<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Communication</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/4688</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 17:19:46 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-28T17:19:46Z</dc:date>
<item>
<title>Strategi Pemasaran Kaninara Florist dengan Media Sosial Sebagai Pemasaran (TikTok dan Instagram)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67147</link>
<description>Strategi Pemasaran Kaninara Florist dengan Media Sosial Sebagai Pemasaran (TikTok dan Instagram)
Cahyani, Nila
Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam strategi&#13;
pemasaran, terutama melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang&#13;
efektif. Instagram dan TikTok menjadi platform yang banyak digunakan pelaku usaha&#13;
untuk menjangkau konsumen secara luas melalui konten visual yang menarik.&#13;
Kaninara Florist merupakan salah satu usaha florist memanfaatkan kedua platform&#13;
tersebut dalam kegiatan pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui&#13;
strategi pemasaran Kaninara Florist dengan media sosial sebagai media pemasaran&#13;
(Tiktok dan Instagram). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif&#13;
deskriptif. Narasumber yang dipilih pada penelitian ini yaitu owner Kaninara Florist.&#13;
Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara semi terstruktur, observasi&#13;
&#13;
dan dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini mengacu pada langkah-&#13;
langkah yang dikemukakan oleh Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman, yang&#13;
&#13;
meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data (data display), serta penarikan&#13;
kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa Kaninara Florist telah&#13;
menerapkan strategi pemasaran secara komprehensif, mulai dari segmentasi pasar yang&#13;
tepat, penetapan target yang spesifik, hingga positioning yang kuat di benak konsumen.&#13;
Selain itu, penerapan elemen marketing mix yang mencakup produk, harga, tempat,&#13;
bukti fisik, orang, proses, dan promosi, serta strategi promotional mix yang mencakup&#13;
periklanan, personal selling, sales promotion, dan public relations menunjukkan&#13;
bahwa Kaninara memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola kegiatan&#13;
pemasarannya secara strategis dan adaptif. Dalam pemasaran yang dilakukan, Kaninara&#13;
memanfaatkan 2 jenis platform sosial media yaitu Instagram dan Tiktok. Pemanfaatan&#13;
sosial media Instagram dan TikTok terbukti efektif dalam mendukung strategi&#13;
pemasaran karena kedua platform ini memiliki fitur-fitur menarik yang dapat&#13;
membangun kedekatan emosional dengan audiens.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67147</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Persepsi Konsumen Terhadap Citra dan Loyalitas Brand Lokal Bwbyaz pada Akun TikTok @Bwbyaz</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67143</link>
<description>Persepsi Konsumen Terhadap Citra dan Loyalitas Brand Lokal Bwbyaz pada Akun TikTok @Bwbyaz
Widyati, Renjani Alfisyahr Prasetyaning
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah pola komunikasi pemasaran&#13;
brand dalam membangun citra dan loyalitas konsumen. Brand fesyen lokal Bwbyaz&#13;
memanfaatkan platform TikTok sebagai media utama untuk memperkuat identitas merek&#13;
sekaligus menjalin interaksi langsung dengan konsumennya. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis bagaimana persepsi konsumen terhadap citra dan loyalitas brand lokal Bwbyaz&#13;
yang dibangun melalui akun TikTok @Bwbyaz, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang&#13;
memengaruhi terbentuknya persepsi dan loyalitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode&#13;
kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan teknik pengumpulan data berupa wawancara&#13;
semi-terstruktur. Informan berjumlah empat orang yang telah memenuhi kriteria: konsumen&#13;
berusia 17–35 tahun yang pernah membeli produk Bwbyaz melalui TikTok dan aktif mengikuti&#13;
konten akun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan&#13;
memersepsikan Bwbyaz sebagai brand yang elegan, minimalis, dan berkualitas, dengan&#13;
komunikasi yang interaktif melalui konten video dan live streaming di TikTok. Persepsi tersebut&#13;
mendorong loyalitas yang ditunjukkan melalui pembelian ulang dan rekomendasi kepada orang&#13;
lain, meskipun terdapat perbedaan pandangan terkait frekuensi unggahan konten dan respons di&#13;
kolom komentar. Informan tetap membeli ulang karena produk yang diterima sesuai dengan&#13;
yang ditampilkan. Persepsi dan loyalitas tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti&#13;
motivasi dan pengalaman penggunaan produk, serta faktor eksternal seperti konsistensi konten,&#13;
aktivitas live streaming, ulasan pengguna lain, dan interaksi digital antara brand dan konsumen.&#13;
Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok berperan penting dalam membentuk citra dan&#13;
loyalitas melalui interaksi yang konsisten dan relevan dengan audiens. Disarankan agar Bwbyaz&#13;
meningkatkan frekuensi unggahan, variasi konten, serta responsivitas di kolom komentar untuk&#13;
memperkuat keterlibatan konsumen. Penelitian ini terbatas pada satu objek dan satu platform,&#13;
sehingga belum dapat menggambarkan perbandingan dengan brand maupun media sosial&#13;
lainnya.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67143</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Konstruksi Realitas Izin Tambang di Lingkup Universitas dalam Pemberitaan Media Online (Analisis Framing pada Website Kompas.com, Tempo.co, dan CNN Indonesia)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67099</link>
<description>Konstruksi Realitas Izin Tambang di Lingkup Universitas dalam Pemberitaan Media Online (Analisis Framing pada Website Kompas.com, Tempo.co, dan CNN Indonesia)
Zaky, Muhammad
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya intensitas perdebatan&#13;
publik terkait rencana pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada&#13;
perguruan tinggi dalam konteks revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU&#13;
Minerba). Wacana ini memunculkan beragam respons dari aktor negara, akademisi,&#13;
hingga masyarakat sipil, sehingga menjadi isu strategis yang tidak hanya berkaitan&#13;
dengan kebijakan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek etika, lingkungan, dan&#13;
independensi pendidikan tinggi. Dalam situasi tersebut, media massa memiliki peran&#13;
penting dalam membentuk konstruksi realitas melalui cara mereka membingkai&#13;
(Framing) informasi kepada publik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis bagaimana media online Kompas.com, Tempo.co, dan CNN Indonesia&#13;
membingkai isu pemberian izin tambang kepada perguruan tinggi. Penelitian ini&#13;
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model&#13;
Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, yang menitikberatkan pada empat struktur&#13;
analisis, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Melalui pendekatan ini, penelitian&#13;
berupaya mengungkap bagaimana struktur teks berita disusun, bagaimana alur cerita&#13;
dibangun, tema apa yang ditonjolkan, serta bagaimana pilihan bahasa digunakan untuk&#13;
memperkuat makna tertentu. Periode pemberitaan yang dianalisis mencakup rentang&#13;
waktu 20 Januari 2025 hingga 22 Februari 2025, dengan total 25 judul berita yang&#13;
terdiri dari 10 berita dari Kompas.com, 10 berita dari Tempo.co, dan 5 berita dari CNN&#13;
Indonesia. Pemilihan media ini didasarkan pada posisi ketiganya sebagai media arus&#13;
utama yang memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini publik di&#13;
Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kecenderungan framing di&#13;
antara ketiga media tersebut. Kompas.com cenderung menyajikan berita secara&#13;
deskriptif, kronologis, dan relatif netral dengan menekankan aspek prosedural serta&#13;
alur kebijakan, sehingga menghadirkan kesan objektivitas dan keseimbangan&#13;
informasi. Sementara itu, Tempo.co lebih menonjolkan pendekatan kritis dengan&#13;
memberikan ruang yang lebih besar pada suara oposisi, analisis normatif, serta&#13;
penekanan pada implikasi kebijakan terhadap demokrasi, lingkungan, dan&#13;
independensi akademik. Di sisi lain, CNN Indonesia cenderung membingkai isu ini&#13;
dengan menonjolkan aspek kontroversi dan konflik antaraktor, sehingga memperkuat&#13;
dimensi polemik dalam pemberitaan. Perbedaan framing tersebut menunjukkan bahwa&#13;
media tidak bersifat netral sepenuhnya, melainkan memiliki kecenderungan perspektif&#13;
masing-masing dalam mengonstruksi realitas sosial, khususnya dalam isu kebijakan&#13;
publik yang kompleks seperti pemberian izin tambang kepada perguruan tinggi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67099</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Strategi Kreatif Sumur Creative dalam Produksi Konten di Instagram</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/67068</link>
<description>Strategi Kreatif Sumur Creative dalam Produksi Konten di Instagram
Anjly, Bunga
Perkembangan internet dan media sosial telah membawa perubahan besar dalam cara manusia&#13;
modern berkomunikasi dan berbagi informasi. Instagram, sebagai salah satu platform media sosial&#13;
paling populer, tidak hanya menjadi sarana berbagi visual tetapi juga alat pemasaran yang efektif.&#13;
Dengan persaingan yang tinggi, kemampuan untuk menciptakan konten kreatif menjadi kunci&#13;
untuk menarik perhatian audiens dan membangun brand awareness. Penelitian ini menggunakan&#13;
metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara&#13;
mendalam, observasi, dan analisis dokumen dengan fokus pada tiga tahap produksi: pra-produksi,&#13;
produksi, dan pasca-produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumur Creative menggunakan&#13;
pendekatan berbasis kolaborasi dan analisis audiens yang kuat untuk menciptakan konten yang&#13;
relevan. Strategi seperti brainstorming, analisis tren, pembuatan moodboard, dan optimalisasi fitur&#13;
Instagram (seperti Stories dan Reels) diterapkan untuk memastikan konten yang dihasilkan&#13;
menarik perhatian audiens. Tantangan seperti keterbatasan waktu, anggaran, serta sinkronisasi&#13;
antaranggota tim diatasi melalui komunikasi efektif dan adaptasi yang cepat terhadap perubahan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/67068</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
