<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Textile Engineering</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/48567</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 31 May 2026 20:21:15 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-31T20:21:15Z</dc:date>
<item>
<title>Optimasi Proses Scouring- Bleaching Simultan Metode Exhaust Serat Rami Inagrass (IG) dengan Variasi Konsentrasi SNOBIL BL-1000N, Terhadap Kehalusan, Keputihan, dan Kelayakan Pemintalan</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62785</link>
<description>Optimasi Proses Scouring- Bleaching Simultan Metode Exhaust Serat Rami Inagrass (IG) dengan Variasi Konsentrasi SNOBIL BL-1000N, Terhadap Kehalusan, Keputihan, dan Kelayakan Pemintalan
Syaputra, Himawan; Komariah, Siti
Serat rami Inagrass (IG) merupakan serat alam yang berpotensi digunakan&#13;
sebagai bahan baku tekstil, tetapi masih perlu diproses untuk meningkatkan&#13;
keputihan, kehalusan, dan kelayakan pemintalan. Penelitian ini bertujuan&#13;
mengetahui pengaruh proses scouring–bleaching simultan metode exhaust dengan&#13;
penambahan SNOBIL BL-1000N terhadap kualitas serat rami Inagrass.&#13;
Proses dilakukan dengan variasi konsentrasi SNOBIL BL-1000N sebesar 0&#13;
g/L, 2 g/L, 4 g/L, dan 6 g/L pada waktu 60 menit, suhu 100 °C, dan vlot 1:10.&#13;
Parameter yang diamati meliputi perubahan warna, handfeel, pengurangan berat,&#13;
kelayakan pemintalan, serta hasil uji menggunakan USTER HVI 1000 dan USTER&#13;
AFIS PRO 2.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi SNOBIL BL-&#13;
1000N meningkatkan keputihan dan kebersihan serat. Warna serat berubah dari&#13;
&#13;
putih kekuningan menjadi lebih putih dan lebih bersih. Persentase pengurangan&#13;
berat meningkat dari 4,9% menjadi 10,8%, yang menunjukkan semakin efektifnya&#13;
penghilangan gum dan zat non-selulosa.&#13;
Uji hand spinnability menunjukkan semua serat dapat dipuntir dengan baik dan&#13;
layak dipintal. Nilai kecerahan serat (Rd) berada di atas 70 dan meningkat dari&#13;
72,0% menjadi 73,3%. Nilai +b rata-rata sebesar 11, yang menunjukkan masih ada&#13;
sedikit rona kekuningan yang wajar pada serat alam. Kekuatan serat rata-rata&#13;
sebesar 70, sedangkan kehalusan serat belum terdeteksi karena keterbatasan proses&#13;
mekanik dan jumlah sampel.&#13;
Kondisi terbaik diperoleh pada konsentrasi SNOBIL BL-1000N sebesar 6 g/L&#13;
karena menghasilkan serat paling putih, paling bersih, dan paling layak dipintal.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62785</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Pengaruh Variasi Warna Terhadap Kelayakan Mutu Kain Poliester Signatory Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 56:2017)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62782</link>
<description>Analisis Pengaruh Variasi Warna Terhadap Kelayakan Mutu Kain Poliester Signatory Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 56:2017)
Hadi, Syamsul; Sugih, Iwan
Industri tekstil dan produk tekstil di Indonesia dituntut untuk menghasilkan&#13;
kain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memenuhi standar mutu&#13;
nasional, khususnya untuk kebutuhan kain setelan dan seragam. Salah satu kain&#13;
yang banyak digunakan adalah kain poliester Signatory dengan variasi warna yang&#13;
beragam. Namun, variasi warna yang dihasilkan melalui proses pewarnaan diduga&#13;
dapat mempengaruhi sifat mekanik kain, sehingga berpotensi mempengaruhi&#13;
kelayakan mutu berdasarkan standar yang berlaku.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi warna terhadap&#13;
kelayakan mutu kain poliester Signatory berdasarkan Standar Nasional Indonesia&#13;
(SNI 56:2017). Variasi warna yang diteliti meliputi warna muda, medium, dan tua.&#13;
Parameter mutu yang diuji meliputi kekuatan tarik, kekuatan sobek, dan ketahanan&#13;
pilling. Seluruh pengujian dilakukan sesuai metode uji standar SNI yang relevan&#13;
dan dilaksanakan di laboratorium pengujian tekstil terakreditasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi warna kain poliester&#13;
Signatory memiliki nilai kekuatan tarik dan kekuatan sobek yang berada jauh di&#13;
atas persyaratan minimum SNI 56:2017. Nilai kekuatan tarik tertinggi pada arah&#13;
lusi diperoleh pada warna medium sebesar 509,6 N, sedangkan pada arah pakan&#13;
tertinggi diperoleh pada warna tua sebesar 512,54 N. Nilai kekuatan sobek tertinggi&#13;
juga ditunjukkan oleh warna tua dengan nilai 59,00 N pada arah lusi dan 60,12 N&#13;
pada arah pakan. Untuk ketahanan pilling, variasi warna medium dan tua&#13;
memperoleh nilai skala 3, sedangkan warna muda berada pada kisaran 2–3. Secara&#13;
umum, variasi warna tidak menyebabkan penurunan mutu kain di bawah batas&#13;
kelayakan SNI 56:2017, meskipun warna muda menunjukkan kecenderungan&#13;
pilling yang lebih rendah dibandingkan warna lainnya.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62782</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengembangan Antibacterial Bio- Film Berbasis Serat Pelepah Pisang dan Natrium Alginat Menggunakan Ekstrak Kulit Manggis sebagai Alternatif Material Absorbent Ramah Lingkungan Untuk Pembalut Wanita</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62565</link>
<description>Pengembangan Antibacterial Bio- Film Berbasis Serat Pelepah Pisang dan Natrium Alginat Menggunakan Ekstrak Kulit Manggis sebagai Alternatif Material Absorbent Ramah Lingkungan Untuk Pembalut Wanita
Anwar, Nasywa Hanifah
Penggunaan pembalut wanita konvesional berbasis Superabsorbent polymer&#13;
(SAP) sintetis menimbulkan perhatian terkait aspek kesehatan reproduksi dan&#13;
lingkungan, mengingat adanya laporan penggunaan bahan kimia tertentu dalam&#13;
proses produksinya serta sifat material yang sulit terurai secara alami. Oleh karena&#13;
itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan Bio-film absorbent berbasis&#13;
biopolimer alami dari serat pelepah pisang (Musa paradisiaca L.) dan natrium&#13;
alginat dengan penambahan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.)&#13;
sebagai agen antibakteri alami. Bio-film absorbent dibuat dengan variasi rasio serat&#13;
pelepah pisang dan natrium alginat sebesar 10:90, 30:70, dan 50:50, dengan&#13;
finishing antibakteri menggunakan ekstrak kulit manggis pada konsentrasi 0%, 5%,&#13;
10%, 15%. Pengujian meliputi uji daya serap, uji aktivitas antibakteri menggunakan&#13;
metode difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus, analisis gugus fungsi&#13;
menggunakan FTIR, serta uji biodegradasi di dalam tanah. Hasil penelitian&#13;
menunjukan bahwa perbandingan komposisi bio-film absorbent hasil kombinasi&#13;
serat pelepah pisang, natrium alginat, dan finishing ekstrak kulit manggis&#13;
berpengaruh terhadap kemampuan penyerapan cairan bio-film absorbent, dengan&#13;
rasio 50:50 menghasilkan kapasitas daya serap tertinggi, sementara finishing&#13;
menggunakan ekstrak kulit manggis mampu memberikan aktivitas antibakteri yang&#13;
ditunjukan dengan terbentuknya zona hambat yang meningkat seiring&#13;
bertambahnya konsentrasi ekstrak. Seluruh sampel bio-film absorbent menunjukan&#13;
kemampuan biodegradasi yang baik di lingkungan tanah, namun hasil uji daya&#13;
serap menunjukan kemampuan biodegradasi yang baik di lingkungan tanah, namun&#13;
hasil uji daya serap menunjukan bahwa seluruh variasi bio-film absorbent belum&#13;
memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Oleh karena itu, bio-film absorbent&#13;
ini berpotensi dikembangkan sebagai material pembalut wanita yang higienis,&#13;
biodegradable, dan berkelanjutan dengan pengembangan lebih lanjut terutama&#13;
pada peningkatan kapasitas daya serap.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62565</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Rancang Bangun Struktur Geocomposite Berbasis Ramie dan Polyethylene sebagai Penahan Abrasi Pesisir dengan Pendekatan Metode Design Thinking</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62541</link>
<description>Rancang Bangun Struktur Geocomposite Berbasis Ramie dan Polyethylene sebagai Penahan Abrasi Pesisir dengan Pendekatan Metode Design Thinking
Rizki, Taufiq
Abrasi Pantai merupakan permasalahan lingkungan pesisir yang berdampak siginfikan terhadap perubahan garis pantai, degradasi ekosistem, serta kerugian sosial dan ekonomi masyarakat pesisir, khusunya di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu upaya mitigasi abrasi yang berkembang adalah penggunaan struktur lunak (soft structure) berbasis geosintetik. Namun, material geotextile sintetis konvensional masih menghadapi tantangan dalam aspek keberlanjtan lingkungan. Oleh karena itu, perancangan ini bertujuan untuk merancang bangun struktur Geocomposite berbasis Ramiee dan geotextile woven polyethylene sebagai alternatif material perlindungan pantai yang efektif dan lebih ramah lingkungan. Perancangan dilakukan menggunakan pendekatan metode design thinking yang meliputi tahap empathize &amp; define, ideate, prototype, serta test &amp; iterate. Struktur Geocomposite dirancang dalam bentuk tiga lapis dengan Geomats Ramie sebagai lapisan tengah yang berfungsi untuk filtrasi dan stabilisasi pasir, serta dua lapisan geotextile woven polyethylene sebagai penguatan mekanik. Prototype Geocomposite difabrikasi melalui proses hotpress menggunakan matriks perekat bebasis PVAc dan VAE. Evaluasi kinerja mekanik dilakukan melalui pengujian tarik berdasarkan standar ASTM D3039. Hasil pengujian menunjukkan bahwa spesimen Geocomposite memiliki nilai tegangan maksimum (maximum stress) yang bervariasi antara 14,173 MPa hingga 32,033 MPa dengan elongasi patah 13,489 %GL hingga 23.362 %GL. Secara umum, hasil ini menunjukkan bahwa struktur Geocomposite mampu menahan beban tarik yang relative tinggi disertai kemampuan deformasi yang baik, sehingga mencerminkan kombinasi kekuatan dan fleksibelitas yang dibutuhkan untuk aplikasi perlindungan pantai. Berdasrkan hasil perancangan dan pengujian tarik tersebut, prototype ini memiliki potensi sebagai material alternatif untuk mitigasi abrasi pantai dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62541</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
