<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Medical Education</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/51</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 11:01:19 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-02T11:01:19Z</dc:date>
<item>
<title>Hubungan Kejadian Skabies dengan Konsentrasi dan Prestasi Belajar SMP Baitul Izza Kabupaten Tulungagung</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63123</link>
<description>Hubungan Kejadian Skabies dengan Konsentrasi dan Prestasi Belajar SMP Baitul Izza Kabupaten Tulungagung
Nuryaga, Bilqis Putri
Latar Belakang : Skabies merupakan penyakit akibat infestasi Sarcoptes scabiei&#13;
var. hominis. Manifestasi utama skabies berupa pruritus nokturna dapat&#13;
mengganggu kualitas tidur, menyebabkan kelelahan, dan menurunkan&#13;
konsentrasi serta prestasi belajar. Kurangnya higienitas dan pengetahuan siswa&#13;
berisiko meningkatkan kejadian skabies. Penelitian terkait skabies pada siswa&#13;
Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih terbatas sehingga perlu dilakukan&#13;
penelitian untuk mencegah penyebaran skabies pada anak sekolah.&#13;
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan kejadian skabies dengan prestasi&#13;
belajar dan mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa skabies dan tidak&#13;
skabies&#13;
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional&#13;
dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 siswa. Skrining&#13;
skabies dilakukan menggunakan instrumen DeSkab, sedangkan prestasi belajar&#13;
dinilai berdasarkan rerata nilai Ujian Tengah Semester (UTS) ganjil. Data dianalisis&#13;
secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS.&#13;
Hasil : Dari 82 siswa, 35 (42,7%) siswa curiga skabies dan 47 (57,3%) siswa tidak&#13;
skabies. Skabies cenderung menyerang siswa laki-laki sebanyak 22 anak (66,1%).&#13;
Berdasarkan hasil uji Chi square, didapatkan p-value = 0.304 (P&gt;0,05). Hasil uji&#13;
Mann whitney dengan hasil nilai p-value = 0,307 (P&gt;0,05)&#13;
Simpulan : Skabies tidak berhubungan secara signifikan dengan prestasi belajar&#13;
siswa di SMP Baitul Izza Kabupaten Tulungagung dan tidak terdapat perbedaan&#13;
prestasi belajar yang bermakna antara siswa dengan status curiga skabies dan&#13;
siswa yang tidak skabies.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63123</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Profil Orang dengan HIV/AIDS (Odha) Tahun 2024 di Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63110</link>
<description>Profil Orang dengan HIV/AIDS (Odha) Tahun 2024 di Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta
Nugroho, Firzana Malwa Hanun
Latar Belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang&#13;
menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel T CD4+ yang berfungsi penting&#13;
dalam membantu tubuh melawan infeksi. Penularan HIV dapat terjadi hanya&#13;
dengan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh tertentu, yaitu darah,&#13;
sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). Kementerian Kesehatan Republik&#13;
Indonesia memaparkan jumlah kasus HIV terus meningkat. Data yang dilaporkan&#13;
hanya di tahun 2023 mengonfirmasi 57.299 kasus HIV baru di Indonesia, di mana&#13;
6 juta orang telah diuji.&#13;
Tujuan Penelitian: mendeskripsikan karakteristik Orang Dengan HIV/AIDS&#13;
(ODHA) di Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta pada tahun 2024.&#13;
Metode Penelitian: penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan&#13;
desain penelitian berupa cross sectional menggunakan data rekam medik pasien&#13;
ODHA di Puskesmas Gedongtengen tahun 2024. Data diambil menggunakan&#13;
teknik total sampling dengan 74 data memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.&#13;
Variabel penelitian ini adalah variabel deskriptif meliputi usia, jenis kelamin,&#13;
pekerjaan, tingkat pendidikan, dan kelompok populasi.&#13;
Hasil: Penelitian ini berhasil mengidentifikasi karakteristik 74 Orang Dengan&#13;
HIV/AIDS (ODHA) yang terdaftar di Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta&#13;
pada tahun 2024. Gambaran karakteristik menunjukkan mayoritas ODHA adalah&#13;
laki-laki (74,3%), dengan kelompok usia dominan 30-39 tahun (32,4%), tingkat&#13;
pendidikan SMA (58,1%), berstatus sebagai pekerja formal (47,3%), dan berasal&#13;
dari kelompok populasi Lelaki Seks Lelaki/LSL (51,4%).&#13;
Simpulan: ODHA di Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta tahun 2024&#13;
mayoritas adalah laki-laki usia 30-39, dengan tingkat pendidikan terakhir SMA,&#13;
bekerja di sektor formal, dan berasal dari kelompok populasi LSL.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63110</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Antara Kecerdasan Emosi (Emotional Quotient) dan Performa Tutorial Mahasiswa Tahun Pertama Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63102</link>
<description>Hubungan Antara Kecerdasan Emosi (Emotional Quotient) dan Performa Tutorial Mahasiswa Tahun Pertama Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Dian, Gisela Dwinita
Latar belakang: Mahasiswa kedokteran tahun pertama berada pada fase transisi&#13;
yang rentan terhadap stres akademik dan tuntutan adaptasi, terutama dalam&#13;
pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) yang kegiatan&#13;
utamanya berupa diskusi tutorial. Kecerdasan emosi berperan penting dalam&#13;
membantu mahasiswa mengelola emosi, berinteraksi secara efektif, dan&#13;
mempertahankan motivasi belajar sehingga dapat memengaruhi performa tutorial.&#13;
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi (emotional&#13;
quotient) dan performa tutorial mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran&#13;
Universitas Islam Indonesia.&#13;
&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-&#13;
sectional. Subjek penelitian adalah 138 mahasiswa tahun pertama Fakultas&#13;
&#13;
Kedokteran Universitas Islam Indonesia yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak&#13;
termasuk dalam kriteria eksklusi . Data kecerdasan emosi diperoleh melalui&#13;
kuesioner, sedangkan performa tutorial diukur menggunakan nilai tutorial. Analisis&#13;
data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.&#13;
Hasil: Mayoritas mahasiswa memiliki kecerdasan emosi pada kategori baik&#13;
(85,5%) dan sangat baik (12,3%). Nilai tutorial mahasiswa memiliki rerata 82,17 ±&#13;
5,394. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara&#13;
kecerdasan emosi dan performa tutorial (p = 0,001; r = 0,514) dengan kekuatan&#13;
hubungan sedang.Tidak ada perbedaan kecerdasan emosi berdasar usia dan&#13;
jenis kelamin mahasiswa (p &gt; 0,05)&#13;
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kecerdasan emosi dan&#13;
performa tutorial mahasiswa tahun pertama kedokteran. Semakin tinggi&#13;
kecerdasan emosi mahasiswa, semakin baik performa tutorial yang dicapai.&#13;
Pengembangan kecerdasan emosi perlu menjadi perhatian dalam pendidikan&#13;
kedokteran untuk mendukung keberhasilan akademik dan kesiapan profesional&#13;
mahasiswa.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63102</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Ketakwaan dengan Kecerdasan Emosional Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63100</link>
<description>Hubungan Ketakwaan dengan Kecerdasan Emosional Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Reza, Rafly Muhamad
Latar Belakang: Pendidikan kedokteran merupakan proses yang sangat&#13;
menuntut pengendalian emosi yang baik. Kecerdasan emosional (EQ) berperan&#13;
penting dalam memberikan layanan kesehatan yang aman dan empatik. Salah&#13;
satu faktor internal yang mempengaruhi tinggi rendahnya EQ seseorang adalah&#13;
aspek ketakwaan. Sebagai universitas Islam, Universitas Islam Indonesia&#13;
mengintegrasikan nilai kesejahteraan spiritual dan mental dalam kurikulum&#13;
pendidikannya.&#13;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat&#13;
ketakwaan dengan kecerdasan emosional pada mahasiswa FK UII serta&#13;
mengetahui perbedaan kedua variabel tersebut antara mahasiswa tahun pertama&#13;
dan tahun terakhir.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan&#13;
pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian berjumlah 148&#13;
mahasiswa aktif angkatan 2022 dan 2025 yang dipilih menggunakan metode&#13;
Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah&#13;
kuesioner ketakwaan (27 item), Schutte Emotional Intelligence Scale (SEIS) (33&#13;
item), dan Self Reporting Questionnaire (SRQ-29) (29 item). Analisis data&#13;
menggunakan uji korelasi Spearman Rho dan uji beda Mann-Whitney U.&#13;
Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat ketakwaan kategori "Baik" (90,2%&#13;
laki-laki dan 81,3% perempuan) dan kecerdasan emosional kategori "Tinggi"&#13;
(85,4% laki-laki dan 73,8% perempuan). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat&#13;
hubungan signifikan dan positif antara ketakwaan dengan kecerdasan emosional&#13;
(p = 0,000; r = 0,535) dengan kekuatan hubungan yang kuat. Tidak ditemukan&#13;
perbedaan signifikan pada ketakwaan (p = 0,188) dan kecerdasan emosional (p =&#13;
0,137) berdasarkan jenis kelamin. Terdapat perbedaan signifikan tingkat&#13;
ketakwaan berdasarkan tahun angkatan (p = 0,003), namun tidak ditemukan&#13;
perbedaan signifikan pada kecerdasan emosional (p = 0,168).&#13;
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat&#13;
ketakwaan dengan kecerdasan emosional mahasiswa FK UII. Semakin tinggi&#13;
tingkat ketakwaan, semakin tinggi pula tingkat kecerdasan emosional mahasiswa&#13;
tersebut.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63100</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
