<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Communication</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/4688</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 07:55:45 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-26T07:55:45Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran pada Warung Kopi Sinar Gemilang dan Kedai Terang Bintang Melalui Media Instagram</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61829</link>
<description>Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran pada Warung Kopi Sinar Gemilang dan Kedai Terang Bintang Melalui Media Instagram
Armianto, Nur Bagus
Fenomena meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia mendorong munculnya&#13;
berbagai kedai kopi lokal yang memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram,&#13;
untuk menarik konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi&#13;
komunikasi pemasaran Warung Kopi Sinar Gemilang di Tegal dan Kedai Terang&#13;
Bintang di Yogyakarta melalui Instagram dengan metode kualitatif deskriptif. Data&#13;
diambil melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan&#13;
pemilik, tim marketing, serta konsumen dari masing-masing kedai. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa Sinar Gemilang menekankan harga terjangkau, nuansa retro,&#13;
dan konten santai untuk menjangkau pasar lokal dengan frekuensi konten yang&#13;
dinilai cukup tinggi, sedangkan Terang Bintang mengandalkan narasi jenaka, visual&#13;
konsisten, dan konsep kedai unik untuk membangun kedekatan dengan audiens&#13;
muda, frekuensi konten pada kedai terang bintang dinilai cukup rendah berbeda&#13;
dengan kedai kopi sebelumnya. Analisis STP, Marketing Mix 7P, dan Marketing 4.0&#13;
menegaskan bahwa Instagram berperan tidak hanya sebagai media promosi, tetapi&#13;
juga sebagai sarana membentuk pengalaman dan loyalitas konsumen.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61829</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Marketing Politik TKN Prabowo dan Gibran pada  Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61770</link>
<description>Analisis Marketing Politik TKN Prabowo dan Gibran pada  Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024
Agsa, Aufar Ghazian Putra
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing politik yang diterapkan&#13;
oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka&#13;
dalam Pemilihan Presiden 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui&#13;
bagaimana strategi marketing politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo dan Gibran&#13;
Pada Pemilu Presiden 2024. Dalam Penelitian ini ditemukannya strategi marketing politik&#13;
yang digunakan oleh TKN, misalnya seperti strategi ide TKN terhadap penggunaan AI&#13;
yang menjadi kekuatan besar pada kampanye pasangan calon Prabowo dan Gibran,&#13;
kemudian pemilihan platform yang spesifik dan fokus, seperti perbedaan strategi yang&#13;
diterapkan pada platform Tiktok, dan juga Instagram. Perbedaan strategi ini berlandaskan&#13;
penemuan data dan analisis terhadap pendukung dan calon pemilih yang dilakukan oleh&#13;
Tim Kampanye Nasional (TKN). Di sisi lain, penelitian ini juga membahas keterlibatan&#13;
influencer yang juga menjadi pengaruh besar dalam menarik calon pemilih serta&#13;
menggerakkan pendukung secara masif. Hasil dari penelitian ini akan menjelaskan&#13;
bagaimana Tim Kampanye Nasional (TKN) dapat melakukan strategi yang efektif yang&#13;
dapat memberikan dampak kampanye yang masif, melalui strategi dan eksekusi yang&#13;
dilakukan.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61770</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>“IM A CAR THIEF, NOT A TERRORIST” Analisis Karakter Simon Baz dalam komik “Green Lantern #0”.</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61694</link>
<description>“IM A CAR THIEF, NOT A TERRORIST” Analisis Karakter Simon Baz dalam komik “Green Lantern #0”.
Ramadhan, Ridho Mulya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi seorang Muslim dalam komik “Green&#13;
Lantern #0” melalui karakter Simon Baz yang merupakan seorang Muslim Lebanese-American.&#13;
Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes&#13;
yang berfungsi untuk menginterpretasi tanda-tanda sehingga mendapatkan makna-makna apa&#13;
saja yang terkandung terkait penggambaran karakter Simon dan agama Islam dalam komik ini.&#13;
Hasil menunjukkan bahwa Simon Baz digambarkan sebagai sesosok Muslim yang kompleks&#13;
dan tidak sepenuhnya patuh terhadap nilai-nilai Islam, akan tetapi dia juga korban dari tekanan&#13;
sosial dan diskriminasi yang diterimanya sebagai seorang Muslim pasca tragedi 9/11. Tindakan&#13;
pencurian mobil oleh Simon merupakan respons dia akan ketidakadilan sosial yang ia rasakan&#13;
akibat PHK masal, kondisi ekonominya, serta rasa tanggung jawab dia kepada adik dan&#13;
keponakannya, walaupun itu menyimpang dari ajaran Islam. Komik ini juga menyoroti&#13;
bagaimana simbol dan atribut Islam seperti tulisan Arab, hijab, serta tempat ibadah menjadi&#13;
sasaran stereotip dan prasangka oleh masyarakat mayoritas Amerika, serta bagaimana Islam dan&#13;
orang Muslim digambarkan sebagai sesosok ekstremis oleh standar dunia Barat. Narasi komik&#13;
ini mengkritisi dan membongkar stereotip dan mitos terhadap Islam, serta menampilkan&#13;
dinamika identitas Muslim dalam masyarakat Amerika.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61694</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Implementasi Bauran Komunikasi Pemasaran Pada Produk MICE di  The Royale Krakatau Hotel</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61680</link>
<description>Implementasi Bauran Komunikasi Pemasaran Pada Produk MICE di  The Royale Krakatau Hotel
Sumawati, Annisa Ramadhina
Industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di Indonesia&#13;
berkembang pesat dengan nilai mencapai 45 triliun rupiah pada tahun 2023. Namun di&#13;
tengah pertumbuhan yang pesat ini, muncul tantangan operasional akibat kebijakan&#13;
efisiensi dari pemerintah, yang berdampak signifikan pada hotel-hotel penyedia layanan&#13;
MICE, termasuk The Royale Krakatau Hotel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#13;
bagaimana hotel menerapkan strategi komunikasi pemasaran untuk mempertahankan&#13;
posisinya di tengah persaingan ketat industri perhotelan MICE khususnya di Kota Cilegon.&#13;
Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data&#13;
dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pihak The Royale&#13;
Krakatau.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa The Royale Krakatau telah menerapkan&#13;
strategi STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) dan strategi bauran pemasaran 7P&#13;
untuk memastikan strategi pemasaran yang dilakukan berjalan secara efektif dan holistik.&#13;
Untuk strategi STP, The Royale Krakatau mengimplementasikan strategi segmentasi pada&#13;
Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Jakarta. Kemudian, strategi targeting&#13;
menggunakan concentrated marketing yang target utamanya perusahaan, pemerintahan,&#13;
korporat, dan asosiasi. Dan strategi positioning sebagai leading hotel yang memiliki&#13;
convention hall terbesar di kota Cilegon.&#13;
Untuk strategi bauran pemasaran 7P yang diterapkan oleh The Royale Krakatau&#13;
yakni, strategi product yang digunakan adalah convention hall dengan konsep “tanpa&#13;
pilar”, dilengkapi ruang meeting beragam, serta layanan catering. Untuk strategi price,&#13;
hotel menerapkan secara fleksibel dengan kebijakan negosiasi dan diskon. Strategi place&#13;
memanfaatkan keunggulan lokasi strategis di jantung kota dan konsep “one-stop&#13;
destination”. Strategi people, hotel telah melibatkan koordinasi tim antar departemen&#13;
dalam pelayanan MICE dan menekankan pentingnya aspek service people dan customer.&#13;
Strategi process sudah terstruktur dan profesional. Strategi physical evidence berupa daya&#13;
tarik visual offline dan online. Terakhir strategi promotion, hotel menggunakan strategi&#13;
advertising melalui media cetak, media sosial, radio, dan luar ruang. Strategi personal&#13;
selling melalui sales visit dan sales call. Strategi sales promotion berupa diskon dan&#13;
program frekuensi. Strategi public relation dan publisitas dengan press release, event&#13;
khusus, dan CSR. Terakhir strategi direct marketing menggunakan telemarketing. Dari&#13;
tujuh elemen bauran pemasaran, The Royale Krakatau fokus pada tiga komponen utama,&#13;
yaitu product, place, dan people. Ketiga strategi ini menjadi pilar utama yang paling&#13;
ditonjolkan karena dianggap sebagai keunggulan kompetitif yang paling berpengaruh&#13;
terhadap daya saing di industri MICE.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61680</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
