<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Doctor of Civil Engineering</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/48568</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 18:45:13 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-13T18:45:13Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Penjadwalan Waktu Pelaksanaan Proyek dengan Linear Scheduling Method (Analysis of the Project Using Linear Scheduling Method) (Studi Kasus Perumahan Amandhika Town House Temanggung)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/55661</link>
<description>Analisis Penjadwalan Waktu Pelaksanaan Proyek dengan Linear Scheduling Method (Analysis of the Project Using Linear Scheduling Method) (Studi Kasus Perumahan Amandhika Town House Temanggung)
Utami, Asri
Manajemen proyek atau pengelolaan proyek sangat diperlukan dalam&#13;
sebuah pembangunan proyek konstruksi. Dimana proyek kontruksi merupakan&#13;
suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu&#13;
dalam batasan waktu, biaya dan mutu tertentu. Efisiensi dan efektivitas kerja yang&#13;
diharapkan sering tidak sesuai rencana dalam pelaksanaannya. Hal tersebut&#13;
dibuktikan dari hasil lapangan yang menunjukkan waktu penyelesaian sebuah&#13;
proyek bervariasi, sehingga waktu penyelesaian suatu proyek tidak dapat dipastikan&#13;
dapat ditepati.Cara yang perlu diperhatikan untuk mengatasi hal tersebut yaitu,&#13;
dengan menerapkan konsep perencanaan untuk meminimalkan kegagalan pada&#13;
suatu proyek yang dapat menyebabkan kerugian.&#13;
Pengumpulan data sekunder berupa time schedule proyek, rencana anggaran biaya&#13;
(RAB), durasi pekerjaan dan jumlah pekerjaan dalam jenis pekerjaan dianalisis&#13;
dengan metode Linier Scheduling Method (LSM). Penyusunan ini berdasarkan&#13;
durasi tiap item pekerjaan, kegiatan pekerjaan yang saling berkaitan dan kegiatan&#13;
yang mendahului kegiatan yang lainnya (predecessor).&#13;
Total waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian proyek Pembangunan Perumahan&#13;
Amandhika Town House Temanggung atau proyek existing memerlukan waktu&#13;
selama kurang lebih 24 bulan. Sedangkan penjadwalan menggunakan Metode&#13;
Linier Scheduling Method membutuhkan waktu penyelesaian proyek selama 117&#13;
hari. Proyek akan lebih cepat waktu penyelesaiannya jika menggunakan metode&#13;
Linear Scheduling Method. Hasil analisa menunjukkan bahwa LSM cocok untuk&#13;
diterapkan pada proyek repetitif karena mampu menjadwalkan pekerjaan berulang&#13;
dan menganalisis kemungkinan terjadinya hambatan pada pelaksanaan konstruksi.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/55661</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Potensi Likuefaksi Menggunakan Pendekatan State Parameter Berdasarkan Percepatan Maksimum Permukaan Tanah Akibat Gempa Hasil Codes, Deterministic and Probabilistic Seismic Hazard Analysis (Studi Kasus: Gempa Palu, Sulawesi Tengah, M 7.4, 28 September 2018)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/48541</link>
<description>Potensi Likuefaksi Menggunakan Pendekatan State Parameter Berdasarkan Percepatan Maksimum Permukaan Tanah Akibat Gempa Hasil Codes, Deterministic and Probabilistic Seismic Hazard Analysis (Studi Kasus: Gempa Palu, Sulawesi Tengah, M 7.4, 28 September 2018)
Artati, Hanindya Kusuma
Wilayah Indonesia merupakan zona rawan bencana alam terutama gempa bumi&#13;
dikarenakan adanya pertemuan empat plat tektonik yaitu Plat Eurasia, Plat Indo-Australia, Plat&#13;
Pasifik, dan Plat Philipine Bock (2003). Salah satu Pulau di Indonesia yang berada pada pertemuan&#13;
plat tersebut adalah Pulau Sulawesi. Akibat pertemuan plat tersebut terjadi deformasi baik dalam&#13;
bentuk sesar geser (strike slipe fault) maupun sesar naik (thrust fault), sesar aktif tersebut&#13;
menyebabkan bencana Gempa Bumi, seperti yang terjadi di Sulawesi Tengah pada tahun 2018, yang&#13;
diikuti dengan fenomena likuefaksi. Likuefaksi mengakibatkan kerusakan dibeberapa daerah&#13;
antaralain Jono Oge, Petobo, Sibalaya dan Balaroa, serta kerusakan fasilitas umum seperti RSU&#13;
Anutapura di Kota Palu. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian&#13;
lebih lanjut mengenai potensi likuefaksi yang terjadi dengan mengetahui terlebih dahulu perilaku&#13;
tanah di Kota Palu menngunakan pendekatan state parameter.&#13;
Pada penelitian ini pendekatan dilakukan berdasarkan Codes dari SNI1726-2019,&#13;
Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) dan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA)&#13;
untuk mengetahui lebih lanjut Cyclic Stress Ratio (CSR). Sedangkan kerentanan likuefaksi dari&#13;
Cyclic Resistance Ratio (CRR) dihitung menggunakan data CPT dan SPT dari pengujian di&#13;
lapangan. Sedangkan untuk mengetahui perilaku tanah dilakukan pengujian Consolidated&#13;
Undrained (CU) dengan variasi fines content 2%, 5%, 9%, 13% dan 17%. Hal tersebut dilakukan&#13;
untuk memperoleh garis steady state di Kota Palu, yang digunakan untuk memperoleh nilai state&#13;
parameter sebagai alat ukur kerentanan likuefaksi. Pendekatan state parameter juga dilakukan&#13;
dengan metode empiris dan grafik dari Been dan Jeffries (1988) serta Farrar (1986) yang telah&#13;
dikembangkan oleh Rahardjo (1989).&#13;
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan perilaku tanah di Kota Palu&#13;
khususnya Wilayah RSU Anutapura merupakan pasir dengan butiran halus kategori tanah&#13;
pasir berlanau yaitu Silty Sand (SM), dengan persamaan Steady State Line &#120582;&#119904;&#119904; ൌ -1.389&#13;
D50 - 0.075 Cu + 1.281. Sedangkan hasil analisis percepatan maksimum di permukaan&#13;
berdasarkan Codes diperoleh sebesar 0.26102g, DSHA diperoleh percepatan maksimum di&#13;
permukaan sebesar 0.288664g dan dengan analisis PSHA diperoleh percepatan maksimum&#13;
di permukaan sebesar 0.200g. Sehingga analisis potensi likuefaksi berdasarkan hasil&#13;
perhitungan state parameter dari Farrar (1986) dan Been dan Jeffries (1988) serta Rahardjo&#13;
(1989) maka tanah tersebut termasuk berpotensi likuefaksi. Begitu pula analisis yang&#13;
dilakukan berdasarkan data CPT dan SPT menghasilkan hasil yang sama yaitu tanah di&#13;
lokasi RS Anutapura memiliki kerentanan terhadap likuefaksi dengan Cyclic Stress Ratio&#13;
sebesar pada 55.25%. – 61% dari hasil Simplified Seed (1971).
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/48541</guid>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
