<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Master of Pharmacy</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/48161</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 13:14:37 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-25T13:14:37Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Pioglitazone dibandingkan Glimepiride pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61443</link>
<description>Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Pioglitazone dibandingkan Glimepiride pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit
Zhahara, Kholida
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan&#13;
peningkatan kadar glukosa darah di dalam tubuh. DM membutuhkan terapi jangka&#13;
panjang sehingga dapat menimbulkan biaya medis yang besar. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya penggunaan terapi antidiabetik oral&#13;
pioglitazone dibandingkan glimepiride pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSI&#13;
Siti Hajar Mataram dan RSUD H. Moh. Roeslan Kota Mataram berdasarkan&#13;
perspektif rumah sakit.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan cross&#13;
sectional. Pengumpulan data secara retrospektif dan concurrent berupa dokumen&#13;
rekam medis dan data biaya pengobatan pasien DM tipe 2 rawat jalan pada periode&#13;
Mei-Agustus 2025. Analisis efektivitas biaya menggunakan rumus perhitungan&#13;
nilai Incremental Cost Effectiveness Analysis (ICER). Subjek penelitian ini adalah&#13;
pasien DM tipe 2 rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan&#13;
73 pasien mendapatkan pioglitazone monoterapi dan 49 pasien mendapatkan&#13;
glimepiride monoterapi, sementara 46 pasien mendapatkan kombinasi&#13;
pioglitazone-metformin dan 84 pasien mendapatkan glimepiride-metformin.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan terapi antidiabetik oral pioglitazone tunggal dan&#13;
&#13;
kombinasi glimepiride-metformin mencapai target terapi lebih besar masing-&#13;
masing 80,82% dan 78,57%. Pioglitazone tunggal dibandingkan glimepiride&#13;
&#13;
tunggal memiliki ICER sebesar Rp -1.573,63 dan kombinasi pioglitazone-&#13;
metformin dibandingkan kombinasi glimepiride-metformin memiliki ICER sebesar&#13;
&#13;
Rp -27.639,76. Berdasarkan nilai ICER dapat disimpulkan terapi pioglitazone&#13;
tunggal dianggap hemat biaya dibandingkan dengan glimepiride tunggal,&#13;
sedangkan kombinasi glimepiride-metformin dianggap hemat biaya dibandingkan&#13;
dengan kombinasi pioglitazone-metformin.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61443</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Identifikasi dan Profil Sitotoksisitas Fraksi Etil Asetat Daun Sungkai Peronema Canescens Serta Determinasi Senyawa dengan UHPLC-HRMS</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/59608</link>
<description>Identifikasi dan Profil Sitotoksisitas Fraksi Etil Asetat Daun Sungkai Peronema Canescens Serta Determinasi Senyawa dengan UHPLC-HRMS
Anjayani, Nuri
Kanker merupakan penyebab kematian utama dengan angka kejadian yang terus&#13;
meningkat setiap tahun. Terapi konvensional masih menghadapi kendala seperti efek&#13;
samping, resistensi multidrug, dan tingginya angka relaps, sehingga diperlukan&#13;
pencarian kandidat obat baru dari sumber alami. Peronema canescens Jack diketahui&#13;
memiliki aktivitas biologis, namun data mengenai sitotoksisitas dan kandungan&#13;
metabolit bioaktifnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas&#13;
antikanker isolat aktif dari fraksi etil asetat P. canescens serta mengidentifikasi struktur&#13;
putatif metabolit penyusunnya. Fraksinasi dilakukan dengan teknik Vacuum Liquid&#13;
Chromatography (VLC) menggunakan pelarut bertingkat (n-heksana, etil asetat, dan&#13;
metanol), diikuti bioassay-guided fractionation. Fraksi aktif kemudian dimurnikan&#13;
dengan HPLC preparatif, dan aktivitas sitotoksisitas diuji menggunakan metode MTT&#13;
terhadap sel A549, Hela, MG-63, Molt-4, serta sel normal fibroblas HDFa. Analisis&#13;
struktur dilakukan dengan UHPLC-HRMS berbasis MS-DIAL dan MS-Finder. Hasil&#13;
menunjukkan fraksi etil asetat memiliki aktivitas sitotoksisitas dengan nilai IC50 secara&#13;
berurut pada subfraksi klorofom, sel A549, HeLa, Mg-63 adalah 265,871; 214,799;&#13;
55,216; 8,776 μg/mL. Penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat P. canescens&#13;
memiliki aktivitas sitotoksisitas yang signifikan terhadap beberapa lini sel kanker,&#13;
khususnya Molt-4, dengan nilai IC50 8,776 μg/mL. Temuan ini menegaskan potensi P.&#13;
canescens sebagai sumber alami untuk pengembangan obat antikanker baru.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/59608</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Formulasi Sediaan Nanohidrogel Ekstrak Daun Kelakai (Stenochlaena Palustris (Burm.f.) Bedd.) sebagai Kandidat Antibakteri dan Antibiofilm</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/58432</link>
<description>Formulasi Sediaan Nanohidrogel Ekstrak Daun Kelakai (Stenochlaena Palustris (Burm.f.) Bedd.) sebagai Kandidat Antibakteri dan Antibiofilm
Muslim, Muhammad Rifqi Fadillah
Resistensi antibiotik telah diakui sebagai salah satu ancaman kesehatan&#13;
utama masyarakat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu penyebab&#13;
resistensi antibiotik ialah biofilm, dimana biofilm adalah kelompok&#13;
mikroorganisme yang terstruktur dan memproduksi zat polimer ekstraseluler&#13;
(EPS). Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri dan&#13;
antibiofilm adalah Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd.). Beberapa&#13;
penelitian menemukan ekstrak Kelakai memiliki aktivitas antibakteri yang sangat&#13;
kecil bahkan tidak ada. Hal ini karena sebagian besar ekstrak tumbuhan tidak atau&#13;
sukar larut, sehingga memiliki bioavailabilitas yang lebih rendah. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui karakteristik ekstrak daun Kelakai dan karakteristik&#13;
sediaan nanohidrogel ekstrak daun Kelakai, serta mengevaluasi aktivitas antibakteri&#13;
dan antibiofilm sediaan nanohidrogel ekstrak daun Kelakai.&#13;
Proses ekstraksi daun Kelakai menggunakan metode sonikasi dengan&#13;
pelarut etanol 96% (1:10). Identifikasi senyawa dilakukan menggunakan metode&#13;
Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Ekstrak daun Kelakai dilakukan uji parameter&#13;
spesifik dan non spesifik simplisia sesuai Farmakope Indonesia. Formulasi&#13;
nanohidrogel dibuat dengan menggabungkan basis gel dan nanopartikel perak&#13;
ekstrak daun Kelakai dengan konsentrasi yang berbeda, dan dilakukan evaluasi&#13;
sediaan. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri, uji aktivitas penghambatan&#13;
biofilm dan eradikasi biofilm. Analisis paired sample t-test digunakan untuk&#13;
mengetahui terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan dan&#13;
ANOVA satu arah digunakan untuk mengetahui perbedaan signifikan antar sampel&#13;
uji yang digunakan.&#13;
Ekstrak daun Kelakai mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol,&#13;
tanin, steroid, terpenoid, dan saponin. Ekstrak daun Kelakai memenuhi parameter&#13;
spesifik dan non spesifik, kecuali kadar abu tak larut asam. Sediaan nanohidrogel&#13;
ekstrak daun Kelakai memenuhi seluruh evaluasi sediaan topikal sebelum dan&#13;
sesudah uji stabilitas dipercepat. Sediaan nanohidrogel ekstrak daun Kelakai&#13;
mampu meningkatkan aktivitas antibakteri dan antibiofilm dibandingkan ekstrak&#13;
daun Kelakai saja dengan perbedaan signifikan antar sampel uji dengan nilai&#13;
(p&lt;0,05).
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/58432</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Aktivitas Gel-nanoliposom Kombinasi Minyak Atsiri Cedarwood (Cedrus Atlantica.) dan Rosemary (Rosemarinus Officinalis L.) terhadap Peningkatan Pertumbuhan Rambut Tikus</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/58340</link>
<description>Aktivitas Gel-nanoliposom Kombinasi Minyak Atsiri Cedarwood (Cedrus Atlantica.) dan Rosemary (Rosemarinus Officinalis L.) terhadap Peningkatan Pertumbuhan Rambut Tikus
Lobubun, Nurul Afifi
Cedarwood (Cedrus atlantica) dan Rosemari (Rosemarinus officinalis L.) merupakan&#13;
tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri yang terbukti memiliki efek mempercepat&#13;
pertumbuhan rambut dengan mekanisme meningkatkan aliran darah di sekitar umbi rambut&#13;
yang kemudian merangsang pertumbuhan rambut. Namun, penggunaan secara langsung&#13;
pada sediaan topikal memiliki beberapa kekurangan diantaranya iritasi kulit dan rendahnya&#13;
bioavailabilitas. Nanoliposom merupakan sistem penghantaran obat yang dapat digunakan&#13;
untuk meningkatakan stabilitas dan bioavailabilitas kombinasi minyak atsiri cedarwood&#13;
dan rosemari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi, karakterisitk fisik,&#13;
efek iritasi dan aktivitas pertumbuhan rambut sediaan gel nanoliposom kombinasi minyak&#13;
atsiri cedarwood dan rosemari. Metode pembuatan sediaan nanoliposom menggunakan&#13;
metode hidrasi lapis tipis. Setelah dilakukan pembuatan gel nanoliposom kombinasi&#13;
minyak atsiri cedarwood dan rosemari selanjutnyaa dilakukan evaluasi organoleptis,&#13;
homogenitas, pH, penentuan ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, daya&#13;
lekat, daya sebar, viskositas, uji Angka Lempeng Total (ALT), dan pengamatan secara&#13;
morfologi menggunakan Transmission Electron Microscope (TEM). Dilakukan uji iritasi&#13;
dan diamati aktivitas pertumbuhan rambut setelah mengoleskan sediaan gel nanoliposom&#13;
pada punggung tikus putih jantan galur Sprague Dawley. Hasil karakterisitik fisik&#13;
nanoliposom berupa gel berwarna putih dengan viskositas encer serta berbau khas, ukuran&#13;
partikel 188,03 nm, indeks polidispersitas 0,4, ukuran zeta potensial -38,9 mV. Sediaan gel&#13;
nanoliposom kombinasi minyak atsiri cedarwood dan rosemari ini telah memenuhi syarat&#13;
meliputi pengamatan morofologi, pH, daya sebar, daya lekat serta uji ALT. Semua&#13;
kelompok kontrol dan perlakuan tidak berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit tikus. Gel&#13;
nanoliposom kombinasi minyak atsiri cedarwood dan rosemari menunjukkan aktivitas&#13;
yang efektif untuk mempercepat pertumbuhan rambut.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/58340</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
