<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Civil Engineering and Planning</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/46</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 04:46:05 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-15T04:46:05Z</dc:date>
<item>
<title>Redesain Taman Buaya di Kabupaten Bekasi dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62555</link>
<description>Redesain Taman Buaya di Kabupaten Bekasi dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis
Ponowati, Widya Shakila
Perancangan Taman Buaya Indonesia Jaya dilakukan untuk mendukung upaya&#13;
konservasi buaya sekaligus menyediakan fasilitas edukasi serta wisata konservasi yang&#13;
lebih layak. Ancaman terhadap keberadaan buaya terus meningkat akibat perburuan liar,&#13;
perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat alami. Kondisi tersebut memicu meningkatnya&#13;
konflik antara buaya dan manusia, sehingga keberadaan buaya sering dianggap&#13;
mengancam permukiman masyarakat.&#13;
Secara eksisting, Taman Buaya Indonesia Jaya memiliki potensi besar untuk&#13;
dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan edukasi. Namun, kawasan ini masih&#13;
menghadapi berbagai keterbatasan, terutama pada kualitas ruang, pengaturan zonasi,&#13;
sistem sirkulasi, serta ketersediaan fasilitas pendukung bagi pengunjung maupun&#13;
pengelola. Oleh karena itu, perancangan ini diarahkan untuk menciptakan kawasan yang&#13;
mampu mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, dan wisata dalam satu tatanan&#13;
ruang yang lebih terstruktur.&#13;
Pendekatan desain mengacu pada prinsip arsitektur ekologi, yang mencakup&#13;
penyesuaian desain terhadap kondisi alam setempat, efisiensi energi, pemanfaatan&#13;
material daur ulang, pengelolaan sistem air, serta penciptaan keamanan dan&#13;
kenyamanan bagi pengguna. Perancangan juga menitikberatkan pada sistem utilitas&#13;
kawasan, khususnya pengelolaan air untuk mendukung kebutuhan hidup buaya agar tidak&#13;
menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu, penyusunan zonasi dirancang dengan&#13;
hierarki yang jelas antara area publik, semi publik, dan area privat yang diperuntukkan&#13;
bagi aktivitas pengelolaan serta penangkaran.&#13;
Hasil akhir perancangan menghasilkan integrasi antara habitat buaya dan aktivitas&#13;
manusia melalui penyediaan jalur tematik berdasarkan siklus hidup buaya, viewing deck,&#13;
ruang edukasi, serta fasilitas penelitian yang mendorong peningkatan kesadaran&#13;
masyarakat terhadap konservasi satwa. Sistem sirkulasi pengunjung dirancang mengikuti&#13;
alur perjalanan kehidupan buaya, mulai dari fase tukik hingga buaya dewasa, sekaligus&#13;
disesuaikan dengan kondisi tapak. Dengan demikian, perancangan Taman Buaya&#13;
Indonesia Jaya diharapkan mampu menjadi kawasan konservasi yang edukatif,&#13;
berkelanjutan, dan memiliki kualitas wisata yang lebih baik.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62555</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Struktur Gedung Bertingkat Berbasis Kinerja dengan Metode Pushover  Studi Kasus Gedung Nariba Office</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62546</link>
<description>Evaluasi Struktur Gedung Bertingkat Berbasis Kinerja dengan Metode Pushover  Studi Kasus Gedung Nariba Office
Wijanarka, Naufal Afif Bagus
Indonesia merupakan daerah yang rawan terjadi bencana gempa, maka peraturan mengenai gempa harus selalu disesuaikan dengan kondisi terbaru. Pada studi kasus penelitian ini, struktur direncanakan menggunakan SNI tahun 2012. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis menggunakan peraturan yang terbaru. Penelitian ini bertujuan mendapatkan nilai gaya geser dasar dan simpangan saat performance point  tercapai, mengetahui level kinerja seismic dari analisis pushover, dan mengetahui mekanisme sendi plastis. Penelitian ini menggunakan struktur gedung Nariba office yang berada di Jakarta Selatan. Permodelan struktur menggunakan software SAP2000, pembebanan, prosedur desain dan perhitungan struktur gedung mengacu pada SNI 2847:2019, SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020. Analisis pushover dilakukan mengacu pada ATC-40. Hasil penelitian berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, didapatkan nilai performance point pada arah x yaitu V = 2219,530 kN dan δ = 0,019 m untuk arah y yaitu V = 1809,952 kN dan δ = 0,014 m. Level kinerja yang didapatkan adalah Immediate Occupancy (IO). Skema sendi plastis pada arah x dan y pertama muncul pada step ke-2 dan berada pada level kinerja B. Sendi plastis terakhir untuk arah x terhenti pada step ke-92 dan berada pada level kinerja IO (Immediate Occupancy). Arah y terhenti pada step ke-24 dan berada pada level kinerja IO (Immediate Occupancy).
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62546</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Studi Komparatif Metode Active dan Passive Treatment Terhadap Kualitas Air Dalam Pengelolaan Air Asam Tambang, PT Indexim Coalindo</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62530</link>
<description>Studi Komparatif Metode Active dan Passive Treatment Terhadap Kualitas Air Dalam Pengelolaan Air Asam Tambang, PT Indexim Coalindo
Virginisa, Shafira Jasmine
Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan&#13;
yang umum terjadi pada kegiatan pertambangan batubara akibat oksidasi mineral&#13;
sulfida yang menghasilkan air bersifat asam dan kaya logam terlarut. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode active treatment&#13;
menggunakan CaCO3 dan passive treatment menggunakan open limestone&#13;
channel (OLC) dalam meningkatkan kualitas air tambang berdasarkan parameter&#13;
pH, TSS, Fe dan Mn, serta variabel pendukung meliputi Ca, Mg, Na, K, sulfat,&#13;
dan Al. Pengambilan sampel dilakukan pada dua settling pond berbeda, yaitu di&#13;
Settling Pond Kasturi 5 (active treatment) dan Settling Pond Rambai (passive&#13;
treatment), masing-masing pada dua kali waktu sampling dengan titik pengamatan&#13;
dari inlet hingga outlet. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada sistem active&#13;
treatment, pH meningkat signifikan menjadi 6,58 di outlet, sementara pada&#13;
passive treatment pH meningkat menjadi 7,49. Nilai TSS pada active treatment&#13;
menurun menjadi 4–17 mg/L, sedangkan pada passive treatment menurun&#13;
menjadi 10–27 mg/L. Konsentrasi Fe berkurang menjadi 2,4–3,4 mg/L pada&#13;
active treatment dan 0,39–0,49 mg/L pada passive treatment, sedangkan Mn&#13;
berkurang menjadi 0,6–0,8 mg/L pada active treatment dan 0,1–0,2 mg/L pada&#13;
passive treatment. Berdasarkan hasil tersebut, kedua metode sama-sama berperan&#13;
penting dalam pengendalian air asam tambang, namun pendekatan kombinatif&#13;
antara active dan passive treatment direkomendasikan untuk mencapai efektivitas&#13;
optimal serta keberlanjutan pengelolaan lingkungan tambang.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62530</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Vision for Bener 2025 : Architectural Intervention for Creative Space of Desakota</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/62458</link>
<description>Vision for Bener 2025 : Architectural Intervention for Creative Space of Desakota
Sekartaji, Paramitta
This design thesis is about developing the creative economy embryo of the urban informal community through architectural intervention. It took setting in Bener, desakota in the western part of Yogyakarta municipal area. Desakota, as the melting point between rural and urban characters, is the feature of urbanization in most Asian cities, where rapid changing from agricultural-based economy to creativity-based economy, takes place. In this case, Bener is fortunate for having the creative economy embryo in the form of micro community-based industry named Salingsih that recycles inorganic trashes e.g. plastic bottle and snack wraps into wearable products such as bags, pillowcases and accessories. The project proposes various level of community based-design intervention to create "creative space" namely macro; meso; and micro that range from urban guideline to small-scale architectural intervention e.g. single pod. At urban design level, the project proposes the urban design guidelines on how to create the creative space. At meso scale planning, the project proposes the master plan to generate the creative space of Bener which is divided into 3 five-yearly stages started at year 2012 and is expected to be completed at 2025; the first step of the project is initialization, continued with proliferation, cultivation, and then advancement. Initialization phase is based on the author's dialogue with the actress of the creative industry, that the crucial need to develop the industry is the establishment of workshop facilitation. Proliferation phase is trying to embrace the men folks into the industry by providing alternative to create another product of the trash recycling industry. The cultivation is the effort to generate creative support infrastructure by merging the creative economy to the educational institution. Advancement phase is the urban guidelines for the façade of the Bener Street to generate it into Bener Promenade. The phases in the project master plan need the formal device that covers every requirements of each stage. The design of the formal device is the micro scale planning in the project.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/62458</guid>
<dc:date>2012-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
