotektan alternatif.&#13;
Moringa oleifera diketahui mengandung berbagai senyawa antioksidan yang&#13;
berpotensi memberikan efek neuroprotektif.&#13;
Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kelor terhadap kadar MDA&#13;
tikus (Rattus norvegicus) pada model iskemia otak global.&#13;
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan&#13;
rancangan post-test only control group design. Sebanyak 25 ekor tikus putih Wistar&#13;
dibagi ke dalam enam kelompok (3–5 ekor per kelompok), yaitu kelompok bilateral&#13;
common carotid artery occlusion (BCCAO) yang diberikan ekstrak etanol daun&#13;
kelor dosis 200, 400, dan 800 mg/kgBB, kelompok BCCAO dengan piracetam,&#13;
kelompok BCCAO tanpa perlakuan, serta kelompok sham operated. Kadar MDA&#13;
serum diukur menggunakan metode ELISA dan dianalisis dengan uji One Way&#13;
ANOVA.&#13;
Hasil: Kadar MDA serum pada kelompok yang diberikan ekstrak etanol daun kelor&#13;
dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB masing-masing sebesar 4,26 ± 2,96&#13;
nmol/mL dan 4,13 ± 4,06 nmol/mL, mendekati kelompok piracetam (5,85 ± 3,32&#13;
nmol/mL) dan sham operated (4,54 ± 3,23 nmol/mL). Kelompok dosis 800&#13;
mg/kgBB menunjukkan kadar MDA sebesar 4,85 ± 3,02 nmol/mL. Uji One Way&#13;
ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar MDA antar&#13;
kelompok.&#13;
Kesimpulan: Kadar MDA darah pada kelompok yang diberikan ekstrak etanol&#13;
daun kelor dosis rendah hingga sedang lebih rendah secara deskriptif&#13;
dibandingkan kelompok BCCAO tanpa perlakuan, namun tidak berbeda bermakna&#13;
secara statistik.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62481</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Antara Imunisasi Program PCV13 dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak di Puskesmas Ngampilan dan Gondokusuman II Kota Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62457</link>
<description>Hubungan Antara Imunisasi Program PCV13 dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak di Puskesmas Ngampilan dan Gondokusuman II Kota Yogyakarta
Puspitasari, Dita Eka
Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas&#13;
dan mortalitas pada anak, baik di tingkat global maupun nasional. Salah satu&#13;
strategi pencegahan yang efektif adalah melalui imunisasi pneumokokus (PCV13)&#13;
dalam program imunisasi nasional.&#13;
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara imunisasi program PCV13&#13;
dengan kejadian pneumonia pada anak di Puskesmas Ngampilan dan&#13;
Gondokusuman II Kota Yogyakarta.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain&#13;
case control. Subjek penelitian terdiri dari kelompok kasus (anak yang didiagnosis&#13;
pneumonia) dan kelompok kontrol (anak yang tidak mengalami pneumonia), yang&#13;
diambil dari rekam medis tahun 2022–2025. Data dianalisis secara univariat untuk&#13;
mendeskripsikan karakteristik subjek, bivariat dengan uji chi-square untuk&#13;
mengetahui hubungan antar variabel, serta analisis multivariat menggunakan&#13;
regresi logistik biner untuk menentukan variabel independen yang paling&#13;
berpengaruh terhadap kejadian pneumonia.&#13;
Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa status imunisasi PCV13&#13;
berhubungan secara signifikan dengan kejadian pneumonia (p = 0.023; OR =&#13;
2.598; CI 95% = 1.126–5.995). Anak yang tidak mendapat imunisasi lengkap&#13;
memiliki risiko 2,6 kali lebih tinggi mengalami pneumonia. Berat badan lahir juga&#13;
menunjukkan hubungan bermakna (p = 0.000; OR = 2.759; CI 95% = 2.759–&#13;
3.689). Namun, jenis kelamin, usia, dan status gizi BB/U tidak berhubungan&#13;
signifikan dengan kejadian pneumonia. Analisis multivariat tidak dapat disimpulkan&#13;
secara valid akibat kendala quasi-complete separation dalam model regresi.&#13;
Kesimpulan: Imunisasi PCV13 dan berat badan lahir berhubungan signifikan&#13;
dengan kejadian pneumonia. Imunisasi PCV13 dapat berperan sebagai faktor&#13;
protektif terhadap kejadian pneumonia pada anak.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62457</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Karakteristik Luka Akibat Penganiayaan Pada Kasus Hidup dan Kasus Mati di RS Bhayangkara Polda DIY Tahun 2020-2024</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62456</link>
<description>Karakteristik Luka Akibat Penganiayaan Pada Kasus Hidup dan Kasus Mati di RS Bhayangkara Polda DIY Tahun 2020-2024
Zaahira, Talitha Rahma
Latar Belakang: Kasus penganiayaan di Yogyakarta terus menunjukkan&#13;
peningkatan. Pada tahun 2023, POLDA DIY mencatat 12.061 kejadian kriminal,&#13;
termasuk 19 kejahatan yang menyebabkan kematian, 765 kejahatan terhadap&#13;
fisik. RS Bhayangkara POLDA DIY sebagai rumah sakit rujukan utama dalam&#13;
penanganan kasus kekerasan memiliki peran penting dalam mengidentifikasi pola&#13;
luka dan bentuk kekerasan, sehingga penting dilakukan analisis karakteristik luka&#13;
untuk mengetahui pola kekerasan.&#13;
Tujuan Penelitian: Mengetahui karakteristik luka akibat penganiayaan pada&#13;
kasus hidup dan kasus mati di RS Bhayangkara POLDA DIY tahun 2020–2024.&#13;
Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif deskriptif observasional dengan&#13;
pendekatan cross-sectional. Data dari Visum et Repertum, pengambilan total&#13;
sampling terhadap seluruh kasus penganiayaan.&#13;
Hasil Penelitian: Didapatkan 158 data awal, sebanyak 121 sampel memenuhi&#13;
kriteria inklusi. Kasus mati sebanyak 63 dan kasus hidup sebanyak 58. Mayoritas&#13;
individu berusia 17–25 tahun sebanyak 38 dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak&#13;
82. Kejadian terbanyak pada waktu 18.00–04.00 sebanyak 70, hari Selasa&#13;
sebanyak 23, bulan Oktober sebanyak 19, dan tahun 2024 sebanyak 51. TKP&#13;
paling banyak di wilayah Sleman sebanyak 57. Jenis penganiayaan terbanyak,&#13;
penganiayaan umum sebanyak 105. Kekerasan tumpul, jenis kekerasan paling&#13;
sering sebanyak 92 dan menjadi penyebab kematian terbanyak, terutama pada&#13;
regio kepala sebanyak 26. Jenis luka terbanyak, luka memar yaitu 88 dan lokasi&#13;
luka terbanyak pada kepala, yaitu 167. Sebagian besar individu mengalami jumlah&#13;
1–5 luka sebanyak 49.&#13;
Kesimpulan: Kasus penganiayaan didominasi oleh laki-laki usia dewasa muda&#13;
dengan pola kejadian malam hari dan lokasi terbanyak di Sleman. Kekerasan&#13;
tumpul, terutama pada kepala, merupakan penyebab luka dan kematian yang&#13;
paling sering ditemukan.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62456</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
