<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Sociocultural Sciences</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/4685</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 15:45:10 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-23T15:45:10Z</dc:date>
<item>
<title>Hubungan antara Gaya Kelekatan Aman dengan Resiliensi pada Korban Gempa Bumi</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63661</link>
<description>Hubungan antara Gaya Kelekatan Aman dengan Resiliensi pada Korban Gempa Bumi
Sanusi, Agus
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara gaya kelekatan aman dengan resiliensi pada korban gempa bumi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara gaya kelekatan aman dengan resiliensi pada korban gempa bumi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 99 orang laki-laki dan wanita dewasa yang sudah menikah dan tinggal di Dusun Cikelet. Subjek yang dipilih adalah subjek yang berusia antara 22-75 tahun. Pengumpulan data menggunakan dua jenis skala, yaitu skala gaya kelekatan aman dan skala resiliensi. Skala gaya kelekatan aman disusun peneliti dengan memodifikasi skala gaya kelekatan aman oleh Julianto (2009), berdasarkan karakteristik gaya kelekatan aman yang mengacu pada Helmi (1998), yang terdiri dari 34 aitem. Skala resiliensi disusun peneliti dengan memodifikasi skala resiliensi oleh Vesdiawati (2008) berdasarkan aspek-aspek resiliensi yang dikemukankan oleh Reivich &amp; Shatte (2000 yang terdiri dari 31 aitem. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Product Moment dari Pearson. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya kelekatan aman dengan resiliensi pada korban gempa bumi (r = 0.584 dengan p=0.000 (p&lt;0.05) → hipotesis diterima). Gaya kelekatan aman memiliki sumbangan efektif terhadap tingkat resiliensi sebesar 34.1%.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63661</guid>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Resepsi Pengunjung Pameran Terhadap Kemiskinan Dalam Bingkai Fotografi Human Interest</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63625</link>
<description>Resepsi Pengunjung Pameran Terhadap Kemiskinan Dalam Bingkai Fotografi Human Interest
Abimanyu, Galih
Judul tugas akhir ini adalah “Resepsi Pengunjung Pameran Terhadap Kemiskinan Dalam&#13;
Bingkai Fotografi Human Interest”. Karya ini bertujuan untuk mencari tahu seberapa besar&#13;
pengaruh fotografi human interest dengan tema kemiskinan dapat mempengaruhi opini publik,&#13;
untuk membangkitkan empati dan meningkatkan kesadaran sosial, karya ini menggunakan&#13;
teknik fotografi human interest untuk menggambarkan kehidupan sehari-hari dari orang-orang&#13;
yang memiliki latar belakang kemiskinan. Hasil menunjukkan bahwa ketika terpapar&#13;
kemiskinan melalui fotografi human interest, mayoritas masyarakat umum yang melihat karya&#13;
fotografi ini merasakan adanya empati pada diri mereka. sementara itu, publik menyadari&#13;
bahwa penggambaran visual ini sering digunakan sebagai instrumen untuk meningkatkan&#13;
kesadaran sosial.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63625</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Faith-based Diplomacy Nahdlatul Ulama terhadap Islamophobia di Inggris Tahun 2018-2023</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63578</link>
<description>Analisis Faith-based Diplomacy Nahdlatul Ulama terhadap Islamophobia di Inggris Tahun 2018-2023
Ilmannavi, Zidni
Islamofobia mengalami peningkatan di Inggris selama periode 2018–2023 yang&#13;
dipengaruhi oleh dinamika politik, sosial, dan media. Penelitian ini menganalisis&#13;
upaya faith-based diplomacy Nahdlatul Ulama (NU) sebagai aktor non-negara&#13;
dalam merespons fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif&#13;
dengan kerangka analisis faith-based diplomacy dan second-track diplomacy. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa NU menjalankan diplomasi berbasis nilai&#13;
keagamaan melalui tiga pendekatan utama, yaitu dialog lintas agama untuk&#13;
membangun saling pengertian, diplomasi budaya dan intelektual untuk&#13;
mempromosikan Islam moderat, serta penguatan jejaring diaspora melalui&#13;
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Inggris. Upaya tersebut&#13;
berfungsi sebagai kontra-narasi terhadap Islamofobia dengan menegaskan Islam&#13;
sebagai agama yang inklusif, humanis, dan kompatibel dengan masyarakat plural.&#13;
Penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran strategis&#13;
dalam diplomasi non-negara untuk membangun kepercayaan, memperkuat kohesi&#13;
sosial, dan meningkatkan toleransi antarumat beragama di Inggris.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63578</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Apresiasi Masyarakat Daerah terhadap Program Televisi Lokal (Studi Pada Warga Dusun Mangkubumen, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali terhadap Program Terang Abadi Televisi (TATV) Surakarta Tahun 2009)</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/63567</link>
<description>Apresiasi Masyarakat Daerah terhadap Program Televisi Lokal (Studi Pada Warga Dusun Mangkubumen, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali terhadap Program Terang Abadi Televisi (TATV) Surakarta Tahun 2009)
Astuti, Diyah
Undang-Undang Penyiaran No. 32 tahun 2002 belum sepenuhnya dilaksanakan. Televisi lokal sebagai televisi daerah dianggap kalah bersaing dengan televisi nasional. Terang Abadi Televisi (TATV) sebagai televisi lokal harus ikut bersaing dengan televisi nasional. Lokalitas dan budaya yang menjadi kekuatan TATV, tidak serta-merta dapat menarik perhatian penonton. Pengelola TATV perlu mengetahui apresiasi penonton dan faktor apa saja yang mempengaruhi, untuk membuat tayangan yang menarik perhatian penonton dan pengiklan. Penelitian ini didasarkan pada paradigma konstruktivisme perkembangan televisi lokal, dengan menggunakan teori uses and gratification serta teori apresiasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini mengambil lokasi Dusun Mangkubumen, Tegalrejo, Sawit, Boyolali, dengan jumlah sampel yang digunakan 84 orang. Apresiasi warga Dusun Mangkubumen dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman warga terhadap program TATV hanya sebatas pada program yang disukai. Tahapan penikmatan warga dilakukan secara sekilas dan bentuk penghargaan warga hanya menonton program yang disukai saja. Program hiburan merupakan program favorit di TATV seperti acara Jelajah Wisata, Nyampur Sari Live dan Kriing Ndangdutan. Faktor pendukung apresiasi adalah budaya dan lokalitas yang dimuat dalam bentuk acara atupun bahasa yang digunakan. Faktor penghambat apresiasi utama adalah persaingan dengan televisi swasta nasional. Selain itu lebih pada faktor teknis seperti, kemasan acara yang kurang menarik, gambar dan pengisi acara yang kurang terkenal.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/63567</guid>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
