<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Master of Islamic Studies</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/4307</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 23:49:59 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-21T23:49:59Z</dc:date>
<item>
<title>Kedudukan ‘urf Dalam Pelestarian Tradisi Sedekah Ponan: Kajian Fikih Sosial Berbasis Budaya Lokal di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/61588</link>
<description>Kedudukan ‘urf Dalam Pelestarian Tradisi Sedekah Ponan: Kajian Fikih Sosial Berbasis Budaya Lokal di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa
Agusta, Rahmat Riyanda
Tradisi Sedekah Ponan di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir,&#13;
Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu warisan budaya yang&#13;
hidup dan diwariskan secara turun-temurun sebagai ekspresi syukur&#13;
atas keberlimpahan hasil panen, penguatan solidaritas sosial, serta&#13;
afirmasi identitas religius masyarakat Samawa. Di tengah&#13;
menguatnya arus modernisasi dan pariwisata budaya, tradisi ini&#13;
mengalami perubahan fungsi dan makna, sehingga menimbulkan&#13;
urgensi akademik untuk menilai kembali kedudukannya dalam&#13;
perspektif hukum Islam, khususnya melalui konsep ‘urf yang&#13;
memandang adat sebagai bagian dari pertimbangan hukum selama&#13;
tidak bertentangan dengan prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan&#13;
menjawab tiga pertanyaan utama: bagaimana kedudukan tradisi&#13;
Sedekah Ponan sebagai ‘urf yang sah dalam hukum Islam; nilai-nilai&#13;
keislaman, sosial, dan budaya apa saja yang terkandung di&#13;
dalamnya; serta bagaimana peranan ‘urf dalam menjaga kelestarian&#13;
tradisi tersebut di tengah dinamika modernisasi. Dengan&#13;
menggunakan desain penelitian kualitatif berpendekatan&#13;
fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara&#13;
mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian&#13;
dianalisis menggunakan teori ‘urf, fikih sosial, serta konsep&#13;
pelestarian nilai budaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa&#13;
Sedekah Ponan mengandung unsur keislaman yang kuat, terlihat dari&#13;
praktik tahlil, doa, zikir, serta sedekah makanan yang sejalan dengan&#13;
nilai-nilai syariat. Nilai sosial yang muncul meliputi gotong royong,&#13;
kohesi sosial, penyelesaian konflik, dan penguatan modal sosial lintas generasi, sementara nilai budaya tampak melalui simbol-&#13;
simbol agraris dan struktur adat yang menjaga harmonisasi&#13;
&#13;
masyarakat dengan alam. Dari perspektif hukum Islam, tradisi ini&#13;
memenuhi kriteria ‘urf karena tidak bertentangan dengan prinsip&#13;
tauhid dan justru memperkuat tujuan syariat seperti kemaslahatan,&#13;
kerukunan, pelestarian budaya, serta penjagaan nilai-nilai moral.&#13;
Selain itu, ‘urf berperan penting dalam menjaga keberlanjutan&#13;
Sedekah Ponan sebagai tradisi keagamaan dan sosial, sekaligus&#13;
menjadi pedoman adaptasi agar tidak terjebak dalam komodifikasi&#13;
budaya akibat pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa&#13;
Sedekah Ponan bukan hanya layak dipertahankan sebagai tradisi&#13;
lokal, tetapi juga memiliki legitimasi kuat dalam fikih Islam melalui&#13;
kerangka ‘urf dan fikih sosial yang menempatkan budaya sebagai&#13;
mitra syariat dalam membangun kehidupan masyarakat Muslim&#13;
yang kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian mendatang&#13;
disarankan mengkaji aspek digitalisasi tradisi, pemberdayaan&#13;
generasi muda, serta perumusan pedoman kebijakan berbasis ‘urf&#13;
untuk pelestarian budaya Islam Nusantara.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/61588</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Efektivitas Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Terhadap Pencegahan Perkawinan Anak yang Beragama Islam Pada Masyarakat Kabupaten Situbondo Perspektif Maslahah</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/60069</link>
<description>Efektivitas Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Terhadap Pencegahan Perkawinan Anak yang Beragama Islam Pada Masyarakat Kabupaten Situbondo Perspektif Maslahah
Ma’arif, Husnul
Penelitian ini berjudul Efektivitas Undang-Undang Nomor&#13;
16 Tahun 2019 terhadap Pencegahan Perkawinan Anak yang&#13;
Beragama Islam pada Masyarakat Kabupaten Situbondo Perspektif&#13;
Maslahah. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka&#13;
perkawinan anak di Kabupaten Situbondo meskipun telah&#13;
diberlakukan perubahan ketentuan batas usia kawin melalui&#13;
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Perkawinan anak&#13;
menimbulkan berbagai dampak negatif, baik secara biologis,&#13;
psikologis, maupun sosial, sehingga diperlukan evaluasi terhadap&#13;
efektivitas regulasi tersebut, khususnya ditinjau dari perspektif&#13;
maslahah dan maqasid syariah. Penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan normatif-empiris. Penelitian normatif dilakukan dengan&#13;
mengkaji dan menganalisis peraturan perundang-undangan,&#13;
khususnya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang&#13;
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang&#13;
Perkawinan, serta konsep maslahah dalam hukum Islam. Sedangkan&#13;
pendekatan empiris dilakukan untuk mengetahui sejauh mana&#13;
implementasi dan efektivitas UU tersebut dalam mencegah&#13;
perkawinan anak di bawah umur di Kabupaten Situbondo melalui&#13;
pengumpulan data lapangan dari aparat pemerintah, dan lembaga&#13;
&#13;
terkait. Sumber data yang digunakan adalah primer berupa Undang-&#13;
Undang, PERMA dan putusan Pengadilan berbentuk Penetapan&#13;
&#13;
Dispensasi Kawin, sekunder berupa informasi dan data pada website&#13;
PA Situbondo, jurnal dan majalah. Teknik analisis data yang&#13;
digunakan adalah deskriptif analitik, komparatif, evaluatif dan&#13;
analisis perspektif maslahah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberlakukannya UU Nomor 16 Tahun 2019, angka&#13;
permohonan dispensasi kawin di Kabupaten Situbondo justru&#13;
mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2017 tercatat 38&#13;
perkara, tahun 2018 sebanyak 48 perkara, tahun 2019 sebelum&#13;
perubahan UU terdapat 40 perkara, sedangkan setelah perubahan&#13;
meningkat menjadi 47 perkara, dan melonjak drastis pada tahun&#13;
2020–2022 dengan jumlah 442, 469, hingga 510 perkara. Hal ini&#13;
menunjukkan bahwa secara empiris pelaksanaan UU tersebut belum&#13;
efektif menekan praktik perkawinan anak. Kendala yang dihadapi&#13;
meliputi faktor ekonomi, budaya, pendidikan, serta dorongan sosial&#13;
masyarakat yang masih kuat untuk menikahkan anak di usia muda.&#13;
Dari perspektif maslahah, keberadaan UU Nomor 16 Tahun 2019&#13;
memiliki nilai positif berupa perlindungan anak (maslahah&#13;
dharuriyat), penundaan usia kawin demi terciptanya keluarga&#13;
berkualitas (maslahah hajjiyat), serta penguatan kesadaran sosial&#13;
akan pentingnya usia ideal perkawinan (maslahah tahsiniyat).&#13;
Namun, penerapannya yang kaku juga berpotensi menimbulkan&#13;
mudharat berupa meningkatnya dispensasi kawin, munculnya&#13;
perkawinan siri, serta stigma sosial bagi anak yang tidak segera&#13;
menikah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Undang-Undang&#13;
Nomor 16 Tahun 2019 belum sepenuhnya efektif dalam mencegah&#13;
perkawinan anak di Kabupaten Situbondo, meskipun secara normatif&#13;
memiliki tujuan yang sejalan dengan maqasid syariah, khususnya&#13;
hifz al-nafs, hifz al-‘aql dan hifz al-nasl. Oleh karena itu, diperlukan&#13;
sinergi antara regulasi, penegakan hukum, serta program&#13;
pemberdayaan masyarakat agar tujuan perlindungan anak dapat&#13;
tercapai secara optimal.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/60069</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peningkatan Perilaku Keagamaan Kedisiplinan Beribadah Melalui Penggunaan Buku Pantauan Afeksi PAI Tata Cara Salat Pada Siswa Kelas IV B SDN Keputran 2 Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/59213</link>
<description>Peningkatan Perilaku Keagamaan Kedisiplinan Beribadah Melalui Penggunaan Buku Pantauan Afeksi PAI Tata Cara Salat Pada Siswa Kelas IV B SDN Keputran 2 Yogyakarta
Nuryati
Perilaku keagamaan dan kedisiplinan dalam beribadah merupakan aspek penting&#13;
dalam pembentukan karakter siswa, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan&#13;
Agama Islam. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa&#13;
dalam melaksanakan ibadah salat lima waktu masih rendah, sehingga diperlukan&#13;
strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hal tersebut. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk meningkatkan perilaku keagamaan dan kedisiplinan beribadah siswa&#13;
melalui penggunaan buku pantauan afeksi PAI tata cara salat. Penelitian ini&#13;
merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas IV&#13;
B SDN Keputran 2 Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan&#13;
dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menghitung skor serta dipersentasekan&#13;
untuk melihat peningkatan setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya&#13;
peningkatan yang signifikan setelah penggunaan buku pantauan afeksi. Pada siklus I&#13;
rata-rata hasil pantauan afeksi mencapai nilai 81 dan kedisiplinan beribadah 84,&#13;
sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 89 untuk kedua aspek tersebut.&#13;
Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan buku pantauan afeksi&#13;
efektif dalam meningkatkan perilaku keagamaan dan kedisiplinan beribadah siswa,&#13;
bahkan melampaui indikator keberhasilan rata-rata minimal 80.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/59213</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Integrasi Kurikulum Pendidikan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Melalui Metode Al-karim Terhadap Penguatan Akhlak Siswa di SDIT Luqman Al-hakim 2 Yogyakarta</title>
<link>http://hdl.handle.net/123456789/59193</link>
<description>Integrasi Kurikulum Pendidikan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Melalui Metode Al-karim Terhadap Penguatan Akhlak Siswa di SDIT Luqman Al-hakim 2 Yogyakarta
Riyanaya
Pendidikan Islam di era modern menuntut adanya pendekatan yang tidak&#13;
hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menekankan&#13;
pembentukan karakter dan akhlak mulia. Hal ini menjadi dasar pentingnya peran&#13;
pendidikan Islam dalam membentuk generasi cerdas secara intelektual sekaligus&#13;
memiliki kepribadian Islami yang kuat. Oleh karena itu, lahirlah konsep pendidikan&#13;
yang mengintegrasikan kurikulum agama dan umum secara beriringan sehingga&#13;
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Kurikulum Jaringan Sekolah&#13;
Islam Terpadu (JSIT) melalui metode Al-Karim terhadap penguatan akhlak siswa&#13;
di SDIT Luqman Al-Hakim 2 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis&#13;
penelitian kualitatif dengan model pendekatan lapangan (field research) lalu teknik&#13;
pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian&#13;
dianalisis dengan teknik reduksi data, kategorisasi, sintesisasi dan menyusun&#13;
hipotesis kerja. Teknik penentuan informan yang dilakukan yaitu purpossive&#13;
sampling dengan keabsahan data melalui teknik triangulasi data (triangulasi&#13;
sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu) dan member checking. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa: pertama, integrasi kurikulum JSIT dengan metode&#13;
Al-Karim tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi&#13;
sarana untuk memperkuat akidah dan akhlak dalam setiap aspek kehidupan siswa;&#13;
&#13;
kedua, dampak metode Al-Karim dalam membantu memahami nilai-nilai Al-&#13;
Qur’an sebagai fondasi dalam pembentukan akhlak yang mulia melalui internalisasi&#13;
&#13;
nilai-nilai Al-Qur’an secara menyeluruh dan berkesinambungan melalui program&#13;
khusus akhlak seperti majelis pagi, cerita Islami, Qur’an Competition dan AMT&#13;
(Achievement Motivation Training), mabit, entrepreneur for kids, dan EsluhaQu&#13;
Goes to Pondok. Selain itu, pentingnya keteladanan guru yang mencerminkan&#13;
akhlak mulia dan keterlibatan orang tua agar sinergi antara sekolah dan keluarga&#13;
perlu dibangun agar tercipta lingkungan pendidikan yang harmonis melalui&#13;
beberapa kegiatan yakni: gerakan mengaji Al-Qur’an (GeMaQu), TfEL (Training&#13;
for Excellent Life.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/59193</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
